Kritik terhadap Status Wasit Serie A
Pernyataan kritis dari pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terkait status wasit di Liga Italia mengundang perhatian publik. Pernyataannya muncul setelah pertandingan melawan Lazio akhir pekan lalu, di mana ia merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit Marco Guida.
Spalletti menyampaikan bahwa tidak adanya penalti untuk Juventus meskipun ada dugaan pelanggaran Mario Gila terhadap Juan Cabal di kotak terlarang Lazio menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja wasit. Ia menilai bahwa wasit harus menjadi pekerja profesional, bukan sekadar tugas sampingan.
“Wasit adalah satu-satunya di antara 23 orang di atas lapangan yang tidak menjalani pekerjaan sebagai seorang profesional,” ujarnya seperti dikutip dari Football Italia. “Menurut pendapat saya, hal itu harus diubah karena mereka terlalu penting untuk olahraga ini.”
Menurut Spalletti, wasit seharusnya hanya fokus pada tugas utamanya sebagai pengadil pertandingan tanpa memiliki pekerjaan lain. Ia menyoroti bahwa kondisi saat ini tidak sesuai dengan peran penting wasit dalam sepak bola.
Gaji Wasit di Liga Italia
Menghadapi kritik tersebut, La Gazzetta dello Sport mengungkapkan besaran gaji yang diterima oleh wasit di Liga Italia. Meskipun sebagian besar wasit memiliki pekerjaan harian, bayaran mereka cukup menggiurkan.
Untuk memimpin satu pertandingan Serie A, wasit dibayar 4 ribu euro sebelum dipotong pajak. Angka ini setara dengan sekitar Rp80 juta rupiah. Uang tersebut cukup untuk membeli motor premium di Indonesia, seperti Honda Forza (Rp76,5 juta) atau dua unit Yamaha NMax Turbo (masing-masing Rp38,6 juta).
Jika wasit bertugas di Serie B, mereka hanya mendapatkan setengah dari gaji yang diterima di Serie A. Sementara itu, wasit VAR di Serie A menerima 1.700 euro, dan di Serie B sebesar 800 euro.
Beberapa posisi lainnya juga memiliki besaran gaji berbeda. Ofisial keempat mendapatkan 200-500 euro, sedangkan asisten wasit menerima 600-1.400 euro. Asisten wasit VAR di Serie A menerima 800 euro, dan di Serie B sebesar 400 euro.
Tunjangan Tahunan untuk Wasit
Selain honor dari pertandingan yang dipimpin, wasit Liga Italia juga menerima tunjangan tahunan dari AIA (Asosiasi Wasit Italia). Besaran tunjangan ini sangat besar, tergantung pada pengalaman wasit.
Wasit yang belum memimpin 50 pertandingan dijamin menerima gaji tahunan sebesar 30 ribu euro atau sekitar 600 juta rupiah. Jika sudah memimpin 50 pertandingan atau lebih, mereka akan menerima 60 ribu euro atau 1,2 miliar rupiah.
Untuk wasit internasional, jaminan uang tahunannya lebih besar lagi. Mereka menerima 90 ribu euro atau sekitar Rp1,8 miliar setiap tahunnya.
Kesimpulan
Kritik dari Spalletti terhadap status wasit Serie A menunjukkan pentingnya peran wasit dalam olahraga. Meskipun gaji yang diterima cukup besar, banyak yang masih meragukan apakah wasit benar-benar bekerja penuh sebagai profesional. Dengan penghasilan yang signifikan, isu ini bisa menjadi bahan diskusi untuk memperbaiki sistem arbitrase di Liga Italia.




















