Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meluncurkan sebuah inisiatif penting yang bertujuan untuk mengatasi isu kecanduan gim di kalangan anak-anak. Layanan bernama Digital Addiction Response Assistance (DARA) ini hadir sebagai respons terhadap kekhawatiran yang meluas di masyarakat, khususnya di kalangan orang tua yang merasa kesulitan menangani perubahan perilaku anak akibat paparan gim daring yang berlebihan.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa DARA didirikan atas dasar kegelisahan masyarakat. “Para orang tua tentu sangat terusik dengan kondisi ini,” ujarnya dalam acara peluncuran layanan DARA. “Di satu sisi, kita tahu gim bisa memicu kreativitas, sehingga kita tidak menutup industri gim. Namun di saat bersamaan, negara harus hadir membantu anak-anak kita yang terpapar adiksi.”
Layanan DARA ini bukan hanya sekadar platform konsultasi biasa. Ia terintegrasi dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) dan berkolaborasi dengan Riliv. Integrasi ini memungkinkan DARA untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menjadi alat edukasi yang komprehensif bagi orang tua. Layanan digital ini dirancang untuk membantu orang tua dalam beberapa hal krusial:
- Mengenali Tanda Adiksi Gim Sejak Dini: Memberikan panduan dan informasi agar orang tua dapat mengidentifikasi gejala-gejala kecanduan gim pada anak mereka sebelum kondisi menjadi lebih parah.
- Memahami Faktor Penyebab: Membantu orang tua memahami akar permasalahan yang dapat memicu adiksi, baik dari sisi internal anak maupun faktor eksternal.
- Menangani dengan Cara yang Tepat: Menyediakan strategi dan metode yang efektif untuk membantu anak mengatasi kecanduan gim.
Fitur Utama dan Manfaat Layanan DARA
Layanan digital DARA menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk memberikan dukungan holistik bagi orang tua dan keluarga dalam menghadapi risiko adiksi gim. Fitur-fitur ini mencakup:
Edukasi dan Modul Penanganan Adiksi Gim:
Orang tua akan mendapatkan akses ke berbagai materi edukatif dan modul yang dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam tentang adiksi gim serta cara-cara penanganannya. Materi ini mencakup penjelasan tentang dampak negatif kecanduan gim, serta strategi pencegahan dan intervensi yang dapat diterapkan.Asesmen Awal:
Layanan ini menyediakan fitur asesmen awal yang memungkinkan orang tua untuk mengukur tingkat kecanduan gim pada anak mereka. Hasil asesmen ini akan memberikan gambaran objektif mengenai sejauh mana anak terpengaruh oleh gim daring, sehingga orang tua dapat mengambil langkah yang lebih terarah.Konsultasi Daring One-on-One dengan Konselor Profesional:
Salah satu fitur unggulan DARA adalah kemudahan untuk melakukan konsultasi daring secara personal dengan konselor profesional. Melalui sesi tatap muka virtual, orang tua dapat berdiskusi secara mendalam mengenai masalah yang dihadapi, mendapatkan saran ahli, dan merancang rencana penanganan yang sesuai dengan kondisi anak mereka.
Dengan adanya dukungan dari DARA, orang tua tidak hanya dibekali pengetahuan dan alat untuk menangani kecanduan, tetapi juga dapat membantu anak-anak mereka untuk:
Memahami Batasan Waktu Bermain yang Sehat:
Anak-anak akan diajarkan untuk memiliki kesadaran dan disiplin dalam mengatur waktu bermain gim, memastikan bahwa aktivitas ini tidak mengganggu aspek kehidupan penting lainnya seperti belajar dan istirahat.Mengembangkan Kontrol Diri dan Tanggung Jawab:
Melalui bimbingan yang tepat, anak-anak dapat belajar untuk mengendalikan dorongan bermain gim yang berlebihan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban mereka.Menjaga Keseimbangan Antara Gim, Belajar, dan Aktivitas Sosial:
Pentingnya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari akan ditekankan, agar anak-anak dapat menikmati gim tanpa mengabaikan kegiatan belajar, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik.Terhindar dari Dampak Psikologis dan Sosial Akibat Penggunaan Berlebihan:
Dengan intervensi dini dan penanganan yang tepat, anak-anak dapat terhindar dari berbagai dampak negatif yang seringkali menyertai kecanduan gim, seperti isolasi sosial, penurunan prestasi akademik, masalah kesehatan mental, dan gangguan perilaku.
Cara Mengakses Layanan Konsultasi DARA
Akses ke layanan DARA sangatlah mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang tua, melalui platform daring. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengakses layanan konsultasi gratis ini:
Kunjungi Situs Resmi DARA:
Buka peramban internet Anda dan kunjungi situs resmi layanan digital DARA di alamathttps://adiksi.igrs.id/.Pilih Opsi Konsultasi Gratis:
Setelah halaman situs terbuka, cari dan klik tombol atau tautan yang bertuliskan “Konsultasi Gratis”.Terhubung Melalui WhatsApp:
Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke sebuah tautan yang akan membuka percakapan langsung melalui aplikasi pesan WhatsApp. Anda akan langsung terhubung dengan kontak IGRS di nomor0811806860.Mulai Konsultasi:
Setelah berada di ruang obrolan WhatsApp, ikuti petunjuk yang diberikan oleh kontak IGRS untuk memulai proses konsultasi. Anda akan dibimbing melalui langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan.
Regulasi Batasan Kategori Gim Berdasarkan Usia
Pemerintah juga telah mengambil langkah proaktif dalam melindungi anak-anak dari konten gim yang tidak sesuai dengan usia mereka. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas. Peraturan ini mulai berlaku efektif sejak Maret 2026.
Indonesia mengadopsi acuan kategori usia yang sudah terstandardisasi dalam Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini mengklasifikasikan gim berdasarkan usia pengguna, dengan rincian sebagai berikut:
3+: Semua Usia:
- Konten yang sepenuhnya aman untuk anak-anak usia dini.
- Tidak mengandung unsur rokok, narkoba, kekerasan, darah, atau bahasa kasar.
- Bebas dari konten pornografi, humor dewasa, perjudian, atau unsur horor.
7+: Anak Sekolah Dasar:
- Dapat menyertakan elemen fantasi ringan yang sesuai untuk anak-anak.
- Tetap bebas dari penggambaran darah, rokok, alkohol, narkoba, atau kekerasan yang berlebihan.
- Tidak mengandung humor dewasa atau unsur horor.
- Tidak ada fitur interaksi online langsung antar pengguna.
13+: Remaja Awal:
- Diizinkan menampilkan penggambaran darah ringan dan kekerasan dalam bentuk animasi yang terbatas.
- Memungkinkan adanya humor dewasa yang ringan.
- Dapat menyertakan fitur percakapan online dengan sistem penyaringan bahasa (filter) untuk menjaga keamanan percakapan.
15+: Remaja Menengah:
- Penggambaran kekerasan yang moderat dan interaksi online dengan filter yang sesuai diperbolehkan.
- Humor dewasa yang tidak bersifat seksual diizinkan.
- Masih melarang keras penggambaran pornografi, ketelanjangan, perjudian, atau unsur horor ekstrem.
18+: Dewasa:
- Dapat mengandung unsur rokok, alkohol, narkoba, dan penggambaran kekerasan berat.
- Humor dewasa atau tema seksual ringan diperbolehkan, namun tetap tanpa penggambaran pornografi eksplisit.
- Fitur percakapan online bebas tanpa pembatasan ketat.
Sebagai tindak lanjut dari PP Tunas, Komdigi juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Regulasi ini berfungsi sebagai pedoman teknis bagi para penyedia platform digital dalam menjalankan kewajiban mereka untuk melindungi anak-anak di ruang digital.




















