Ringkasan Berita:
- Kuota diskon tiket kapal Pelni kelas ekonomi kini masih tersisa 9 persen setelah 91 persen kuota sudah ludes terjual ke masyarakat dan masih berlaku hingga 10 Januari 2025.
- Program diskon berlangsung sejak 21 November 2025 dengan jadwal keberangkatan kapal mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
, JAKARTA – Kuota diskon tiket kapal Pelni kelas ekonomi kini masih tersisa 9 persen setelah 91 persen kuota sudah ludes terjual ke masyarakat.
Diskon tiket ini dijual 20 persen lebih murah dari tarif dasar dan diskon masih berlaku hingga 10 Januari 2026.
Berdasarkan data per 3 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, total 369.042 lembar tiket diskon kapal sudah terjual. Pelni menganggarkan dana Rp 24,8 miliar untuk program diskon tiket kapal ini.
Sementara itu, selama periode 17 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026, jumlah penumpang terangkut mencapai 292.360 penumpang.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan, tingginya minat masyarakat membeli tiket kapal kelas ekonomi di program ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pelni.
Program ini dinilai efektif menghadirkan layanan transportasi yang lebih terjangkau selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Program diskon dinilai efektif dalam mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, untuk jumlah penumpang hari ini saja mencapai 20.617 orang atau meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama,” ujar Ditto dikutip Minggu (4/1/2026).
Program diskon berlangsung sejak 21 November 2025 dengan jadwal keberangkatan kapal mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Puncak arus mudik menggunakan kapal Pelni terjadi pada 18 Desember 2025 dengan 27.765 penumpang atau naik 97 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya yang mencapai 14.046 penumpang.
Sejumlah rute mencatat jumlah penumpang tertinggi, antara lain Belawan – Batam (17.380), Batam – Belawan (17.092), Makassar – Bau-Bau (5.822), Jayapura – Biak (5.279) dan Bau-Bau – Makassar (5.113).
“Hanya tersisa 1 minggu sebelum penutupan program pada keberangkatan 10 Januari 2026, kami memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 5 Januari 2026 dengan proyeksi mencapai 24.718 penumpang,” kata Ditto.
Meskipun animo masyarakat sangat tinggi, Ditto menegaskan pihaknya tetap memperhatikan standar keselamatan sesuai dengan regulasi Pemerintah.
Seluruh armada yang dioperasikan telah melalui inspeksi secara ketat dan didukung koordinasi intensif dengan otoritas pelabuhan serta stakeholder terkait untuk memastikan kelancaran operasional.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih merencanakan perjalanan untuk segera membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile atau channel resmi Pelni sebelum kuota habis dan tarif kembali normal,” kata dia.


















