No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Kebohongan Presiden AS untuk Menyerang Iran Terungkap

Rizki by Rizki
6 Maret 2026 - 04:20
in politik
0

Perdebatan Sengit di AS: Serangan ke Iran, Bela Diri atau Keinginan Sekutu?

Publik Amerika Serikat tengah dilanda perdebatan sengit mengenai justifikasi serangan militer terhadap Iran. Pertanyaan krusial muncul: apakah langkah agresif ini merupakan respons terhadap ancaman nyata dari Teheran, ataukah sekadar “mengikuti” kehendak Israel? Spekulasi ini semakin menguat setelah pernyataan dari sejumlah pejabat AS yang mengindikasikan adanya kesadaran bahwa Israel akan bertindak lebih dulu.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pernyataannya kepada wartawan, mengakui bahwa AS mengetahui adanya rencana serangan dari pihak Israel. “Kami tahu akan ada aksi (serangan) Israel,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “Kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih besar.”

Pernyataan Rubio ini sontak memicu berbagai spekulasi. Banyak pihak menafsirkan bahwa sebenarnya tidak ada ancaman langsung Iran terhadap AS. Sebaliknya, Iran justru dipandang sebagai ancaman bagi Israel, yang kemudian meminta bantuan dari Amerika Serikat. Penjelasan Rubio seolah mengindikasikan bahwa AS tidak memiliki alasan kuat untuk melakukan perang terhadap Iran karena tidak adanya ancaman langsung terhadap negara Paman Sam.

Mark Warner, seorang politikus Demokrat yang duduk di komite intelijen Senat, turut mengamini pandangan ini. Setelah menerima pengarahan rahasia, Warner menyatakan, “Tidak ada ancaman langsung terhadap Amerika Serikat dari Iran. Yang ada adalah ancaman terhadap Israel.” Ia menekankan bahwa menyamakan ancaman terhadap Israel dengan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat akan membawa AS ke dalam ranah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menanggapi dinamika ini, Senator Demokrat Chris Murphy menyerukan perlunya debat publik yang lebih luas. “Kita harus mengadakan debat di Senat Amerika Serikat mengenai otorisasi penggunaan kekuatan militer,” ujarnya setelah menerima pengarahan rahasia bersama anggota parlemen lainnya. Murphy berpendapat bahwa anggota Kongres seharusnya tidak terburu-buru memberikan suara untuk melanjutkan operasi militer tanpa perdebatan mendalam mengenai perang yang dinilai sangat tidak populer, tidak bermoral, dan berpotensi ilegal dengan Iran.

Baca Juga  Praperadilan Yaqut: Pimpinan KPK Tak Lagi Penyidik

Upaya Klarifikasi dan Klaim Kontroversial

Di tengah gelombang protes dan perdebatan yang memanas di Kongres, termasuk di kalangan pendukungnya sendiri, mantan Presiden Donald Trump berusaha meluruskan pernyataan Rubio. Trump membantah keras anggapan bahwa ia terpaksa menyerang Iran karena dorongan dari Israel. Ketika ditanya oleh wartawan apakah Israel telah mendorongnya untuk melancarkan aksi militer, Trump menjawab, “Tidak. Mungkin saya telah memaksa mereka.”

Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan menyerang lebih dulu jika AS tidak mengambil tindakan pencegahan. “Kami sedang bernegosiasi dengan orang-orang gila ini, dan menurut pendapat saya, mereka akan menyerang lebih dulu. Mereka akan menyerang. Jika kami tidak melakukannya, mereka akan menyerang lebih dulu. Saya sangat yakin akan hal itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump telah melontarkan berbagai klaim untuk membenarkan potensi serangan terhadap Iran, termasuk tudingan bahwa Iran sedang membangun rudal yang mampu menjangkau Amerika Serikat dan mendekati kemampuan senjata nuklir. Namun, klaim mengenai program nuklir Iran ini dibantah oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kepala IAEA, Rafael Grossi, menyatakan bahwa tidak ada bukti konkret Iran sedang membangun bom nuklir. Meskipun demikian, Grossi menyoroti penolakan Iran untuk memberikan akses penuh kepada inspektur IAEA ke fasilitas-fasilitas tertentu sebagai masalah yang “sangat mengkhawatirkan.”

“Saya telah sangat jelas dan konsisten dalam laporan saya tentang program nuklir Iran: meskipun tidak ada bukti Iran sedang membangun bom nuklir, persediaan uranium yang diperkaya tingkat hampir senjata nuklir yang besar dan penolakan untuk memberikan akses penuh kepada inspektur saya merupakan penyebab kekhawatiran serius,” ujar Grossi melalui unggahan di media sosial. Ia menambahkan bahwa tanpa bantuan Iran dalam menyelesaikan masalah pengamanan yang belum terselesaikan, IAEA tidak akan dapat memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai.

Baca Juga  Pilkada DPRD: Prolegnas Terlewat, Wacana Tetap Bergulir

Dalam konteks ini, Senat AS dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara atas resolusi kekuasaan perang yang bertujuan untuk melarang Trump melanjutkan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran. Resolusi ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kritik atas keputusan Trump untuk melanjutkan serangan tanpa persetujuan Kongres. Debat mengenai RUU tersebut direncanakan dimulai pada hari itu, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada sore harinya.

Negosiasi yang Berujung Pengkhianatan?

Menariknya, sebelum serangan terjadi, Amerika Serikat dan Iran dikabarkan sedang dalam proses negosiasi yang dimediasi oleh Oman terkait program nuklir. Kedua belah pihak dikabarkan telah mengajukan tawaran masing-masing. Namun, di tengah proses mediasi yang belum tuntas, Amerika Serikat justru mendukung Israel dalam melancarkan serangan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang berperan sebagai mediator dalam beberapa putaran pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap serangan Israel. Melalui unggahan media sosial, Albusaidi menyatakan keterkejutannya. “Negosiasi yang aktif dan serius sekali lagi telah dirusak. Baik kepentingan Amerika Serikat maupun tujuan perdamaian global tidak terlayani dengan baik oleh hal ini. Dan saya berdoa untuk orang-orang tak berdosa yang akan menderita,” tulisnya.

Menurut Albusaidi, para negosiator dari AS dan Iran telah mencapai kemajuan substansial menuju kesepakatan untuk mengekang program nuklir Iran. Dalam wawancara dengan CBS News, ia menyatakan bahwa kesepakatan perdamaian sudah berada dalam jangkauan.

Albusaidi menjelaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak pernah memiliki material nuklir yang dapat menciptakan bom. Persediaan uranium yang diperkaya akan dicampur ke tingkat terendah yang mungkin dan diubah menjadi bahan bakar, yang tidak dapat diubah kembali. Iran juga dikabarkan bersedia memberikan “akses penuh” kepada inspektur dari Badan Energi Atom Internasional PBB untuk memverifikasi ketentuan kesepakatan tersebut. “Tidak akan ada akumulasi, tidak ada penimbunan, dan verifikasi penuh,” tegas Albusaidi. Ia juga cukup yakin bahwa jika ada kesepakatan yang adil dan berkelanjutan, inspektur Amerika pun akan memiliki akses pada suatu titik dalam proses tersebut.

Baca Juga  Diaspora Venezuela di berbagai negara rayakan lengsernya Maduro: Kami bebas

Kekecewaan dan ketidakpercayaan yang muncul dari pernyataan pejabat AS dan respons dari pihak Oman menunjukkan kompleksitas situasi dan keraguan publik Amerika terhadap motif di balik potensi konflik dengan Iran. Perdebatan ini kemungkinan akan terus berlanjut, menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari pemerintah dalam mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap perdamaian global.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Apresiasi Sosialisasi Kepatuhan Opsen Pajak Kendaraan oleh Bapenda
Batam

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Apresiasi Sosialisasi Kepatuhan Opsen Pajak Kendaraan oleh Bapenda

17 April 2026 - 13:00
Wakil Ketua I DPRD Batam Hadiri Penutupan MTQH XXXIV, Sagulung Raih Juara Umum
Batam

Wakil Ketua I DPRD Batam Hadiri Penutupan MTQH XXXIV, Sagulung Raih Juara Umum

17 April 2026 - 12:00
Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah
Batam

Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah

16 April 2026 - 17:04
Wakil Ketua I DPRD Batam Hadiri Penyambutan Kedatangan Pasis Seskoau A-64 TP 2026
Batam

Wakil Ketua I DPRD Batam Hadiri Penyambutan Kedatangan Pasis Seskoau A-64 TP 2026

16 April 2026 - 00:01
Pansus DPRD Kota Batam Dalami Kinerja OPD, Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan LKPj Wali Kota Tahun Anggaran 2025
Batam

Pansus DPRD Kota Batam Dalami Kinerja OPD, Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan LKPj Wali Kota Tahun Anggaran 2025

15 April 2026 - 21:01
Bahas Substansi Pasal, Pansus Ranperda PSU DPRD Kota Batam Rapat Bersama Tim Hukum Pemko
Batam

Bahas Substansi Pasal, Pansus Ranperda PSU DPRD Kota Batam Rapat Bersama Tim Hukum Pemko

15 April 2026 - 21:01
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
PNS dan PPPK, Perhatikan Pengumuman Penting dari BKN!

PNS dan PPPK, Perhatikan Pengumuman Penting dari BKN!

17 April 2026 - 17:08
Penyesalan Nadiem Makarim Pasca 7 Bulan Di Penjara: Maafkan Saya Tidak Datang Ke Rumah

Penyesalan Nadiem Makarim Pasca 7 Bulan Di Penjara: Maafkan Saya Tidak Datang Ke Rumah

17 April 2026 - 16:39
El Rumi dan Syifa Hadju Lunasi Pernikahan Sendiri, Ahmad Dhani Buka Rahasia: Minta Donasi ke Saya

El Rumi dan Syifa Hadju Lunasi Pernikahan Sendiri, Ahmad Dhani Buka Rahasia: Minta Donasi ke Saya

17 April 2026 - 16:09
Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

17 April 2026 - 16:00
10 Luka di Tubuh Zahra Lantong, Tante Korban: Kami Melihat Sendiri

10 Luka di Tubuh Zahra Lantong, Tante Korban: Kami Melihat Sendiri

17 April 2026 - 15:40

Pilihan Redaksi

PNS dan PPPK, Perhatikan Pengumuman Penting dari BKN!

PNS dan PPPK, Perhatikan Pengumuman Penting dari BKN!

17 April 2026 - 17:08
Penyesalan Nadiem Makarim Pasca 7 Bulan Di Penjara: Maafkan Saya Tidak Datang Ke Rumah

Penyesalan Nadiem Makarim Pasca 7 Bulan Di Penjara: Maafkan Saya Tidak Datang Ke Rumah

17 April 2026 - 16:39
El Rumi dan Syifa Hadju Lunasi Pernikahan Sendiri, Ahmad Dhani Buka Rahasia: Minta Donasi ke Saya

El Rumi dan Syifa Hadju Lunasi Pernikahan Sendiri, Ahmad Dhani Buka Rahasia: Minta Donasi ke Saya

17 April 2026 - 16:09
Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

17 April 2026 - 16:00
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.