Kinerja Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di Tahun 2025
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, mengalami penurunan kinerja sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat dari berbagai indikator keuangan yang dirilis dalam laporan keuangan mereka. Laba bersih perusahaan turun hingga double digit akibat naiknya beban operasional.
Dalam laporan keuangan yang dikeluarkan pada Selasa (12/5/2026), TLKM mencatatkan pendapatan sebesar Rp 145,74 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 2,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 149,96 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha Telkom juga mengalami penurunan signifikan, yaitu sebesar Rp 3,46 triliun. Angka ini turun 16,42% YoY. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan beberapa pos beban, termasuk beban penyusutan dan amortisasi yang meningkat sebesar 2,01% YoY menjadi Rp 7,01 triliun. Selain itu, beban umum dan administrasi juga meningkat sebesar 6,04% YoY menjadi Rp 6,60 triliun.
Telkom juga mengalami kerugian yang belum terealisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 242 miliar. Hal ini memperparah penurunan laba perusahaan.
Akibatnya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% YoY menjadi Rp 17,81 triliun di sepanjang 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan raihan 2024 yang mencapai Rp 22,40 triliun.
Perkembangan Aset dan Liabilitas
Pada akhir tahun 2025, jumlah aset Telkom mencapai Rp 287,75 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitas perusahaan mencapai Rp 137,22 triliun. Dengan demikian, ekuitas Telkom tercatat sebesar Rp 150,53 triliun.
Analisis Kinerja Finansial
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kinerja keuangan Telkom antara lain:
- Penurunan Pendapatan: Pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 2,15% YoY. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persaingan di pasar telekomunikasi atau penurunan permintaan layanan tertentu.
- Kenaikan Beban Operasional: Beban penyusutan dan amortisasi serta beban umum dan administrasi meningkat, yang berdampak langsung pada laba usaha.
- Kerugian Investasi: Kerugian yang belum terealisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi memberikan tekanan tambahan pada kinerja keuangan perusahaan.
Perspektif Masa Depan
Meskipun kinerja keuangan Telkom mengalami penurunan di tahun 2025, perusahaan tetap memiliki potensi untuk bangkit kembali. Dengan strategi yang tepat dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, Telkom dapat memperbaiki kinerjanya di masa depan.




