Moh Zaki Ubaidillah Raih Gelar BWF World Tour Super 300 Pertama di Thailand Masters 2026
Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah bulu tangkis internasional. Kali ini, giliran pebulu tangkis tunggal putra andalan Merah Putih, Moh Zaki Ubaidillah, yang berhasil meraih gelar juara BWF World Tour Super 300 pertamanya di ajang Thailand Masters 2026. Kemenangan ini diraih setelah melalui laga final yang sangat menegangkan dan menguras tenaga melawan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand, pada Minggu, 1 Februari 2026. Ubed, sapaan akrabnya, sukses menaklukkan lawannya dengan skor akhir 21-19, 20-22, dan 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga gim.
Perjalanan Sengit Menuju Podium Juara
Laga final ini diprediksi akan berjalan sengit, dan prediksi tersebut terbukti benar. Moh Zaki Ubaidillah, yang merupakan kampiun Kejuaraan Asia Junior, harus berhadapan dengan tekanan luar biasa dari publik tuan rumah. Panitchaphon Teeraratsakul adalah satu-satunya wakil Thailand yang berhasil menembus babak final, sehingga seluruh dukungan tertuju padanya.
Sejak awal pertandingan, kedua pemain menunjukkan kualitas permainan yang setara. Teeraratsakul berhasil membuka keunggulan poin pertama, namun Ubed dengan cepat membalas dan berbalik unggul 2-1. Pertarungan berlangsung alot, dengan kedua atlet saling berbalas serangan dan poin hingga skor imbang 6-6.
Meskipun sempat tertinggal dua poin di angka 8-6, Ubed menunjukkan ketenangannya dengan menyamakan kedudukan melalui smes lurus yang mematikan. Namun, Teeraratsakul kembali berhasil unggul dua poin menjelang jeda gim pertama.
Momentum dan Perjuangan di Gim Pertama
Di bawah arahan langsung pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, Ubed berusaha tampil lebih fokus setelah jeda. Perlahan namun pasti, situasi berbalik. Ubed berhasil mengambil alih keunggulan dan memimpin dua angka pada skor 14-12.
Namun, pertandingan harus mengalami jeda sementara ketika Ubed membutuhkan perawatan pada tangannya yang mengalami luka ringan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Teeraratsakul untuk menyamakan kedudukan. Bahkan, wakil tuan rumah sempat memimpin tiga angka dengan skor 19-16.
Di sinilah mental juara Ubed benar-benar teruji. Dengan tetap tenang, ia berhasil menyamakan skor dan bahkan mencetak game point pertamanya. Sebuah smes keras dari Ubed yang sempat menyentuh bibir net namun jatuh di area permainan lawan menjadi penentu. Lima poin beruntun berhasil diraih Ubed, termasuk poin dari pengembalian lawan yang tidak melewati net, memastikan kemenangan di gim pertama.
Ketegangan di Gim Kedua dan Ketahanan Mental
Memasuki gim kedua, Ubed sempat tertinggal cukup jauh. Skor 3-10 menunjukkan dominasi Teeraratsakul. Namun, seperti di gim pertama, Ubed kembali menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Ia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi empat angka di interval dengan skor 7-11.
Selepas jeda, Teeraratsakul kembali memperlebar jarak keunggulan menjadi enam angka pada skor 16-10. Situasi ini tampaknya akan mengarah pada kemenangan mudah bagi wakil tuan rumah. Namun, Ubed tidak menyerah. Ia melesakkan empat poin beruntun, mengubah selisih menjadi hanya satu angka, 16-17.
Ketegangan semakin memuncak ketika Ubed berhasil menyamakan kedudukan menjadi 17-17, bahkan sempat berbalik unggul 18-17. Namun, Teeraratsakul mampu mencuri dua poin krusial untuk memimpin kembali 19-18. Skor kembali imbang 19-19, namun smes keras dari Teeraratsakul menghasilkan game point untuknya. Meskipun Ubed sempat memaksakan set point melalui dorongan akuratnya, gim kedua akhirnya harus berakhir untuk kemenangan Teeraratsakul, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Gim Penentuan dan Puncak Kemenangan
Di gim ketiga, Ubed kembali harus memulai dengan tertinggal. Skor 8-11 di interval menunjukkan bahwa Teeraratsakul masih memiliki momentum. Namun, setelah jeda, Ubed menunjukkan performa yang berbeda. Ia berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 15-15 melalui smes keras lurus yang tidak mampu dibendung lawan.
Pertarungan kembali berlangsung ketat, dengan kedua pemain saling membalas poin hingga skor imbang 18-18. Sebuah dorongan dari Teeraratsakul yang dinyatakan keluar lapangan memberikan keunggulan bagi Ubed. Akhirnya, Ubed berhasil mencatatkan match point pertamanya dengan keunggulan dua poin. Meskipun Teeraratsakul sempat membalas satu poin, smes keras terakhir dari Moh Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan dan gelar juara pertama baginya di ajang BWF World Tour.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi yang luar biasa bagi Ubed, tetapi juga menjadi catatan penting bagi bulu tangkis Indonesia. Selain itu, hasil ini juga menjadi kekalahan beruntun bagi Panitchaphon Teeraratsakul di final dalam dua pekan berturut-turut. Pekan sebelumnya, ia harus mengakui keunggulan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Alwi Farhan, di final Indonesia Masters 2026.
Rekap Hasil Final Thailand Masters 2026
Berikut adalah rekap lengkap hasil pertandingan final Thailand Masters 2026:
- Ganda Putri (WD): Bao Li Jing/Li Yi Jing (China) mengalahkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan skor 21-15, 15-21, 21-18.
- Ganda Putra (MD): Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (1) mengalahkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (2) dengan skor 21-10, 21-17.
- Tunggal Putri (WS): Devika Sihag (India) mengalahkan Goh Jin Wei (Malaysia) dengan skor 21-8, 6-3 (mundur).
- Ganda Campuran (XD): Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti kalah dari Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (6) dengan skor 21-18, 19-21, 17-21.
- Tunggal Putra (MS): Moh Zaki Ubaidillah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) dengan skor 21-19, 20-22, 21-19.



















