Festival Bedug Meriahkan Malam Takbiran di Stadion Pakansari, Bogor
CIBINONG – Semarak malam takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1557 Hijriah benar-benar terasa di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor sukses menggelar festival bedug yang dihadiri ribuan warga, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan akbar ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan Idulfitri di wilayah tersebut.
Suasana di stadion kebanggaan warga Bogor itu dipenuhi oleh lautan manusia yang antusias menyaksikan pertunjukan seni tabuh bedug. Gemuruh bedug yang mengiringi lantunan takbir menggema, membangkitkan semangat spiritual masyarakat dalam menyambut hari kemenangan. Kehadiran Bupati Bogor, Rudy Susmanto, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, semakin menambah semarak acara.
Bupati Rudy Susmanto tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga turut aktif dalam memeriahkan festival. Beliau secara simbolis memukul bedug sebagai tanda resmi dimulainya acara festival bedug tersebut. Namun, momen yang paling mencuri perhatian dan meninggalkan kesan mendalam adalah ketika Bupati Rudy Susmanto mengundang seorang tokoh penting untuk turut serta menabuh bedug bersamanya.
Momen Toleransi Antarumat Beragama yang Menginspirasi
Sebelum bedug dipukul, terjadi sebuah peristiwa bersejarah dan sarat makna yang menjadi simbol kuat harmonisasi di “Bumi Tegar Beriman”, julukan Kabupaten Bogor. Bupati Rudy Susmanto dengan penuh kerendahan hati menyerahkan pemukul bedug kepada Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Atang Sendjaja, Marsma TNI A. Ferdinand Picaulima.
Lebih lanjut, Bupati Rudy Susmanto secara langsung meminta Marsma TNI A. Ferdinand Picaulima untuk menabuh bedug bersama. Tindakan ini bukanlah tanpa alasan. Hal ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang dijunjung tinggi di Kabupaten Bogor. Pasalnya, Marsma TNI A. Ferdinand Picaulima diketahui merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang memeluk agama non-Muslim.
“Kita harus mencontoh kepada Danlanud Atang Sendjaja, beliau Nasrani, tetapi pada saat Hari Raya Idul Fitri, beliau sebagai abdi negara, beliau mencontohkan kalau kita bisa hidup rukun berdampingan,” ujar Bupati Rudy Susmanto, menekankan pentingnya nilai kebersamaan.
Menurut Bupati, momen seperti ini seharusnya menjadi teladan bagi seluruh masyarakat. Dengan mencontoh semangat toleransi yang ditunjukkan oleh pejabat negara dan TNI, kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bogor dapat terus ditingkatkan. Beliau menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan sebuah kekuatan yang luar biasa dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
“Masyarakat bisa mencontoh, tentu kinerja pemerintah, TNI, Polri tidak akan terlalu berat dan bangsa ini akan terbangun dengan keharmonisan ditunjukkan oleh beliau,” tambahnya.
Festival bedug ini tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga telah bertransformasi menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya hidup berdampingan dalam perbedaan. Ribuan warga yang hadir menyaksikan secara langsung bagaimana perbedaan keyakinan dapat disandingkan dengan indah dalam sebuah kegiatan yang merayakan kebudayaan dan tradisi. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh para pemimpin daerah dan tokoh militer diharapkan dapat meresap ke dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai.


















