Kobaran Api di Pasar Jiung Kemayoran: Tiga Warga Terluka Akibat Kebakaran Pemukiman Padat
Jakarta – Sebuah peristiwa kebakaran yang meresahkan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden yang berlangsung pada Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 20.55 WIB ini, dilaporkan telah menimbulkan korban luka di antara warga.
Menurut keterangan dari Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, sedikitnya tiga orang warga mengalami luka-luka akibat peristiwa nahas tersebut. Ketiga korban tersebut saat ini telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.
“Ada tiga orang yang mengalami korban luka,” ujar Kompol Agung Ardiansyah di Jakarta pada Selasa (2/6). Ia merinci bahwa ketiga korban tersebut kini tengah menjalani perawatan di dua rumah sakit yang berbeda. Dua di antaranya, yang diidentifikasi bernama Puput dan Dika, dirawat di RS Hermina Kemayoran. Sementara itu, korban ketiga, yang bernama Suparno, telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut.
Kebakaran yang melanda Kampung Pasar Jiung, yang berlokasi di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, ini terjadi di area yang dikenal sebagai permukiman padat penduduk. Kondisi ini tentu saja menambah kompleksitas dalam upaya pemadaman dan evakuasi.
Menghadapi kobaran api yang cukup besar, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran, didukung oleh 165 personel, dikerahkan ke lokasi kejadian untuk berjuang menjinakkan api. Upaya keras ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman lain yang berdekatan.
Dugaan awal mengenai penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan akar permasalahan sebenarnya.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memberikan konfirmasi mengenai ketersediaan sumber air di lokasi kebakaran. Ia memastikan bahwa pasokan air yang tersedia cukup memadai untuk mendukung operasi pemadaman yang sedang berlangsung. “Alhamdulillah sumber air cukup,” ungkap Bayu, menekankan bahwa kendala teknis terkait air tidak menjadi hambatan berarti bagi petugas pemadam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area permukiman padat. Pemeriksaan rutin instalasi listrik dan kesadaran akan praktik keselamatan di rumah menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Pihak berwenang terus berupaya menangani dampak kebakaran ini dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban serta warga yang terdampak. Proses pemulihan dan rehabilitasi diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam beberapa waktu ke depan.












