Kabar Terkini: Gempa Bumi Guncang Bolaang Uki, Sulawesi Utara
Wilayah Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi pada hari Senin, 26 Januari 2026, pukul 10:31 WITA. Informasi ini menjadi perhatian utama mengingat potensi dampak yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas tektonik.
Menurut data yang dihimpun, gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 2,9. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 44 kilometer barat daya Bolaang Uki. Kedalaman pusat gempa tercatat mencapai 235 kilometer. Koordinat episenter gempa berada pada 0.34 lintang utara dan 123.59 bujur timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat informasi ini dan segera membagikannya kepada publik.
“Gempa Mag:2.9, 26-Jan-2026 10:31:38WIB, Lok:0.34LU, 123.59BT (44 km BaratDaya BOLAANGUKI-BOLSEL-SULUT), Kedlmn:235 Km.”
Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan oleh BMKG bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diperoleh.
Langkah-Langkah Keselamatan Saat Terjadi Gempa Bumi
Gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami langkah-langkah keselamatan yang perlu diambil saat gempa terjadi. Berikut adalah panduan yang bisa Anda ikuti:
Saat Berada di Dalam Bangunan:
- Lindungi kepala dan badan Anda. Carilah perlindungan di bawah meja yang kokoh atau tempat berlindung lainnya untuk menghindari reruntuhan bangunan.
- Identifikasi tempat teraman. Cobalah mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan jatuhan material.
- Evakuasi jika memungkinkan. Jika kondisi memungkinkan dan aman, segera berlari keluar bangunan menuju area terbuka.
Saat Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka:
- Jauhi bangunan tinggi. Hindari berada di dekat bangunan, gedung, tiang listrik, pohon, atau objek lain yang berpotensi tumbang.
- Perhatikan kondisi tanah. Waspadai rekahan tanah yang mungkin terjadi akibat gempa.
Saat Mengendarai Kendaraan:
- Hentikan kendaraan dengan aman. Segera keluar dari mobil dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari potensi pergeseran atau kebakaran.
- Waspadai rekahan tanah. Perhatikan kondisi tanah di sekitar Anda dan hindari area yang berpotensi mengalami rekahan.
Saat Berada di Wilayah Pantai:
- Evakuasi ke tempat tinggi. Segera jauhi pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi untuk menghindari potensi tsunami.
Saat Berada di Daerah Pegunungan:
- Hindari lereng curam. Waspadai potensi longsor yang mungkin terjadi akibat guncangan gempa.
Memahami Skala MMI (Modified Mercalli Intensity)
Skala MMI digunakan untuk mengukur intensitas gempa bumi berdasarkan dampak yang dirasakan dan kerusakan yang ditimbulkan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai skala MMI:
Skala MMI I-II: Tidak Dirasakan (Not Felt)
- Gempa tidak dirasakan atau hanya dirasakan oleh beberapa orang saja.
- Namun, gempa terekam oleh alat seismograf.
Skala MMI III-V: Dirasakan
- Dirasakan oleh banyak orang.
- Tidak menimbulkan kerusakan berarti.
- Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
Skala MMI VI: Kerusakan Ringan (Slight Damage)
- Bagian non-struktur bangunan mengalami kerusakan ringan.
- Contohnya, retak rambut pada dinding, genteng bergeser, dan sebagian berjatuhan.
Skala MMI VII-VIII: Kerusakan Sedang (Moderate Damage)
- Banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana.
- Sebagian bangunan roboh dan kaca pecah.
- Sebagian plester dinding lepas.
- Hampir sebagian besar genteng bergeser atau jatuh.
- Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Skala MMI IX-XII: Kerusakan Berat (Heavy Damage)
- Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh.
- Struktur bangunan mengalami kerusakan berat.
- Rel kereta api melengkung.
Memahami skala MMI membantu kita untuk lebih memahami dampak gempa bumi dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat.




















