Kedai Kopi Tjap Kemiri: Mengubah Sampah Menjadi Produk Bernilai
Di tengah suasana yang tenang dan hangat, lilin aromaterapi cantik menyala di meja makan Kedai Kopi Tjap Kemiri Jalan Kemiri, Gatot Subroto, Banjarmasin. Aroma kopi yang khas terasa mengisi ruangan. Namun, yang membuat lilin ini berbeda dari umumnya adalah bahan pembuatannya.
Lilin tersebut merupakan hasil modifikasi dengan mencampurkan ampas kopi ke dalam batang lilin. Di dasar gelas kaca tempat lilin ditempatkan, terlihat serbuk kopi berwarna cokelat yang menambah kesan alami. Karyawan Kopi Tjap Kemiri, Fuji Ayu Minati Putri, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan sebagai upaya untuk mengolah sampah kopi menjadi barang bernilai guna.
“Prosesnya sederhana. Batang lilin dilelehkan, kemudian dicampur dengan sekitar setengah sendok makan ampas kopi dan dimasukkan ke dalam gelas,” jelas Ayu. Untuk mempercepat proses, ia menyiasati dengan melelehkan delapan lilin sekaligus lalu langsung ditempatkan di gelas-gelas kecil. Setelah jadi, lilin aromaterapi ditempatkan di meja makan.
Selain lilin aromaterapi, kedai ini juga menyulap limbah kopi menjadi sabun. Tak hanya untuk cuci tangan, sabun itu juga bisa digunakan untuk mandi karena diklaim aman untuk kulit. Proses pembuatan sabun melibatkan beberapa bahan seperti minyak zaitun, minyak kelapa, essential oil, dan ampas kopi.
“Dalam membuat sabun ada beberapa bahan yang dicampurkan seperti minyak zaitun, minyak kelapa, essential oil dan ampas kopi,” ujar Ayu. Proses pembuatan satu sabun memakan waktu sekitar 30 menit, lalu dimasukkan ke cetakan. Namun, untuk mendapatkan kualitas sabun batangan yang keras dan awet, sabun harus melewati proses curing selama sebulan.
Ayu menjelaskan bahwa warna sabun yang dihasilkan ditentukan oleh banyaknya ampas kopi yang digunakan. “Kami tidak menggunakan pewarna sintetis karena ini untuk badan. Ampas kopi memiliki fungsi scrub untuk menghaluskan dan mencerahkan kulit,” tambahnya.
Pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun dan lilin aromaterapi dimulai sejak Februari 2026. Pihaknya berencana melakukan uji laboratorium untuk memastikan keamanan sabun sebelum dijual secara komersial. Sedangkan untuk lilin aromaterapi sudah bisa dibeli di kedai Kopi Tjap Kemiri.
Upaya Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan
Selain pemanfaatan ampas kopi, setiap bulannya, Kopi Tjap Kemiri mengumpulkan seluruh cup bekas pakai untuk diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin. “Kami sudah mengumpulkan cup-cup bekas, lalu kami menyerahkannya ke Dinas Lingkungan Hidup untuk dikelola lebih lanjut,” ujar Ayu.
Upaya ini diambil untuk memastikan sampah plastik yang dihasilkan dapat didaur ulang secara profesional melalui jalur yang tepat, sehingga mengurangi beban pencemaran lingkungan di kawasan perkotaan. Kesadaran akan pengelolaan sampah ini muncul seiring dengan tingginya volume kunjungan di kedai tersebut.
Berdasarkan penuturan Ayu, di akhir pekan, Jumat, Sabtu, dan Minggu merupakan waktu puncak kunjungan. “Jadi otomatis sampahnya juga terkumpul (lebih banyak),” bebernya.
Kedai Kopi Tjap Kemiri juga memberikan perhatian khusus pada sisa makanan pengunjung. Sisa makanan tersebut dikumpulkan untuk diolah lebih lanjut. Limbah nantinya dijadikan kompos.
Melalui inisiatif ini, Kopi Tjap Kemiri berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Banjarmasin.




