Gereja Santo Kristoforus Gorontalo Nyaris Selesai, Tertunda Dana Rp3 Miliar

Diposting pada

Progres Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus Gorontalo

Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus di kawasan kota tua Biawao, Gorontalo, terus berjalan dengan progres yang cukup signifikan. Saat ini, sekitar 75–80 persen dari total pekerjaan telah selesai. Panitia pembangunan menargetkan untuk melakukan soft opening pada perayaan Natal 2026 mendatang agar gereja bisa digunakan meski belum sepenuhnya rampung.

Kondisi Fisik Bangunan

Secara fisik, bangunan utama gereja sudah berdiri kokoh. Dari sisi arsitektur, bangunan ini memiliki bentuk unik yang menyerupai salib jika dilihat dari atas. Atap berwarna biru mencolok menjadi ciri khas dari struktur ini. Selain itu, patung Santo Kristoforus yang menggendong Yesus Kristus telah dipasang sebagai ikon utama di bagian depan gereja.

Kendala Pendanaan

Meskipun progres pembangunan cukup baik, panitia masih menghadapi kendala utama dalam hal pendanaan. Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan gereja mencapai Rp9 miliar. Hingga saat ini, panitia masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp2,5 hingga Rp3 miliar.

Sumber pendanaan utama berasal dari swadaya umat Katolik Gorontalo. Namun, pendanaan dari pihak lain seperti bantuan CSR dari Bank Indonesia (BI), Telkom, dan PLN serta dukungan dari keuskupan tetap terbatas. Upaya pengajuan bantuan ke pemerintah daerah juga telah dilakukan sejak awal, namun hingga kini belum ada kepastian bantuan yang diterima.

Target Waktu dan Rencana Masa Depan

Frederik Putong, Ketua Panitia Pembangunan, menyatakan bahwa jika pendanaan berjalan lancar, pembangunan sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu relatif singkat. “Paling lambat kalau dana normal, paling satu tahun,” ujarnya.

Meski demikian, karena keterbatasan dana, proses pengerjaan mengalami perlambatan. Gereja yang mulai dibangun sejak Februari 2023 ini hingga memasuki tahun ketiga belum sepenuhnya rampung. Namun, secara fisik, bangunan utama sudah siap digunakan.

Lokasi dan Makna Simbolik

Gereja ini berada di Jalan Sutoyo dan Jalan 23 Januari, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan. Lokasinya berada di kawasan kota tua yang menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Di sekitarnya terdapat kelenteng, wihara, serta tidak jauh dari Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.

Gereja ini digadang-gadang akan menjadi salah satu gereja Katolik terbesar di Gorontalo. Dengan konsep arsitektur yang unik dan lokasi strategis, gereja ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan rohani dan komunitas bagi umat Katolik di wilayah tersebut.

Harapan dan Tantangan Masa Depan

Frederik Putong berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan gereja tersebut bisa segera dituntaskan dan dimanfaatkan oleh umat Katolik di Gorontalo. Ia menegaskan bahwa panitia tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan meski menghadapi tantangan finansial.

Dengan target soft opening pada Malam Natal 2026, gereja ini diharapkan bisa menjadi tempat ibadah yang layak dan nyaman bagi umat Katolik di kota Gorontalo.

Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan