
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii mengungkapkan bahwa proses evakuasi korban insiden KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur telah selesai.
Menurutnya, seluruh korban yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR adalah perempuan. “100% yang kami evakuasi adalah perempuan,” ujar Syafii kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Ia menambahkan bahwa tidak ada korban anak yang ditemukan dalam kejadian ini. “Saya melihatnya tidak ada (korban anak), semuanya sudah masuk kategori dewasa,” tambahnya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika KRL arah Jakarta tertabrak oleh mobil taksi yang diduga mogok saat melewati perlintasan. Kejadian ini menyebabkan perjalanan kereta terhambat.
Salah satu kereta yang terhambat adalah KRL arah Jakarta menuju Cikarang yang kemudian berhenti di sana. Namun, kemudian muncul kereta lain, yaitu Argo Bromo yang juga melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
Argo Bromo akhirnya menabrak dari belakang KRL yang sedang terhenti tersebut. Gerbong yang ditabrak oleh KA tersebut merupakan gerbong perempuan.
“Seluruh korban yang kami evakuasi, baik itu secara langsung maupun dengan ekstrikasi, kami serahkan ke tim medis dan dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan,” jelas Syafii.
Menurut dia, operasi evakuasi telah selesai pada pukul 08.00 WIB. Tidak ada lagi korban yang ditemukan oleh tim.
“Ikuti berita di Google News”
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kami temukan, namun dalam proses pembersihan bangkai kereta andai saja diketemukan sekecil apa pun bagian tubuh, tentunya kita akan lakukan tindakan sesuai prosedur,” kata Syafii.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh tim SAR dalam penanganan kejadian ini:
Pemilahan Korban Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari hasil evakuasi, semua korban yang ditemukan adalah perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa gerbong yang terkena tabrakan adalah gerbong khusus perempuan.Proses Evakuasi Secara Bertahap
Tim SAR melakukan evakuasi secara bertahap, termasuk penggunaan alat ekstrikasi untuk memastikan keselamatan korban.Penyerahan ke Tim Medis
Setelah dievakuasi, korban langsung diserahkan ke tim medis dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan.Pembersihan Lokasi
Meskipun operasi evakuasi telah selesai, tim tetap melakukan pembersihan bangkai kereta. Jika ditemukan bagian tubuh korban, mereka akan segera menindaklanjuti sesuai prosedur.
Penyebab Kecelakaan
Kejadian ini bermula dari mobil taksi yang mogok di perlintasan. KRL yang sedang berjalan terhambat akibat kendaraan tersebut.
Beberapa kereta yang terhambat antara lain KRL arah Jakarta menuju Cikarang. Kemudian, KA Argo Bromo yang juga melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang menabrak KRL yang sedang terhenti.
Kesimpulan
Kabasarnas Muhammad Syafii memastikan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dan tidak ada lagi korban yang ditemukan. Meskipun demikian, tim tetap waspada terhadap kemungkinan adanya bagian tubuh korban yang belum ditemukan.
Dengan proses evakuasi yang terkoordinasi dan penanganan korban yang cepat, diharapkan kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi pengguna transportasi umum.



















