Pembukaan Jalan Lenteng Agung Arah Depok Tertunda, Dishub DKI Minta Maaf dan Berikan Rekayasa Lalu Lintas
Jakarta – Rencana pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung yang menghubungkan Jakarta dengan Depok ke arah selatan, yang seharusnya dimulai pada pukul 05.00 WIB, mengalami penundaan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa pembukaan lajur akan dilakukan secara bertahap, dengan target lajur di sisi rel kereta api dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, diikuti lajur di sisi lainnya pada pukul 09.00 WIB. Keterlambatan ini disebabkan oleh kompleksitas pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah serta kebutuhan sterilisasi area yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penundaan ini. “Kami memahami bahwa kondisi ini tentu berdampak pada mobilitas warga yang setiap harinya melintas di kawasan Lenteng Agung. Oleh karena itu, kami memohon maaf atas keterlambatan pembukaan jalan ini,” ujar Budi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Proses perbaikan yang memakan waktu lebih lama ini dipicu oleh beberapa faktor. Berdasarkan informasi dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, keterlambatan penyelesaian pekerjaan terjadi karena proses penutupan dan sterilisasi area perbaikan baru dapat dimulai pada pukul 14.00 WIB. Setelah lokasi dinyatakan benar-benar aman dan bersih dari potensi bahaya, barulah pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah dapat dilaksanakan secara penuh pada pukul 16.00 WIB.
“Keselamatan para pekerja dan seluruh pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Karenanya, seluruh tahapan pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku agar hasil perbaikan benar-benar aman dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat tanpa menimbulkan risiko,” tegas Budi.
Dishub DKI Jakarta terus menjalin koordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesegera mungkin. Petugas Dishub juga telah disiagakan di sekitar lokasi proyek untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengguna jalan menuju rute alternatif yang telah ditentukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan memantau informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah. Perkembangan terbaru mengenai status pembukaan jalan akan terus disampaikan secara berkala kepada publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan semua instansi terkait demi mempercepat proses penanganan dan meminimalkan dampak negatif terhadap mobilitas warga.
Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Menyikapi penundaan pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung, berbagai rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk meminimalkan kemacetan dan mengalihkan arus kendaraan. Masyarakat yang beraktivitas di area tersebut sangat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan mereka dengan bijak dan selalu mengikuti petunjuk dari petugas yang berjaga di lapangan.
Berikut adalah beberapa opsi pengalihan arus lalu lintas yang dapat dipertimbangkan oleh para pengguna jalan:
-
Dari arah Pasar Minggu menuju Depok:
- Kendaraan dialihkan untuk melalui Jalan Raya Lenteng Agung.
- Pengguna jalan dapat melakukan putar balik di perlintasan sebidang Kereta Api (KA) JPL 23 atau putaran Universitas Pancasila.
- Setelah itu, kendaraan diarahkan menuju Jalan Moch. Kahfi II, Jalan Tanah Baru, dan seterusnya menuju Depok.
-
Alternatif Lain dari arah Pasar Minggu:
- Kendaraan dapat memanfaatkan putaran tapal kuda yang terletak di depan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.
- Selanjutnya, melintasi Jalan Raya Lenteng Agung, kemudian berbelok ke Jalan TB Simatupang.
- Dari Jalan TB Simatupang, pengguna jalan dapat memilih untuk melalui Jalan Kebagusan Raya atau Jalan Raya Cilandak KKO, sebelum akhirnya menuju Jalan Moh. Kahfi I dan seterusnya.
-
Melalui Jalan Tol:
- Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari area Lenteng Agung sepenuhnya, dapat melalui Jalan TB Simatupang, kemudian menuju Jalan Raya Bogor, dilanjutkan dengan Jalan Akses UI, dan seterusnya menuju Depok.
-
Untuk Kendaraan Bertonase Besar (dari arah Tanjung Barat menuju Depok):
- Kendaraan dengan tonase besar dialihkan untuk menggunakan akses Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Desari.
- Alternatif lain bagi kendaraan berat ini adalah melalui Jalan TB Simatupang, Jalan Raya Bogor, dan Jalan Akses UI.
Pemerintah daerah terus berupaya memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat. Dengan adanya penundaan ini, koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk memastikan kelancaran pekerjaan perbaikan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari warga. Kesabaran dan pengertian dari masyarakat sangat diharapkan selama proses perbaikan berlangsung.












