• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Lebaran 2026: Ayam Kampung Tangerang Laris Manis, Omzet Naik 5 Kali Lipat

Luna by Luna
20 Maret 2026 - 09:04
in Daerah
0

Lonjakan Permintaan Ayam Kampung Jelang Idulfitri: Tradisi dan Cita Rasa Jadi Pendorong Utama

Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tangerang mendadak ramai oleh aktivitas jual beli, khususnya komoditas ayam kampung. Para pedagang melaporkan adanya peningkatan permintaan yang luar biasa, bahkan hingga lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Fenomena ini menunjukkan betapa ayam kampung masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga untuk merayakan momen spesial Idulfitri.

Arman, seorang pedagang ayam kampung di Pasar Kemis, merasakan dampak lonjakan ini secara langsung. “Hari ini lumayan banget, hampir empat kali lipat. Biasanya paling 10 sampai belasan ekor, tapi sekarang sudah lebih dari 70 ekor yang terjual,” ungkapnya dengan senyum lebar. Untuk mengantisipasi tingginya antusiasme pembeli, Arman telah mempersiapkan stok hingga 200 ekor ayam kampung. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per ekor, bergantung pada ukuran dan kualitas ayam. “Tadi stok 70 ekor, tapi takut kurang saya nurunin barang lagi jadi total semuanya 200 untuk hari ini,” jelasnya.

Lonjakan permintaan ini, menurut Arman, mulai terasa sejak pagi hari. Ia menduga, masyarakat mulai bersiap-siap menyambut Lebaran, terlebih menjelang penetapan resmi hari raya melalui sidang isbat. “Sejak pagi tadi sudah ramai, mungkin karena masyarakat berjaga-jaga, siapa tahu besok sudah Lebaran,” tambahnya. Kesibukan serupa juga dialami oleh pedagang lain di wilayah Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Joko, pedagang ayam kampung lainnya, mengaku stok dagangannya telah habis diserbu pembeli. “Tadi ada sekitar 50 ekor, tapi sudah habis. Ini baru mau ambil lagi,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan permintaan ayam kampung kali ini sangat signifikan. Jika pada hari biasa pembeli cenderung lebih memilih ayam negeri karena harga yang lebih terjangkau, kini ayam kampung justru menjadi primadona. “Kalau biasanya ayam kampung jarang dicari, sekarang bisa sampai lima kali lipat lebih peningkatannya,” ujar Joko.

Baca Juga  Studi Terbaru: Polusi Suara Perkotaan Tingkatkan Risiko Stres Kronis di Bali, Simak Fakta Lengkapnya

Faktor Tradisi dan Cita Rasa Menguatkan Pilihan Ayam Kampung

Tingginya minat masyarakat terhadap ayam kampung untuk perayaan Idulfitri tidak lepas dari faktor cita rasa dan nilai tradisi yang melekat. Rosnani (53), salah seorang pembeli, mengungkapkan alasannya lebih memilih ayam kampung meskipun harganya relatif lebih mahal dibandingkan ayam negeri.

“Kalau ayam negeri itu dagingnya terlalu empuk, sedangkan ayam kampung teksturnya lebih pas, enak untuk dibuat opor,” ungkap Rosnani. Baginya, tekstur daging ayam kampung yang lebih kenyal dan gurih memberikan sensasi berbeda yang sangat pas untuk hidangan khas Lebaran seperti opor ayam.

Lebih dari sekadar rasa, ayam kampung juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi perayaan Idulfitri di keluarga Rosnani. “Lebaran kan setahun sekali, jadi ingin yang spesial. Selain daging sapi, ayam kampung wajib ada di rumah kami,” tuturnya. Kehadiran ayam kampung di meja makan saat Lebaran dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan kuliner keluarga dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Persiapan Pedagang dan Antisipasi Kebutuhan

Untuk memenuhi lonjakan permintaan ini, para pedagang telah melakukan berbagai persiapan. Mereka tidak hanya menambah stok, tetapi juga memastikan kualitas ayam yang dijual terjaga.

  • Peningkatan Stok: Pedagang seperti Arman dan Joko telah meningkatkan jumlah ayam kampung yang mereka sediakan, bahkan hingga ratusan ekor untuk mengantisipasi permintaan yang terus meningkat menjelang hari H.
  • Penyesuaian Harga: Meskipun harga ayam kampung cenderung lebih tinggi, para pedagang berusaha menawarkan harga yang kompetitif dengan tetap mempertimbangkan biaya operasional dan kualitas. Kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per ekor menjadi gambaran umum yang ditawarkan.
  • Pemilihan Kualitas: Pembeli seperti Rosnani sangat memperhatikan kualitas daging. Pedagang yang mampu menyediakan ayam kampung dengan tekstur dan cita rasa yang diinginkan akan menjadi pilihan utama.
Baca Juga  PON XXI 2026: Kesiapan Mencapai 95 Persen, Pemerintah Optimistis Gelar Lancar

Fenomena lonjakan permintaan ayam kampung menjelang Idulfitri ini menunjukkan bahwa di tengah perubahan zaman dan selera, tradisi dan cita rasa otentik masih memegang peranan penting dalam perayaan hari besar keagamaan. Ayam kampung bukan sekadar komoditas pangan, melainkan simbol kehangatan keluarga, kebersamaan, dan kelestarian tradisi kuliner yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Para pedagang pun menyambut antusiasme ini, melihatnya sebagai momen penting untuk turut berkontribusi dalam kemeriahan Idulfitri.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Stabilkan Harga Sawit: Kayong Utara Terbitkan SE untuk PKS
Daerah

Stabilkan Harga Sawit: Kayong Utara Terbitkan SE untuk PKS

14 Juni 2026 - 20:45
Meta Perkenalkan Kacamata AR Ringan: Revolusi atau Sekadar Tren di Yogyakarta?
Daerah

Meta Perkenalkan Kacamata AR Ringan: Revolusi atau Sekadar Tren di Yogyakarta?

14 Juni 2026 - 18:21
Meta Perkenalkan Kacamata AR Ringan Pengganti Smartphone di Yogyakarta, Simak Selengkapnya
Daerah

Meta Perkenalkan Kacamata AR Ringan Pengganti Smartphone di Yogyakarta, Simak Selengkapnya

14 Juni 2026 - 17:38
Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar Tahun Baru Islam di Batam
Batam

Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar Tahun Baru Islam di Batam

14 Juni 2026 - 13:01
Fakta Mengejutkan Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026: Ludes dalam 3 Jam di Bali, Apa Sebabnya?
Daerah

Fakta Mengejutkan Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026: Ludes dalam 3 Jam di Bali, Apa Sebabnya?

14 Juni 2026 - 01:24
Petani Gula Kristal Banyumas: Teknologi & Cuaca Penggerak Produksi
Daerah

Petani Gula Kristal Banyumas: Teknologi & Cuaca Penggerak Produksi

13 Juni 2026 - 19:40
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Judi Bola Pingpong di Boombastic KTV. (Foto: Redaksi BATAMPENA.COM)

Dishub DKI Minta Maaf: Proyek Lenteng Agung-Depok Ditunda

14 Juni 2026 - 23:47
Lily Collins & Charlie McDowell’s Rare French Open Date

Lily Collins & Charlie McDowell’s Rare French Open Date

14 Juni 2026 - 23:21

4 Zodiak Beruntung Juni 2026: Rezeki dan Peluang Melimpah

14 Juni 2026 - 23:21
Meta Luncurkan Kacamata AR Ringan: Masa Depan Komputasi Tanpa Smartphone?

Meta Luncurkan Kacamata AR Ringan: Masa Depan Komputasi Tanpa Smartphone?

14 Juni 2026 - 23:17
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.