Pos Pengamatan Gunung Dukono Melaporkan Tiga Kali Erupsi pada Selasa Pagi
Pos pengamatan Gunung Dukono melaporkan tiga kali momentum erupsi sepanjang pagi hari Selasa, 12 Desember 2026. Letusan terbaru yang dicatat oleh tim di pos adalah pada pukul 09.52 WIT atau 07.52 WIB, dengan abu vulkanik yang melontar hingga 2.000 meter dari atas permukaan kawah.
Salah satu petugas PGA Dukono, Saum Amin, mengatakan kepulan abu vulkanik mengarah ke sebelah barat laut. “Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya dalam laporannya untuk Badan Geologi, tak lama setelah kejadian.
Gunung setinggi 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Halmahera Barat, Maluku Utara, ini sempat erupsi juga pada pukul 07.26 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter. Letusan yang kolom abunya mengarah barat laut ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan durasi 35.87 detik.
Kurang dari setengah jam setelahnya, kata Saum. Gunung Dukono kembali erupsi pada pukul 07.55 WIT, dengan kolom abu setinggi 1.500 meter. Kepulan abunya membumbung dan mengarah ke barat laut.
Aktivitas Erupsi yang Terus Berlangsung
Sebagai gunung api aktif ketiga di Indonesia, Gunung Dukono tercatat sudah meletus sebanyak 117 kali sejak Januari 2026. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau warga lokal dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak Kawah Malupang dan Warirang.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” ucap Lana.
Lana meminta masyarakat di sekitar gunung berstatus Waspada ini selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik.
Faktor Pemicu Aktivitas Gunung Dukono
Badan Geologi mencatat aktivitas gunung bertipe stratovolcano atau berbentuk kerucut, yang berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Tobelo, dipicu dinamika aktivitas tektonik di Pulau Halmahera. Dinamika itu terhubung dengan pergerakan subduksi ganda, yakni Lempeng Laut Maluku yang mengarah ke timur di bawah Lempeng Pasifik.
Peringatan dan Persiapan Masyarakat
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi. Mereka juga diminta untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga, terutama jika berada di dekat area rawan letusan.
Selain itu, wisatawan disarankan untuk menghindari kunjungan ke daerah sekitar Gunung Dukono saat status gunung dalam kondisi waspada. Jika harus berkunjung, pastikan selalu membawa perlengkapan pelindung seperti masker dan jangan mendekati area yang dilarang.
Keberlanjutan Monitoring dan Edukasi
Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Dukono. Data-data yang diperoleh dari seismograf dan pos pengamatan akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan status keamanan gunung tersebut.
Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan secara berkala, baik melalui media massa maupun sosialisasi langsung di wilayah sekitar. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih memahami ancaman dari letusan gunung dan cara menghadapinya.
Rekomendasi untuk Wisatawan dan Warga Setempat
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah sekitar Gunung Dukono, disarankan untuk memperhatikan informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Jangan mengabaikan peringatan yang diberikan karena bisa berdampak pada keselamatan jiwa.
Warga setempat juga diminta untuk selalu siaga dan memperhatikan perubahan-perubahan kecil di sekitar lingkungan mereka. Jika ada tanda-tanda letusan yang tidak biasa, segera laporkan ke pos pengamatan terdekat.
Dengan demikian, upaya pencegahan dan mitigasi bencana dapat dilakukan secara efektif, sehingga risiko dari letusan Gunung Dukono dapat diminimalkan.



















