PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk HK Peduli. Bantuan difokuskan pada beberapa wilayah yang paling parah terkena dampak, meliputi Kecamatan Nanggalo, Kota Padang; Kecamatan Batipuh dan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar; Kampuang Tangah, Talao Mundam, Nagari Katapiang, dan Nagari Sicincin di wilayah Padang Pariaman; serta Kabupaten Agam.
Bentuk dukungan yang diberikan sangat beragam, mulai dari penyediaan logistik dan kebutuhan sehari-hari bagi para pengungsi, bantuan alat berat untuk membuka kembali akses yang terputus akibat bencana, hingga pendirian posko bantuan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi pasca-bencana.
Kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan implementasi dari arahan yang diberikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Donny Oskaria, yang menekankan pentingnya peran aktif BUMN dalam membantu korban bencana melalui program BUMN Peduli. Saat mengunjungi lokasi terdampak di Sumatra Barat beberapa waktu lalu, Donny Oskaria berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk pemulihan akses jalan, ketersediaan logistik, dan dukungan peralatan.
Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa keterlibatan Hutama Karya dalam upaya ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah yang terdampak bencana. “Dalam situasi darurat seperti ini, kami secara intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dukungan yang kami berikan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. “Kami juga melaksanakan arahan dari Danantara agar BUMN dapat dengan cepat hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.”
Hutama Karya telah berada di Sumatra Barat sejak awal terjadinya bencana untuk memberikan dukungan dalam penanganan awal dampak hidrometeorologi di berbagai titik yang terkena dampak. Tahap awal difokuskan pada survei kondisi lapangan, penyaluran bantuan logistik dasar, serta dukungan penanganan material longsor di kawasan yang akses jalannya terganggu. Mobilisasi sumber daya dilakukan bersama dengan entitas-entitas yang tergabung dalam Hutama Karya Group, termasuk PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).
Prioritas awal penyaluran bantuan Hutama Karya di Sumatra Barat adalah Kabupaten Padang Pariaman, yang mengalami dampak banjir dan gangguan akses jalan yang signifikan. Selanjutnya, bantuan dialihkan ke Kota Padang, dengan fokus awal di Kecamatan Nanggalo yang mengalami banjir dan mengakibatkan warga harus mengungsi. Di wilayah ini, Hutama Karya menyalurkan bantuan berupa selimut, kasur lipat, makanan siap saji, air mineral, dan kebutuhan bayi melalui posko bencana resmi, sekaligus memperkuat dukungan bagi para pengungsi di kawasan perkotaan.


Di Kabupaten Tanah Datar, Hutama Karya memusatkan penyaluran bantuan di Kecamatan Batipuh, salah satu wilayah yang terdampak banjir dan longsor akibat bencana hidrometeorologi. Penyaluran bantuan dilakukan melalui posko penanggulangan bencana dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat nagari. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, khususnya keluarga dengan anak-anak dan kelompok rentan.
Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako dan kebutuhan harian. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, teh, kopi, dan biskuit yang dibagikan secara bertahap sesuai dengan jumlah keluarga penerima. Selain logistik, perusahaan juga menyiapkan dukungan peralatan untuk kebutuhan listrik darurat dan operasional dapur umum, yang disesuaikan dengan permintaan dari posko penanggulangan bencana.
Rangkaian bantuan berlanjut ke wilayah Padang Pariaman dengan sasaran utama Kampuang Tangah, Talao Mundam, Nagari Katapiang, dan Nagari Sicincin. Penyaluran bantuan dilaksanakan melalui posko dan perangkat nagari yang telah ditetapkan sebagai titik distribusi bantuan. Wilayah ini terdampak banjir dan kerusakan infrastruktur yang signifikan, sehingga membutuhkan kombinasi bantuan logistik dan dukungan sarana listrik darurat untuk menjaga agar layanan dasar tetap berjalan.
Bantuan yang disalurkan oleh Hutama Karya meliputi paket sembako, selimut, kasur lipat, bantal, serta tambahan logistik seperti mi instan, air mineral, minyak goreng, susu bayi, gula, teh, kopi, dan popok bayi. Perusahaan juga mengerahkan 10 unit genset berkapasitas menengah yang diprioritaskan untuk posko pengungsian, dapur umum, dan pos kesehatan. Seluruh bantuan disalurkan melalui BPBD, kelurahan, dan posko bencana setempat sebelum diteruskan kepada warga yang terdampak.
Hutama Karya juga memberikan dukungan untuk Kabupaten Agam yang terdampak banjir dan longsor sebagai bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat. Di wilayah ini, kerusakan akses jalan dan gangguan layanan dasar menjadi tantangan utama dalam penanganan bencana dan distribusi bantuan. Kebutuhan akan peralatan berat dan sarana air bersih diidentifikasi sebagai elemen penting dalam tahap pemulihan.
Paket bantuan untuk Kabupaten Agam mencakup dua unit excavator, empat unit WC portabel, dua unit tandon air berkapasitas 3.300 liter, dua unit pompa air, dan lima unit genset. Pengadaan dilakukan secara kombinasi dari Palembang dan Padang agar distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi akses menuju lokasi yang dinamis.
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh BPBD Provinsi Sumatra Barat beberapa waktu lalu, bencana hidrometeorologi di wilayah ini mengakibatkan 23.316 orang mengungsi. Selain itu, tercatat 112 orang luka-luka, 116 orang hilang, dan 194 orang meninggal dunia. Terkait kerusakan permukiman, terdapat 1.018 rumah rusak berat, 1.787 rumah terdampak sedang, dan 372 rumah terdampak ringan.
Data tersebut menjadi acuan bagi Hutama Karya dalam menetapkan prioritas penyaluran bantuan di tiga titik utama di Sumatra Barat. Lokasi dengan jumlah pengungsi yang tinggi dan kerusakan infrastruktur yang signifikan ditempatkan sebagai sasaran awal, sebelum dilakukan penyesuaian bentuk dukungan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Dengan upaya ini, Hutama Karya berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana dan mempercepat proses pemulihan di wilayah Sumatra Barat.


















