Hasil Kunjungan Prabowo ke Eropa: Apa yang Didapat?

Diposting pada

Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan serangkaian kunjungan kerja luar negeri yang signifikan, meliputi Inggris dan Swiss, pada akhir pekan lalu (24 Januari 2026). Kunjungan ini membuahkan sejumlah hasil penting bagi Indonesia, mulai dari komitmen investasi hingga partisipasi dalam inisiatif perdamaian global.

Kunjungan ke Inggris: Investasi, Kerja Sama Maritim, dan Pendidikan

Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo bertemu dengan berbagai tokoh penting, termasuk Raja Charles III, Perdana Menteri Keir Starmer, Wakil Perdana Menteri David Lammy, serta sejumlah pengusaha dan akademisi terkemuka. Pertemuan-pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting:

  • Komitmen Investasi: Inggris berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 4 miliar poundsterling, atau sekitar Rp 90 triliun, di Indonesia. Investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

  • Penguatan Kerja Sama Maritim: Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang maritim. Hal ini mencakup peningkatan keamanan maritim, pengembangan infrastruktur pelabuhan, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

  • Kerja Sama Pembangunan Kapal Nelayan: Inggris akan bekerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan. Kapal-kapal ini akan diproduksi dan dirakit di Indonesia, yang akan memberikan manfaat ekonomi bagi industri perkapalan lokal.

Konservasi Taman Nasional Bersama Raja Charles III

Pertemuan dengan Raja Charles III juga menghasilkan kesepakatan penting terkait konservasi lingkungan. Keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam pemulihan ekosistem di 57 taman nasional di Indonesia.

  • Dukungan Konservasi: Kerja sama ini mencakup dukungan terhadap upaya konservasi yang sedang berjalan di sejumlah kawasan strategis, seperti Taman Nasional Way Kambas di Lampung, yang merupakan pusat konservasi gajah Sumatera.

  • Konservasi di Peusangan, Aceh: Kerja sama konservasi juga akan dilakukan di kawasan Peusangan, Aceh. Lahan seluas sekitar 90.000 hektar di Aceh, yang merupakan tanah pribadi Presiden Prabowo, telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Lahan ini tersebar di beberapa lokasi di Aceh.

Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Terkemuka Inggris

Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, termasuk King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh. Pertemuan ini diadakan dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London.

  • Peningkatan Jumlah Mahasiswa Indonesia di Inggris: Salah satu hasil dari pertemuan ini adalah peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris.

  • Pendirian Kampus Universitas Inggris di Indonesia: Terdapat rencana untuk mendirikan kampus universitas Inggris di Indonesia. Hal ini akan memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi lebih banyak mahasiswa Indonesia.

  • Pertukaran Dosen: Program pertukaran dosen juga akan ditingkatkan, yang akan memperkuat kerja sama antara universitas di kedua negara.

  • Pembangunan 10 Kampus Baru di Indonesia: Presiden Prabowo berencana untuk membangun 10 kampus baru di Indonesia, yang akan fokus pada bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kampus-kampus ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan industri.

Kunjungan ke Swiss: Bergabung dengan Dewan Perdamaian

Di Swiss, Presiden Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos. Selain itu, beliau menandatangani piagam sebagai tanda resmi bergabungnya Indonesia dalam Dewan Keamanan (Board of Peace/BoP).

  • Anggota Pendiri Dewan Perdamaian: Indonesia menjadi salah satu negara pendiri (founding members) Dewan Perdamaian. Keikutsertaan Indonesia menunjukkan komitmen negara terhadap perdamaian dan stabilitas global.

  • Tujuan Dewan Perdamaian: Pembentukan Dewan Perdamaian bertujuan untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025).

  • Struktur Pemerintahan Gaza yang Teknokratis: Resolusi tersebut juga merujuk pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Pertemuan dengan Presiden Macron di Perancis

Presiden Prabowo juga memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.

  • Penguatan Kerja Sama Indonesia-Prancis: Santap malam tersebut dipenuhi percakapan mengenai peluang penguatan kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai bidang strategis.
Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan