• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Istri Nadiem Makarim Merasa Diperlakukan Tidak Adil, Soroti Ketidakpastian Hukum

Luna by Luna
30 April 2026 - 22:25
in politik
0

Peran Keluarga dalam Kasus Kriminalisasi Kebijakan

Istri mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, Franka Franklin, menyampaikan pernyataan penting mengenai dampak kasus dugaan korupsi Chromebook yang menjerat suaminya. Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya memengaruhi individu terdakwa, tetapi juga merusak kehidupan keluarga secara keseluruhan.

Pernyataan ini disampaikan Franka dalam acara peluncuran buku Kriminalisasi Kebijakan di Universitas Paramadina, Jakarta, pada Kamis (30/4). Ia menjelaskan bahwa apa yang terjadi kepada suami-suami mereka, termasuk keluarga, adalah sesuatu yang harus dijalani, diterima, dan doakan setiap hari.

Menurut Franka, satu kasus hukum dapat merusak seluruh ekosistem keluarga, terutama jika tuduhan tersebut tidak terbukti benar. Ia menegaskan bahwa satu kasus tidak hanya memengaruhi satu orang. Vonis satu tahun, 10 tahun, 15 tahun, hingga 20 tahun tidak hanya berdampak pada terdakwa, tetapi juga merusak seluruh kehidupan keluarga, apalagi jika orang tersebut tidak bersalah.

Franka berharap agar berbagai kasus yang disebut sebagai kriminalisasi kebijakan tidak membuat para pengambil keputusan kehilangan keberanian untuk berinovasi dan berkontribusi bagi negara. Ia meyakini bahwa keteladanan dan dedikasi saat ini akan tetap dirasakan oleh generasi mendatang.

“Saya hanya berharap ketakutan untuk berinovasi dan berbakti tidak lebih besar daripada harapan kita terhadap potensi bangsa ini,” ujarnya.

Perspektif dari Keluarga Terdakwa

Pernyataan serupa disampaikan oleh Utari Wardani, istri mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi. Ia menyoroti adanya kesenjangan antara narasi yang berkembang di ruang publik dengan fakta yang terungkap di persidangan.

Menurut Utari, pada awal penanganan perkara, Kejaksaan Agung sempat menyampaikan narasi mengenai praktik minyak oplosan serta dugaan kerugian negara hingga Rp 1.000 triliun. Namun, narasi tersebut tidak tercermin dalam proses pembuktian di pengadilan.

Baca Juga  Iran menolak gencatan senjata 45 hari: perang harus berakhir total, bukan hanya jeda

“Kasus Pertamina ini berbeda, karena orang-orang tidak berani membantu kami bersuara. Citra kami sudah dihancurkan oleh narasi yang dimainkan. Publik hanya mengingat isu oplosan dan korupsi Rp 1.000 triliun, padahal narasi itu tidak muncul di pengadilan. Kasus oplosan tidak ada, dan korupsi Rp 1.000 triliun pun tidak terbukti,” ungkapnya.

Ia menilai, narasi yang berkembang sejak awal telah membentuk persepsi publik sebelum persidangan berlangsung, sehingga memperberat tekanan sosial terhadap keluarga terdakwa.

Proses Hukum dan Kontribusi Suami

Dalam persidangan, Utari menegaskan bahwa keputusan yang diambil suaminya merupakan bagian dari kewenangan jabatan dan telah melalui prosedur yang berlaku, tanpa adanya niat jahat maupun aliran dana pribadi.

Ia juga mempertanyakan dasar perhitungan kerugian negara dalam perkara tersebut, yang dinilainya masih bersifat asumsi, sementara hasil transaksi yang dipersoalkan telah disetorkan sepenuhnya kepada negara.

Lebih lanjut, Utari menyebut vonis yang dijatuhkan terasa berat jika dibandingkan dengan kontribusi suaminya selama menjabat. Yoki Firnandi tercatat meningkatkan laba PIS dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 9,1 triliun dalam 2,5 tahun masa jabatannya sebagai direktur utama.

“Bisa dilihat bagaimana komitmennya dalam membesarkan perusahaan yang dipimpinnya. Kira-kira koruptor seperti apa yang justru memberikan keuntungan sebesar itu?” pungkasnya.

Dampak Sosial dan Psikologis

Kasus-kasus seperti ini tidak hanya memengaruhi reputasi individu, tetapi juga memberikan dampak psikologis dan sosial yang mendalam pada keluarga. Dalam banyak situasi, narasi publik yang tidak akurat atau tidak terbukti dapat menciptakan stigma dan tekanan yang berlebihan terhadap keluarga terdakwa.

Keluarga sering kali menjadi korban kedua dari tindakan hukum yang tidak adil, bahkan jika orang yang ditahan tidak bersalah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sistem hukum yang adil dan transparan, serta perlunya perlindungan terhadap keluarga dari dampak negatif yang tidak wajar.

Baca Juga  Analisis Kandidat Potensial Pilkada Serentak 2026: Siapa yang Akan Memimpin?

Selain itu, kasus-kasus ini juga memicu pertanyaan tentang bagaimana kebijakan dan inovasi bisa terganggu oleh ancaman hukum yang tidak proporsional. Jika para pengambil keputusan takut untuk bertindak karena risiko hukum, maka potensi pembangunan dan kemajuan negara bisa terhambat.

Kesimpulan

Kasus kriminalisasi kebijakan menunjukkan bahwa tindakan hukum tidak boleh hanya berfokus pada individu, tetapi juga mempertimbangkan dampak terhadap keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Diperlukan kesadaran kolektif bahwa keadilan hukum harus sejalan dengan keadilan sosial, agar tidak ada lagi korban yang tidak bersalah.

Tags: diperlakukanketidakpastianmakarimmerasanadiempolitiksoroti
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

PRIMa 5 Tahun: Agus Jabo Serukan Revolusi Ekonomi Rakyat demi Pancasila
politik

PRIMa 5 Tahun: Agus Jabo Serukan Revolusi Ekonomi Rakyat demi Pancasila

15 Juni 2026 - 09:43
BRIN Minta Maaf Penggunaan Lambang Garuda yang Keliru
politik

BRIN Minta Maaf Penggunaan Lambang Garuda yang Keliru

15 Juni 2026 - 06:42
Yohanes Ontot: Tak Ada Ampun Bagi Pemecah Bangsa
politik

Yohanes Ontot: Tak Ada Ampun Bagi Pemecah Bangsa

15 Juni 2026 - 06:16
Polda Sumsel: Pancasila 2026, Komitmen Kebangsaan Terukir
politik

Polda Sumsel: Pancasila 2026, Komitmen Kebangsaan Terukir

14 Juni 2026 - 17:17
Dino Patti Djalal Kritik Prabowo: Balasan Seskab Teddy Indra Wijaya
politik

Dino Patti Djalal Kritik Prabowo: Balasan Seskab Teddy Indra Wijaya

14 Juni 2026 - 13:50
Kuba: AS Sengaja Lakukan Genosida
politik

Kuba: AS Sengaja Lakukan Genosida

14 Juni 2026 - 10:48
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Panggilan Timnas Senior Mathew Baker: Sebuah Kehormatan

Panggilan Timnas Senior Mathew Baker: Sebuah Kehormatan

15 Juni 2026 - 12:45
Ancaman Krisis Properti Global: Dampak Terbaru dan Prediksi Pasar Saham Asia

Ancaman Krisis Properti Global: Dampak Terbaru dan Prediksi Pasar Saham Asia

15 Juni 2026 - 12:42
Boy, 9, Hit by Police Car, Rushed to Hospital

Boy, 9, Hit by Police Car, Rushed to Hospital

15 Juni 2026 - 12:19
Wagub Kepri Pertimbangkan Pelabuhan Dabo Singkep untuk Pemkab Lingga

Wagub Kepri Pertimbangkan Pelabuhan Dabo Singkep untuk Pemkab Lingga

15 Juni 2026 - 12:19
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.