Ribuan Warga Surabaya Bersatu dalam Aksi Bersih Sungai Kalimas
Surabaya – Mentari pagi baru saja menyingsing pada Jumat, 6 Maret 2026, namun ribuan warga Surabaya telah memadati bantaran Sungai Kalimas. Semangat kebersamaan terasa begitu kental, bahkan sebelum kehangatan udara pagi menyelimuti, para peserta aksi sudah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Di berbagai sudut, terlihat warga tak ragu untuk terjun langsung ke dalam air sungai. Aksi mereka tak lain adalah mengangkat sampah plastik yang berserakan dan menyingkirkan gulma eceng gondok yang telah lama menghambat kelancaran aliran sungai.
Salah satu pejuang kebersihan yang hadir adalah Lucky, seorang pria berusia 45 tahun. Sejak pukul tujuh pagi, ia telah berada di lokasi bersama empat rekannya. Lucky merupakan koordinator dari Kader Surabaya Hebat (KSH) wilayah Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan. Ia datang membawa seperangkat alat sederhana, terdiri dari sapu lidi dan serok sampah.
“Setiap RT mengutus lima orang. Dari Tembok Dukuh sendiri ada sekitar 50 orang yang ikut,” ungkap Lucky sembari sesekali sigap membantu mengumpulkan sampah yang tersangkut di tepian sungai.
Bagi Lucky, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ia memandang aksi ini sebagai sarana ampuh untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan ini bagus untuk merawat lingkungan. Masyarakat dilibatkan langsung menjaga kebersihan. Jadi ada kesadaran bahwa menjaga kota bukan hanya tugas dinas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Ia berharap agar kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi momen sesaat, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga tertanam menjadi budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Harapan yang serupa juga datang dari Ainum (44), warga lain yang turut berpartisipasi dalam gerakan kebersihan ini. Menurutnya, gerakan positif seperti ini perlu diperluas jangkauannya ke berbagai ruang publik lainnya di Surabaya.
“Kegiatannya bagus. Tapi harapan saya juga dilakukan di tempat lain, misalnya taman kota atau di pinggir pantai. Di sana masih sering terlihat banyak sampah,” ujarnya, menyuarakan keprihatinan atas kondisi lingkungan di titik-titik lain.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kalimas Bersih
Aksi bersih Sungai Kalimas pada pagi itu melibatkan tidak kurang dari 5.280 orang. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mencakup Kader Surabaya Hebat, komunitas pegiat lingkungan, masyarakat umum, hingga perwakilan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang diberi nama Korve Kalimas 2026 ini merupakan bagian integral dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Gerakan nasional ini digagas oleh pemerintah dengan tujuan utama untuk memperkuat budaya bersih di masyarakat serta mempercepat penanganan permasalahan sampah secara terintegrasi.
Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menambah semarak dan signifikansi aksi bersih sungai ini. Acara dimulai dari kawasan Monumen Kapal Selam Surabaya, salah satu ikon kota yang berlokasi strategis di tepi Sungai Kalimas. Di lokasi ini, dilaksanakan apel pagi yang diawali dengan laporan resmi dari Wali Kota Surabaya kepada Menteri.
Turut hadir mendampingi Menteri Hanif dalam acara tersebut adalah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi; Kepala Staf Komando Garnisun Tetap III/Surabaya, Brigjen TNI (Marinir) Danuri; serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis. Selain itu, berbagai unsur dari TNI, Polri, kejaksaan, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum juga turut memeriahkan dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Selepas apel, para peserta langsung bergerak serentak untuk melakukan kerja bakti di area sekitar Monumen Kapal Selam. Sebagian peserta fokus memunguti sampah yang berserakan di bantaran sungai, sementara yang lain sibuk menyingkirkan vegetasi eceng gondok yang menumpuk di permukaan air, yang secara signifikan menghambat aliran sungai.
Menyusuri Sungai Kalimas dengan Perahu Karet
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi susur Sungai Kalimas menggunakan perahu karet. Sebanyak 19 unit perahu karet dikerahkan untuk menyisir sepanjang aliran sungai, dimulai dari dermaga Monumen Kapal Selam hingga mencapai kawasan Siola Surabaya.
Dari jumlah tersebut, 10 unit perahu karet disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kelancaran kegiatan susur sungai. Setiap perahu dirancang untuk menampung enam orang, termasuk pengemudi. Menariknya, empat unit perahu dialokasikan khusus untuk tamu VIP yang hadir.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah partisipasi rombongan wartawan dari berbagai media massa yang ikut serta dalam kegiatan susur Sungai Kalimas. Dari atas perahu, mereka tidak hanya mendokumentasikan jalannya acara, tetapi juga turut aktif memunguti sampah yang mengapung di permukaan sungai, menunjukkan komitmen yang sama dalam menjaga kebersihan.
Menteri Hanif beserta rombongan juga tak ketinggalan dalam aksi nyata. Dari atas perahu, mereka secara aktif memungut sampah yang terlihat mengapung dan membantu membersihkan eceng gondok yang menghalangi aliran sungai.
Bagi Menteri Hanif, aksi bersih sungai ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. Ia menekankan betapa krusialnya kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kualitas lingkungan, terutama di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.
“Kegiatan aksi bersih sungai dan kerja bakti lingkungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa persoalan sampah dan pencemaran lingkungan tidak dapat diselesaikan secara terfragmentasi atau parsial. Diperlukan keterlibatan aktif dan berkelanjutan dari berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, sektor swasta, institusi pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi, hingga partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri merupakan realisasi dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengamanatkan penguatan budaya bersih serta peningkatan kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)/BPLH pada tahun 2025, Surabaya tercatat sebagai kota dengan performa terbaik dalam pengelolaan sampah dan berhasil meraih sertifikat menuju kota bersih dalam penilaian Adipura.
Meskipun pada penilaian Adipura tahun 2025, pemerintah pusat tidak menetapkan satu pun kota sebagai penerima Piala Adipura – sebuah kebijakan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana Surabaya kerap mendominasi sebagai peraih Adipura – namun, Surabaya tetap kokoh berada di peringkat teratas sebagai kota penerima Sertifikat Adipura, dengan nilai capaian tertinggi dibandingkan kota-kota lain di seluruh Indonesia.
Data dari KLHK/BPLH menunjukkan bahwa timbulan sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.810,81 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 31,49 ton per hari atau setara 1,74 persen masih belum terkelola secara optimal. Menteri Hanif berharap Surabaya dapat terus menjadi contoh dan panutan bagi kota-kota lain di Indonesia dalam hal pengelolaan sampah, serta terus meningkatkan kinerjanya agar dapat kembali meraih penghargaan Adipura di masa mendatang.
“Kota yang bersih tidak bisa diwujudkan hanya melalui satu kegiatan. Aksi bersih-bersih harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasnya.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Harapan untuk Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan yang telah berjalan di kota tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat program pengelolaan lingkungan di Surabaya, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan ruang publik,” ujar Eri Cahyadi.
Setibanya di kawasan Siola, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon cemara udang serta kerja bakti bersama warga Kelurahan Gemblongan. Acara ditutup dengan sesi doorstop bersama para wartawan dari berbagai media.
Bagi pemerintah, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai urgensi menjaga kebersihan sungai serta memperkuat partisipasi aktif warga dalam upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sungai Kalimas, yang telah lama menjadi urat nadi kehidupan Kota Surabaya, pada pagi itu tidak hanya menjadi saksi bisu dari sebuah kerja bakti akbar. Ia juga menjadi ruang pertemuan yang bermakna antara pemerintah dan warganya, yang sama-sama memiliki visi untuk melihat sungai kembali bersih, mengalir jernih tanpa beban, mencerminkan harapan akan terciptanya kota yang lebih sehat dan lestari.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Surabaya, Menteri Hanif melanjutkan kunjungan kerjanya ke Bojonegoro. Di sana, ia memimpin apel yang diikuti oleh sekitar 500 peserta sebelum melaksanakan kerja bakti di berbagai lokasi strategis, mulai dari pasar tradisional hingga fasilitas pengolahan sampah berbasis masyarakat.
Melalui inisiatif seperti ini, pemerintah senantiasa berharap agar kolaborasi antara pemerintah, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat luas dapat terus menguat. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan sungai, pasar, dan kawasan permukiman, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh setiap individu.



















