Kabar Duka: Dokter Muda dr. Myta Aprilia Azmy Meninggal Dunia
Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Indonesia setelah dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internasional di RSUD K.H. Daud Arif Jambi, meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026). Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Kronologi Kematian dr. Myta Aprilia Azmy
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kondisi kesehatan dr. Myta mulai menurun sejak Maret 2026 saat ia bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Meskipun melaporkan gejala demam tinggi dan sesak napas, ia diduga tetap dijadwalkan untuk berjaga malam dalam kondisi yang tidak stabil.
Kondisinya semakin memburuk hingga saturasi oksigen turun di bawah 80 persen. Akibatnya, ia dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif, namun akhirnya dinyatakan wafat.
Jenazah almarhumah kini sedang dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, Sumatra Selatan.
Temuan IKA FK Unsri dan Desakan Audit
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) merespons tragedi ini dengan melayangkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026. Dalam surat tersebut, IKA FK Unsri mengungkap beberapa fakta mengkhawatirkan terkait lingkungan kerja di RSUD K.H. Daud Arif.
Beberapa poin penting yang disoroti antara lain:
* dr. Myta diduga bekerja tanpa istirahat memadai meski sedang sakit.
* Kurangnya pendampingan dari dokter pembimbing selama masa magang.
* Adanya laporan mengenai kekosongan stok obat-obatan di rumah sakit tersebut.
* Munculnya indikasi arahan untuk merahasiakan kondisi yang terjadi serta narasi yang menyudutkan dokter internship.
Menanti Langkah Kemenkes
Atas temuan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship. Mereka menilai rangkaian fakta tersebut sangat membahayakan keselamatan para dokter muda yang sedang bertugas.
Hingga saat ini, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi, sementara IKA FK Unsri memilih menyerahkan tindak lanjut sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan demi transparansi dan perbaikan sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.
“Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship,” tulis IKA FK Unsri dalam pernyataan resminya.
Sosok dr. Myta Aprilia Azmy
dr. Myta Aprilia Azmy dikenal sebagai sosok dokter muda yang penuh dedikasi, hangat, dan mencintai pekerjaannya sebagai tenaga medis. Semasa hidupnya, ia merupakan dokter umum yang tengah menjalani masa internship.
Ia dikenal memiliki semangat besar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, serta komitmen tinggi untuk terus belajar dan berkembang di dunia medis. Dalam catatan pribadinya di linkedin.com, dr. Myta menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mencintai profesinya. Ia bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang aman, penuh empati, dan dapat diandalkan dalam setiap kesempatan.
“Saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dan berkomitmen memberikan yang terbaik di setiap situasi klinis,” tulisnya.
Bagi dr. Myta, keluarga menjadi pilar utama dalam perjalanan hidupnya. Ia kerap menyebut orang tua dan adiknya sebagai sumber kekuatan terbesar yang selalu mendorongnya untuk terus maju.
“My family… has always been my greatest source of strength and motivation,” tulisnya dalam penggalan lain.
Tak hanya berdedikasi dalam dunia medis, dr. Myta juga dikenal sebagai pribadi yang hangat dan sederhana. Di sela kesibukannya, ia menyempatkan diri menikmati waktu bersama kucing peliharaannya serta bermain gim untuk melepas penat. Bahkan, dengan gaya santai dan bersahabat, ia sempat menuliskan ajakan ringan kepada teman-temannya.
“If anyone wants to team up for a PUBG match, I’m always up for it!” tulisnya.
Sosok dr. Myta juga menunjukkan sisi reflektif sebagai pribadi yang terus belajar menghargai diri sendiri dan bertumbuh menjadi lebih baik setiap harinya.

















