Bali United Gagal Pertahankan Kemenangan Beruntun
Bali United gagal mempertahankan kemenangan beruntun mereka setelah pada laga pekan ke-10 Super League 2025-2026, mereka ditahan imbang oleh tim tamu Persita di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Sabtu (25/10) malam. Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal berakhir dengan skor 0 – 0.
Meskipun secara statistik Bali United unggul tipis dibandingkan Persita, hasil imbang ini dinilai adil mengingat permainan kedua tim sangat seimbang. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui bahwa timnya berhasil menguasai pertandingan dalam babak pertama dengan menciptakan beberapa peluang, meskipun belum berbuah gol.
“Pada babak pertama, kami menguasai pertandingan dengan menciptakan beberapa peluang, hanya belum berbuah gol,” ujar Johnny Jansen.
Di babak kedua, situasi berubah. Tim lawan berhasil menguasai permainan selama 15 menit sebelum akhirnya Bali United kembali mengambil alih kendali. Meskipun demikian, tim tetap berusaha untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Statistik Permainan yang Menggambarkan Keseimbangan
Dalam pertandingan kemarin, penguasaan bola pemain Bali United mencapai 55 persen, sedangkan Persita hanya 45 persen. Agresivitas pemain Bali United terlihat dari jumlah tembakan yang dilepaskan sepanjang laga, yaitu 13 kali, enam di antaranya mengarah ke gawang Persita.
Sementara itu, Persita lebih agresif dalam menyerang dengan melepaskan tujuh kali shots on target, lima di antaranya tepat sasaran. Skuad Serdadu Tridatu juga berhasil menciptakan tujuh kali peluang matang, sementara Laskar Cisadane hanya empat kali.
Penguasaan pertandingan juga terlihat dari passing yang dihasilkan kedua tim. Sepanjang laga, pemain Bali United melakukan 457 kali operan, 390 di antaranya sukses dengan akurasi mencapai 86 persen. Passing pemain Bali United mengungguli pemain Persita yang hanya melakukan 379 operan, 313 di antaranya berhasil dengan akurasi mencapai 82 persen.
Pertahanan yang Solid dan Efektif
Lini pertahanan Persita bermain solid, berhasil meredam para penyerang Bali United dengan melakukan 17 tekel, 19 kali intersep dan 17 kali sapuan. Sektor pertahanan Bali United tak kalah mentereng dengan melakukan 17 kali tekel, 21 kali intersep dan 11 kali sapuan.
Melihat statistik pertandingan, wajar jika laga berakhir imbang dengan skor 0 – 0. Johnny Jansen tetap bangga dengan perkembangan timnya. “Saya tetap bangga dengan tim saya karena semakin hari perkembangan mereka semakin baik,” katanya.
Klasemen Akibat Hasil Imbang
Hasil laga ini tidak mempengaruhi posisi klasemen kedua kesebelasan. Persita masih bertahan di peringkat ketiga klasemen Super League 2025-2026 dengan 17 poin, hasil dari lima kali menang, dua kali seri dan dua kali kalah. Poin Persita sama dengan Persija yang pada laga sebelumnya mengalahkan tuan rumah Madura United dengan skor tipis 1 – 0.
Bali United tertahan di peringkat ketujuh dengan 13 poin, hasil dari tiga kali menang, empat kali seri dan dua kali kalah. Meski gagal memperoleh kemenangan, performa tim tetap menunjukkan progres yang positif.



















