Pengukuhan Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Mathla’ul Anwar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jazuli Juwaini, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) untuk periode 2026–2031. Ia menggantikan KH Embay Mulya Syarief yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum selama periode 2021–2026.
Pemilihan ini dilakukan dalam Muktamar ke-XXI Mathla’ul Anwar yang diselenggarakan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, pada Minggu (12/4/2026). Dalam pemilihan tersebut, Jazuli mendapatkan 77 suara, unggul atas Andi Yudi Hendriawan yang meraih 71 suara, sementara Humaidi Hasan tidak memperoleh suara sama sekali.
Sebagai ketua umum terpilih, Jazuli menegaskan komitmennya untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Mathla’ul Anwar. Ia menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Yang pertama, kita akan membenahi sumber daya manusia. Yang kedua, Mathla’ul Anwar ini bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Risalah tiga ini akan kita kokohkan ke depan,” ujarnya, dikutip Senin (13/4/2026).
Fokus pada Penguatan Lembaga Pendidikan
Jazuli menyoroti pentingnya pembenahan lembaga pendidikan yang menjadi salah satu kekuatan utama organisasi tersebut. Menurutnya, pengelolaan dan penataan lembaga pendidikan harus terus ditingkatkan agar mampu melahirkan generasi unggul.
“Mathla’ul Anwar punya sekolah-sekolah, perguruan-perguruan, lembaga pendidikan. Ke depan kita benahi pengelolaannya, penataannya, sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Bukan hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global,” kata Jazuli.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Selain fokus pada penguatan internal, Jazuli juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Ia menilai sinergi antarormas menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan umat dan bangsa.
“Kita akan membangun kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat, termasuk ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya. Kita harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Peran Teknologi dalam Pembentukan Generasi
Di tengah pesatnya perkembangan era digital, ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara positif. Jazuli menyampaikan bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas generasi, bukan sebaliknya.
“Teknologi digital dan informasi saat ini harus kita arahkan menjadi sarana untuk mempercepat pembentukan kecerdasan, keterampilan, dan kualitas generasi bangsa, bukan justru merusaknya,” ungkap Jazuli.
Peran Mathla’ul Anwar dalam Tantangan Global
Menanggapi tantangan global, ia menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan berperan aktif bersama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
“Ketidakpastian global ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Mathla’ul Anwar akan bersama pemerintah dan berbagai elemen lainnya untuk menghadapi persoalan, baik di dalam negeri maupun secara global. Sinergi adalah kunci,” pungkasnya.



















