Jemaah Haji Asal Bangka Belitung Mulai Kembali ke Tanah Air, Proses Kepulangan Berjalan Bertahap
BANGKA – Seiring dengan berakhirnya rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, jemaah asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijadwalkan untuk kembali ke tanah air secara bertahap melalui Debarkasi Palembang. Kepulangan ini menandai akhir dari perjalanan spiritual ribuan umat Muslim.
Jadwal kepulangan jemaah asal Bangka Belitung terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Kloter 7 dijadwalkan tiba pada tanggal 11 Juni 2026, disusul oleh Kloter 8 pada tanggal 1Juni 2026, dan Kloter 9 pada tanggal 14 Juni 2026.
Semula, jumlah jemaah haji asal Bangka Belitung yang terdaftar adalah sebanyak 1.077 orang. Namun, terjadi mutasi tiga jemaah yang memutuskan untuk pindah ke provinsi lain, sehingga total jemaah yang diberangkatkan menjadi 1.074 orang.
Dalam perjalanan ibadah yang penuh kekhusyukan ini, kabar duka menyelimuti jemaah asal Bangka Belitung. Seorang jemaah asal Bangka Selatan, Aminah (75 tahun), yang merupakan anggota Kloter 9, dilaporkan wafat di Arab Saudi. Menurut informasi, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat sesak napas.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dewi Rosaria Indah, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah satu jemaah.
Sementara itu, sebagian jemaah dari Kloter 8 dilaporkan telah menyelesaikan rangkaian wajib haji melalui metode nafar awal dan kini telah kembali ke hotel mereka di Makkah. Metode nafar awal memungkinkan jemaah untuk mempercepat kepulangan mereka dari Mina setelah menyelesaikan lemparan jumrah.
Setelah seluruh rangkaian ibadah di Mina selesai, para jemaah akan melanjutkan dengan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram. Ibadah ini merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan. Sebagai penutup rangkaian ibadah haji sebelum kembali ke tanah air, para jemaah akan menunaikan Tawaf Wada, yaitu tawaf perpisahan.
Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M: Fase Kepulangan Gelombang Pertama
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengumumkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki fase krusial, yaitu kepulangan jemaah gelombang pertama ke tanah air. Proses pemulangan ini dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa hingga Senin, 1 Juni 2026, operasional penyelenggaraan haji telah memasuki hari ke-42. Secara umum, seluruh rangkaian ibadah dan layanan yang diberikan kepada jemaah dilaporkan berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali.
“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria Assegaff.
Keberhasilan pelaksanaan puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lempar jumrah, menjadi modal penting dalam memasuki fase kepulangan jemaah. Pemerintah terus berupaya mengawal setiap pergerakan jemaah, mulai dari hotel, perjalanan menuju bandara, hingga proses penerbangan, demi memastikan semuanya berlangsung aman dan tertib.
Pada hari pertama dimulainya fase kepulangan gelombang pertama, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia. Hingga pukul 10.00 WIB pada hari yang sama, sebanyak 12 kloter telah berhasil diberangkatkan dari Arab Saudi, membawa total 3.479 jemaah dan 36 petugas haji.
Maria Assegaff juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Ia memuji kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan jemaah dalam mengikuti arahan petugas selama menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci.
Selain itu, Kemenhaj juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama musim haji tahun ini. “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” tambahnya.
Pengaturan Barang Bawaan dan Air Zamzam
Kemenhaj memberikan imbauan penting kepada seluruh jemaah yang telah masuk dalam jadwal kepulangan. Jemaah diminta untuk mempersiapkan barang bawaan mereka dengan cermat dan senantiasa mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan.
Dokumen-dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan selama perjalanan, disarankan untuk disimpan di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini penting untuk kelancaran proses pemeriksaan dan administrasi.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk memperhatikan aturan terkait berat dan jenis barang bawaan yang sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan. Setiap maskapai memiliki regulasi yang berbeda mengenai batas berat bagasi terdaftar dan bagasi kabin.
Secara khusus, Kemenhaj kembali menegaskan larangan membawa air zamzam, baik ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara.
“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.
Kemenhaj memastikan bahwa jemaah tidak perlu repot membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi resmi air zamzam. Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter setibanya di debarkasi masing-masing di tanah air.
“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” jelas Maria.
Di samping itu, Kemenhaj juga mengimbau para jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan mereka selama menunggu jadwal kepulangan. Mengingat suhu udara di Makkah masih cenderung tinggi, jemaah disarankan untuk:
- Memperbanyak konsumsi air putih.
- Makan secara teratur sesuai anjuran.
- Beristirahat yang cukup.
- Menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.
Perhatian khusus juga diminta untuk diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Kelompok rentan ini diharapkan mendapat perhatian ekstra dari ketua kloter, ketua rombongan, keluarga, maupun sesama jemaah untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka selama menunggu proses kepulangan.













