Harga Emas Mengalami Fluktuasi di Pasar Domestik dan Internasional
Pada Kamis pagi, 19 Februari 2026, pasar emas domestik menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Fenomena ini terjadi di berbagai gerai penjualan emas terkemuka, termasuk Pegadaian, yang mencatat penurunan harga baik untuk emas batangan maupun pembelian kembali.
Di Pegadaian, harga emas Galeri24 mengalami koreksi sebesar Rp28.000 per gram, turun dari Rp2.943.000 menjadi Rp2.915.000 untuk ukuran 1 gram. Merek emas UBS juga tidak luput dari pelemahan, dengan harga per gram terpangkas Rp29.000 dari Rp2.958.000 menjadi Rp2.929.000.
Pergerakan harga ini tidak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga pada harga pembelian kembali oleh Pegadaian. Harga buyback emas batangan pada hari ini dipatok pada angka Rp28.190 per 0,01 gram, sementara harga jualnya berada di kisaran Rp27.200 per 0,01 gram.
Berikut adalah rincian harga emas di Pegadaian pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026:
Rincian Harga Emas Galeri 24
- 0.5 gram : Rp 1.529.000
- 1 gram : Rp 2.915.000
- 2 gram : Rp 5.758.000
- 5 gram : Rp 14.288.000
- 10 gram : Rp 28.501.000
- 25 gram : Rp 70.868.000
- 50 gram : Rp 141.624.000
- 100 gram : Rp 283.108.000
- 250 gram : Rp 706.031.000
- 500 gram : Rp 1.412.061.000
- 1.000 gram : Rp 2.824.121.000
Rincian Harga Emas UBS
- 0.5 gram : Rp 1.583.000
- 1 gram : Rp 2.929.000
- 2 gram : Rp 5.812.000
- 5 gram : Rp 14.363.000
- 10 gram : Rp 28.575.000
- 25 gram : Rp 71.297.000
- 50 gram : Rp 142.302.000
- 100 gram : Rp 284.492.000
- 250 gram : Rp 711.020.000
- 500 gram : Rp 1.420.372.000
Pergerakan Harga Emas Dunia: Tren Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Berbanding terbalik dengan pasar domestik, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, justru menunjukkan tren penguatan yang solid. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
Permintaan emas global melonjak seiring berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta belum adanya kemajuan signifikan dalam upaya pencapaian kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Situasi ini secara alami mendorong investor untuk beralih ke komoditas yang dianggap lebih aman seperti emas.
Di pasar spot, harga emas ditutup menguat sebesar 2,04 persen, mencapai level $4.977,05 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak April 2026 juga mencatat kenaikan sebesar 2,11 persen, berakhir di angka $5.009,5 per ons.
Dampak Harga Emas Dunia terhadap Emas Antam
Kenaikan harga emas di pasar internasional umumnya berimplikasi pada harga emas domestik, termasuk emas Antam. Namun, data menunjukkan bahwa pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, harga emas Antam justru mengalami penurunan yang cukup tajam.
Harga emas Antam pada hari Rabu tersebut merosot Rp40.000 per gram, menjadi Rp2.878.000 per gram. Penurunan serupa juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) emas Antam, yang terkoreksi Rp50.000 menjadi Rp2.655.000 per gram.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Beberapa peristiwa global menjadi katalisator utama bagi pergerakan harga emas:
- Pembicaraan Nuklir Iran-AS: Pada hari Selasa, Iran mengumumkan telah mencapai serangkaian “prinsip panduan” dengan Amerika Serikat untuk pembicaraan nuklir. Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri Iran memberikan peringatan bahwa kesepakatan akhir belum dapat dipastikan akan segera tercapai, menciptakan ketidakpastian yang mendukung permintaan emas.
- Perdamaian Ukraina-Rusia: Hari pertama pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Jenewa berakhir hanya dalam dua jam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan diskusi tersebut sebagai “sulit” dan menuduh Moskow mengulur waktu, sebuah indikasi bahwa konflik masih jauh dari penyelesaian dan terus menjadi sumber ketegangan global.
- Lingkungan Suku Bunga Rendah: Secara historis, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah. Ketika suku bunga bank sentral rendah, biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih kecil, sehingga mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka ke logam mulia ini.
Lonjakan harga emas dunia yang terjadi pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, menandakan bahwa sentimen pasar masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik. Emas tercatat pernah mencapai rekor tertinggi di angka $5.594,82 pada 29 Januari 2026, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Investor perlu terus memantau perkembangan situasi internasional serta kebijakan moneter global untuk memprediksi arah pergerakan harga emas di masa mendatang.

















