Persib Bandung Ajukan Perubahan Jadwal Liga Demi Laga Penting di AFC Champions League Two
Persib Bandung, salah satu tim papan atas di Liga Indonesia, kini tengah menghadapi dilema jadwal yang cukup pelik. Pelatih Bojan Hodak secara tegas menyatakan harapannya agar operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dapat memberikan perhatian khusus dan bantuan terkait penyesuaian jadwal kompetisi domestik untuk musim 2025/2026. Permohonan ini diajukan bukan tanpa alasan kuat, melainkan untuk mendukung kiprah Persib di kancah internasional, khususnya dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2).
Persib dijadwalkan akan berlaga di babak 16 besar ACL 2 menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC. Pertandingan leg pertama akan digelar pada tanggal 11 Februari, diikuti oleh leg kedua pada 18 Februari mendatang. Sesuai regulasi, leg pertama akan dimainkan di kandang lawan.
Tantangan terbesar muncul ketika jadwal pertandingan krusial melawan Ratchaburi tersebut berdekatan dengan jadwal liga domestik. Persib dijadwalkan untuk menghadapi Borneo FC pada tanggal 16 Februari, hanya berselang lima hari setelah leg pertama di Thailand dan tiga hari sebelum leg kedua. Bagi “Maung Bandung”, sapaan akrab Persib, jadwal ini jelas sangat memberatkan dan membatasi waktu persiapan serta pemulihan pemain.
Pertandingan melawan Borneo FC bukanlah laga biasa. Laga ini sangat menentukan dalam perburuan gelar juara Liga 1 musim ini, mengingat Borneo FC juga merupakan salah satu pesaing terdekat Persib. Kekecewaan dan kekhawatiran jelas terpancar dari kubu Persib.
Bojan Hodak mengungkapkan bahwa manajemen klub telah bergerak cepat untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. Pihak Persib telah secara resmi mengajukan permohonan penjadwalan ulang pertandingan melawan Borneo FC kepada PT LIB sebagai operator liga. Menurut Hodak, permintaan ini sangat wajar mengingat jeda waktu yang diberikan kepada tim sangatlah sempit.
“Kami sedang fokus mengajukan penjadwalan ulang di liga,” ujar Bojan Hodak, menekankan urgensi situasi ini.
Beban Tiga Pertandingan dalam Dua Pekan
Pelatih asal Kroasia ini menjelaskan lebih lanjut mengenai betapa sulitnya kondisi yang akan dihadapi timnya. Bermain tiga kali dalam rentang waktu dua pekan, dengan jadwal yang berdekatan seperti ini, tentu akan memberikan tekanan luar biasa.
- Pemulihan Pemain Terancam: Kondisi kebugaran pemain menjadi sorotan utama. Dengan hanya satu hari untuk pemulihan antara pertandingan internasional yang menguras tenaga dan pertandingan krusial di liga domestik, risiko cedera pemain akan meningkat drastis.
- Pentingnya Laga ACL 2: Pertandingan melawan Ratchaburi FC di ACL 2 memiliki arti penting bagi Persib. Kemenangan di babak ini akan membuka jalan bagi mereka untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Asia, sebuah pencapaian yang sangat diharapkan oleh para penggemar.
- Menjaga Nama Baik Indonesia: Sebagai salah satu wakil Indonesia di kancah Asia, Persib dituntut untuk meraih prestasi. Dukungan dalam bentuk penyesuaian jadwal dapat sangat membantu tim untuk tampil maksimal dan membawa nama baik sepak bola Indonesia.
“Karena ada periode di mana kami harus memainkan tiga pertandingan dalam dua pekan,” terang Hodak, menyoroti kepadatan jadwal yang tidak ideal.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit, Bojan Hodak tetap menunjukkan optimisme. Ia meyakini bahwa jika pertandingan melawan Borneo FC dapat digeser, peluang Persib untuk melaju lebih jauh di ACL 2 akan semakin besar.
Hodak berpendapat bahwa timnya memiliki komposisi pemain yang solid dan telah terbiasa menghadapi lawan-lawan tangguh di kancah Asia Tenggara. Pengalaman sebelumnya yang sukses mengalahkan tim-tim kuat seperti Bangkok United, Selangor FC, dan memberikan perlawanan sengit kepada Lion City Sailors menjadi bukti kualitas skuad Persib.
“Jika penyesuaian ini bisa dilakukan, saya percaya peluang kami untuk lolos ke babak berikutnya sangat terbuka,” ungkapnya dengan keyakinan.
Pelatih yang dikenal dengan taktiknya yang cerdas ini menambahkan, “Ada banyak hal positif yang bisa kami ambil dari situasi ini, dan kami siap berjuang.”
Permohonan Persib ini menjadi sorotan penting bagi PT LIB. Bagaimana operator liga akan merespons permintaan ini akan menentukan sejauh mana Persib dapat fokus pada kiprahnya di ACL 2 tanpa mengorbankan performanya di liga domestik, serta bagaimana mereka dapat mendukung perwakilan Indonesia di kompetisi internasional. Kebijakan yang diambil akan menjadi preseden penting bagi klub-klub lain yang mungkin menghadapi situasi serupa di masa depan.



















