Perayaan Idulfitri di Masjid Nurul Iman, Fakfak
Di kawasan Kampung Sekban, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, ratusan jemaah terlihat khidmat dalam melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Nurul Iman. Perayaan ini berlangsung pada hari Sabtu (21/3/2026), dengan para jemaah memekikkan takbir sejak pukul 06.00 WIT.
Dalam khotbahnya, Hamid Mauw menyampaikan pesan penting mengenai makna Ramadan dan perayaan Idulfitri. Ia menuturkan bahwa bulan suci Ramadan telah berlalu, dan bagi umat Islam, khususnya jemaah Masjid Nurul Iman, penting untuk menyerap pelajaran dan hikmah dari bulan tersebut.
“Bagi kita yang lalai dari mengambil pelajaran selama Bulan Suci Ramadan dan tidak mampu mengubah perilaku kita sebelumnya, maka tentu sia-sia,” katanya. Ia juga menekankan bahwa Ramadan adalah madrasah rohaniah yang memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan taqwa mereka.
Hamid Mauw merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 185, yang menjelaskan tujuan berpuasa adalah agar manusia menjadi lebih bertaqwa. Dalam khotbahnya, ia menyebutkan lima poin utama yang dapat dipetik dari Bulan Ramadan yang telah lalu.
Pertama: Ramadan sebagai madrasah kehidupan
Ramadan mengajarkan kejujuran karena hanya Allah SWT yang tahu seseorang itu berpuasa. Jika nilai ini dijaga, masyarakat Muslim akan menjadi amanah dan jujur.
Kedua: Ramadan mengajar kesabaran
Kesabaran adalah salah satu nilai utama yang diperoleh selama Ramadan. Kesabaran ini membantu umat Muslim dalam menghadapi tantangan hidup.
Ketiga: Kepekaan sosial
Ramadan mengajak kepedulian sosial di mana umat Muslim menyerahkan zakat, infak, dan sedekah. Hal ini mencerminkan solidaritas dan tanggung jawab sosial.
Keempat: Hakikat Idulfitri
Idulfitri merupakan simbol kesucian jiwa dan membersihkan hati dari hal-hal yang buruk. Ini adalah momen penting untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan antar sesama.
Kelima: Hikmah puasa
Hikmah puasa adalah pentingnya membersihkan hati dari penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dendam, dan permusuhan. Idulfitri mengajarkan saling memaafkan satu sama lain sebagai tanda kebesaran jiwa.
Seluruh rangkaian salat Idulfitri 1447 H selesai sekira pukul 08.30 WIT ditandai dengan saling bersalamannya para jemaah. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk merayakan kemenangan atas kesadaran spiritual dan kebersihan jiwa.


















