Harga Ayam Potong di Pasar Wosi Stabil Jelang Ramadan
Manokwari – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga ayam potong di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, dilaporkan masih berada dalam kisaran normal. Para pedagang optimis bahwa stabilitas harga ini akan terus terjaga, memberikan kelegaan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama bulan puasa.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Wosi, yang akrab disapa Dito, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan harga yang berarti menjelang bulan penuh berkah ini. “Harga ayam masih normal. Kami mengambil dari kandang dengan harga sekitar Rp 57 ribu sampai Rp 60 ribu per ekor,” ungkapnya saat ditemui pada Selasa (3/2/2026).
Harga jual di Pasar Wosi sendiri bervariasi, berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per ekor, tergantung pada ukuran ayam yang ditawarkan. Ayam dengan ukuran yang lebih kecil cenderung dijual dengan harga yang lebih terjangkau, sementara ayam berukuran besar memiliki banderol yang lebih tinggi.
“Kalau ayamnya kecil harganya sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 75 ribu, kalau yang besar bisa sampai Rp 80 ribu per ekor,” jelas Dito lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa perbedaan harga ini semata-mata disesuaikan dengan bobot dan ukuran ayam.
Faktor Ketersediaan Pasokan Menjadi Kunci Stabilitas Harga
Menurut Dito, faktor utama yang berkontribusi pada kestabilan harga ayam potong pada tahun ini adalah ketersediaan pasokan yang memadai di tingkat peternak. Stok yang melimpah memastikan bahwa permintaan pasar dapat terpenuhi tanpa adanya kendala berarti.
Fenomena ini sangat kontras dengan kondisi yang terjadi menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru lalu. Pada periode tersebut, pasokan ayam sempat mengalami pembatasan, yang kemudian memicu kenaikan harga yang cukup signifikan.
“Pas Natal dan Tahun Baru, stok ayam sempat habis sehingga harga naik sampai Rp 80 ribu bahkan Rp 100 ribu per ekor,” kenang Dito, menggambarkan betapa fluktuatifnya harga ketika pasokan tidak seimbang dengan permintaan.
Harapan Menjaga Pasokan Hingga Idulfitri
Dito menyuarakan harapannya agar pasokan ayam potong dapat terus terjaga kelancarannya, tidak hanya selama bulan puasa, tetapi juga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Dengan pasokan yang stabil, ia yakin harga ayam akan mampu bertahan pada level yang normal, sehingga tidak memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
“Mudah-mudahan puasa tahun ini berjalan lancar, harga ayam juga tetap normal sampai Lebaran, supaya masyarakat tidak terbebani kalau harus beli ayam,” tuturnya, menggarisbawahi pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai kebutuhan yang meningkat selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
Pantauan di Pasar Wosi menunjukkan bahwa aktivitas jual beli ayam potong berjalan seperti biasa. Meskipun demikian, terlihat adanya peningkatan permintaan secara bertahap seiring dengan semakin dekatnya bulan Ramadan. Para pembeli mulai mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk penyediaan lauk pauk yang melibatkan ayam sebagai salah satu bahan utama.
Situasi ini memberikan gambaran positif bagi para pedagang dan konsumen. Stabilitas harga yang terjadi saat ini diharapkan dapat menjadi tren yang berkelanjutan, menciptakan suasana belanja yang lebih nyaman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Manokwari. Dengan demikian, momen ibadah di bulan suci Ramadan dapat dijalani dengan lebih khidmat tanpa adanya kekhawatiran berlebih terkait kenaikan harga kebutuhan pokok.
Para pedagang di Pasar Wosi juga terus berupaya untuk menjaga kualitas ayam yang mereka jual, memastikan kesegaran dan kebersihan produk demi kepuasan pelanggan. Komunikasi yang baik antara pedagang dan peternak menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pasokan yang optimal. Diharapkan sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghadapi berbagai tantangan pasar di masa mendatang.
Situasi pasar yang kondusif menjelang Ramadan ini menjadi bukti bahwa perencanaan dan manajemen pasokan yang baik dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Dengan harga yang stabil, masyarakat dapat lebih leluasa dalam mengalokasikan anggaran mereka untuk kebutuhan primer lainnya, serta dapat menyisihkan sebagian untuk kegiatan sosial atau ibadah selama bulan suci.
Para pedagang juga mengantisipasi adanya lonjakan permintaan yang mungkin terjadi menjelang akhir Ramadan dan Idulfitri. Oleh karena itu, komunikasi dengan para pemasok akan terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan stok yang memadai. Upaya ini penting agar tidak terjadi kembali kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga yang tidak diinginkan.
Secara keseluruhan, kondisi harga ayam potong di Pasar Wosi menjelang Ramadan tahun ini memberikan angin segar. Stabilitas harga yang didukung oleh ketersediaan pasokan yang baik menjadi modal penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi di Kabupaten Manokwari.



















