No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus Human Interest

Gen Z Padang: Batik Sawit, Kreasi Generasi Baru

Erwin by Erwin
25 Desember 2025 - 18:42
in Human Interest
0

Revolusi Malam Batik: Generasi Muda Padang Ciptakan Inovasi Ramah Lingkungan

Di tengah geliat industri kerajinan batik Indonesia, sebuah terobosan inovatif muncul dari tangan seorang pengrajin muda di Kota Padang, Sumatra Barat. Sekar Hanum Pramesty, yang baru berusia 23 tahun, kini menjadi sorotan di kalangan pelaku usaha batik berkat penemuan formula baru dalam penggunaan lilin atau malam batik. Keberhasilannya dalam meneruskan tradisi membatik sembari menghadirkan sentuhan modern dan berkelanjutan menjadikannya inspirasi bagi kelangsungan warisan budaya bangsa.

Hanum, begitu ia akrab disapa, memulai perjalanan membatiknya pada tahun 2023. Awalnya, ia menggunakan lilin batik konvensional yang umum beredar di pasaran. Namun, tantangan biaya produksi menjadi kendala signifikan. Proses pelepasan lilin konvensional memerlukan campuran bahan tambahan, yang tentu saja menambah pos pengeluaran. Hal ini mendorong Hanum untuk mencari solusi yang lebih efisien dan ekonomis agar harga jual batiknya dapat bersaing di pasar.

“Saya membutuhkan biaya yang lebih, karena dengan menjalankan batik tulis menggunakan lilin biasa itu, harus ada campuran lain lagi untuk melepaskan malam nya. Jadi, dari segi biaya produksi, agak butuh dana juga,” ungkap Hanum usai mengikuti lokakarya batik yang diselenggarakan oleh Apical di Padang pada awal Desember 2025.

Malam Sawit: Solusi Efisien dan Berkelanjutan

Titik balik dalam perjalanan Hanum terjadi ketika ia menemukan solusi inovatif melalui penggunaan malam sawit. Beruntung, ia mendapatkan pasokan malam sawit ini dari Apical Group melalui PT Padang Raya Cakrawala yang berlokasi di Teluk Bayur. Sejak menggunakan malam sawit yang diperolehnya pada akhir Oktober 2025, proses pembuatan batiknya mengalami transformasi signifikan.

“Semenjak dapat malam sawit ini yang diperkirakan pada Oktober 2025 akhir lalu, saat melepaskan malam nya itu, tidak perlu ada campuran yang lainnya. Tinggal rendam saja, lilinnya itu terlepas dengan baik, dan kualitas batik tulis saya jadi semakin bagus kualitasnya,” jelas Hanum dengan antusias.

Baca Juga  Reza Arap: Kematian Lula Lahfah, Ada Apa?

Dengan metode baru ini, Hanum tidak hanya berhasil menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas batiknya. Ia mengaku dapat meningkatkan volume produksi batik yang dikerjakannya di rumahnya yang beralamat di Lubuk Begalung, Padang. Pengalamannya bekerja di rumah batik di Solok menjadi inspirasi baginya untuk mengembangkan batik khas Minangkabau dengan sentuhan lokal yang lebih kuat. Penggunaan malam sawit ini terbukti membuat proses pembuatan batik menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Batik Shanumesty: Melestarikan Budaya dengan Motif Khas Minangkabau

Batik Shanumesty, rumah batik yang didirikan oleh Hanum, dikenal dengan koleksi motif-motif khas Minangkabau yang kaya akan filosofi mendalam. Salah satu motif unggulannya adalah “Kota Tua”, yang secara apik menggambarkan kawasan warisan sejarah Kota Padang, termasuk lanskap Pelabuhan di bawah Jembatan Siti Nurbaya dan bangunan bersejarah Bank Indonesia. Keberadaan Batik Shanumesty tidak hanya sebatas pada produksi batik, tetapi juga menjadi representasi pelestarian budaya Minangkabau melalui karya seni tekstil.

Komitmen Hanum dalam mengembangkan industri batik tidak berhenti pada inovasi bahan baku. Ia juga aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan UMKM dan pelestarian budaya. Batik Shanumesty bahkan telah berpartisipasi dalam ajang Pemuda Pelopor 2024, sebuah bukti nyata dedikasinya untuk memajukan industri batik dengan mengedepankan nilai-nilai budaya dan keberlanjutan.

Inovasi Malam Sawit dari Apical Group

Prama Yudha Amdan, Head of Corporate Communications Apical Group, menjelaskan bahwa malam sawit yang digunakan oleh Batik Shanumesty merupakan inovasi lilin batik yang ramah lingkungan. Lilin ini berasal dari turunan minyak kelapa sawit dan berfungsi sebagai pengganti parafin yang umumnya berasal dari minyak bumi. Peran parafin dalam proses membatik adalah untuk menghambat penyerapan warna pada area tertentu. Apical Group secara aktif mendorong dan membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Padang, salah satunya melalui kolaborasi dengan Batik Shanumesty.

Baca Juga  Denada 'Always Love You': Formalitas atau 24 Tahun Ditelantarkan?

“Batik dari Batik Shanumesty ini menggunakan HPS (hydrogenated palm stearin), produk turunan kelapa sawit yang dibantu Apical, sebagai bahan baku malam batik. HPS ini menjadi alternatif ramah lingkungan untuk lilin parafin berbasis minyak bumi yang biasanya digunakan dalam pembuatan batik,” terang Yudha.

Yudha lebih lanjut menjelaskan bahwa penggunaan HPS sebagai malam batik menawarkan berbagai keunggulan. Selain memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, HPS juga mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Dengan titik leleh yang lebih rendah dibandingkan parafin konvensional, HPS mampu mengurangi penggunaan energi hingga 50%. Hal ini menjadikan proses produksi batik menjadi lebih hemat energi dan, secara inheren, lebih ramah lingkungan.

Keunggulan HPS: Kualitas dan Keberlanjutan

Selain efisiensi energi, HPS juga memberikan dampak positif pada kualitas hasil batik. Kemampuannya untuk meningkatkan tekstur kain dan ketajaman warna memudahkan para pembatik dalam menciptakan desain yang lebih hidup, detail, dan memukau. Inovasi malam batik berbasis HPS ini sebenarnya bukan hal baru di dunia perbatikan Indonesia. Komunitas pembatik di Laweyan, Solo, telah lebih dulu mengadopsi teknologi ini dan menjalin kerja sama dengan Apical sejak tahun 2021.

Hingga kini, sekitar 40 pengusaha batik di Laweyan telah beralih menggunakan malam batik berbasis sawit ini. Produksi HPS yang digunakan telah memenuhi standar keberlanjutan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), memastikan bahwa proses produksinya tidak hanya efisien tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

“Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memperkenalkan malam batik berbasis sawit kepada lebih banyak pembatik di berbagai daerah, termasuk Padang,” ujar Yudha, menegaskan komitmen Apical untuk terus memperluas dampak positif inovasi ini.

Langkah Awal Menuju Transformasi Berkelanjutan

Dodi Saputra, Pimpinan PT Padang Raya Cakrawala, menyambut baik kolaborasi dengan Batik Shanumesty. Ia berharap kegiatan lokakarya batik yang diselenggarakan dapat menjadi katalisator bagi masyarakat, khususnya para perajin batik di Padang, untuk bertransformasi menuju penggunaan produk yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga  Kezia Syifa: Antara Negara dan Nasionalisme

“Selain memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya batik, penggunaan HPS juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan praktik berkelanjutan,” tambah Dodi.

Melalui kerja sama yang terjalin dengan berbagai komunitas batik, baik di Laweyan maupun di Padang, Apical Group menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung UMKM. Tujuannya adalah untuk mendorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sembari tetap melestarikan kekayaan warisan budaya Indonesia. Inovasi malam sawit ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan, menciptakan masa depan yang lebih baik bagi industri batik Indonesia.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan
Budaya

Candi Borobudur dan Candi Prambanan: Warisan Budaya Dunia di Yogyakarta yang Menakjubkan

22 April 2026 - 18:46
Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki
Alam

Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

21 April 2026 - 14:36
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya
Budaya

Lembah Baliem: Pengalaman Budaya Otentik Suku Asli Papua di Tengah Pegunungan Jayawijaya

13 April 2026 - 09:23
Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan
Human Interest

Raja Ampat: Mengapa Disebut ‘Surga Terakhir di Bumi’ dan Keunikan Wisata Bahari yang Menakjubkan

12 April 2026 - 05:13
Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok
Human Interest

Taman Nasional Tanjung Puting: Pengalaman Menyaksikan Orang Utan di Habitat Asli dengan Kapal Klotok

11 April 2026 - 01:02
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

24 April 2026 - 00:02
Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

23 April 2026 - 23:59
Jeda Koma di Selat Hormuz

Jeda Koma di Selat Hormuz

23 April 2026 - 23:43
Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

23 April 2026 - 23:23
Tenaga Hebat! 400 dk dengan Konsumsi BBM Irit, Inilah Baic BJ30 AWD

Tenaga Hebat! 400 dk dengan Konsumsi BBM Irit, Inilah Baic BJ30 AWD

23 April 2026 - 23:23

Pilihan Redaksi

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara, Senin April 2026: Wilayah Ini Berpotensi Hujan Hari Ini

24 April 2026 - 00:02
Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

Muscab PKB Jakarta Barat: Fokus UMKM, Pemuda, dan Isu Kota

23 April 2026 - 23:59
Jeda Koma di Selat Hormuz

Jeda Koma di Selat Hormuz

23 April 2026 - 23:43
Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

Bukan Ultrabook Biasa, Lenovo Kaitian X5d G1d Mengandalkan Hardware Lokal dan Sistem Khusus

23 April 2026 - 23:23
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.