Libur Lebaran: 62 Ribu Pengunjung Padati IKN

Diposting pada

Ibu Kota Nusantara (IKN) Sambut Ribuan Pengunjung di Momen Idulfitri 2026: Menikmati Keindahan dan Fasilitas Publik

Jumlah pengunjung yang memadati Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pada momen Idulfitri 2026 menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengenal lebih dekat calon pusat pemerintahan Indonesia ini. Pada H+2 Idulfitri, tercatat sebanyak 62.500 orang telah mengunjungi IKN, memanfaatkan momen libur panjang untuk mengeksplorasi berbagai kawasan dan ruang publik yang telah tersedia.

Troy Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, menjelaskan bahwa para pengunjung datang untuk menikmati beragam fasilitas dan merasakan pengalaman berada di IKN. “Masyarakat datang untuk melihat langsung perkembangan IKN, menikmati ruang terbuka hijau, serta fasilitas-fasilitas yang sudah mulai dapat diakses,” ujar Troy.

Destinasi Menarik di IKN yang Diburu Pengunjung

Selama periode libur Idulfitri yang berlangsung dari Selasa, 24 Maret hingga Minggu, 29 Maret, diperkirakan jumlah pengunjung harian akan tetap mencapai ribuan orang. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk secara langsung menyaksikan beberapa area penting seperti Istana Negara, kawasan perkantoran, dan berbagai fasilitas lainnya yang terus dikembangkan.

Beberapa lokasi yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung meliputi:

  • Plaza Seremoni: Area yang dirancang untuk berbagai kegiatan seremonial dan menjadi salah satu ikon visual IKN.
  • PSSI (Pusat Sains dan Teknologi Terpadu): Meski mungkin belum sepenuhnya beroperasi sebagai pusat riset, area ini menjadi bagian dari visi IKN sebagai kota cerdas dan inovatif.
  • Embung MBH (Menteri Besar Haji): Sebuah waduk atau embung yang tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga menjadi ruang publik yang asri dan tenang.
  • Glamping IKN: Pengalaman berkemah mewah yang menawarkan sensasi berbeda untuk menikmati keindahan alam di sekitar IKN.
  • Bendungan Sepaku Semoi: Sebuah infrastruktur vital yang juga menawarkan pemandangan indah dan menjadi bukti pembangunan di IKN.
  • Plaza Bhinneka Tunggal Ika: Ruang publik yang merepresentasikan semangat persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia.
  • Taman Kusuma Bangsa: Area hijau yang dirancang untuk relaksasi dan rekreasi bagi para pengunjung.

Masjid Negara dan Aturan Kunjungan

Selain destinasi-destinasi tersebut, Masjid Negara IKN juga menjadi salah satu tujuan utama para pengunjung, baik untuk beribadah maupun mengagumi arsitekturnya yang megah. Berbagai lokasi wisata di sekitar IKN juga menjadi alternatif yang menarik untuk dikunjungi. Namun, Troy Pantouw mengingatkan bahwa untuk memasuki beberapa area, termasuk Masjid Negara, terdapat pengaturan kapasitas tertentu untuk menjaga kenyamanan dan keamanan.

Khusus untuk memasuki kawasan Istana Negara, diterapkan aturan berpakaian yang ketat. Pengunjung diwajibkan mengenakan sepatu dan dilarang menggunakan sandal. Selain itu, celana pendek, kaos oblong, dan pakaian tanpa lengan juga tidak diperkenankan. Aturan ini bertujuan untuk menjaga kesakralan dan keseriusan kawasan istana negara sebagai simbol pemerintahan.

Imbauan untuk Menjaga Kebersihan dan Keberlanjutan

Otorita IKN juga secara proaktif menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama selama periode libur panjang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, termasuk di Masjid Negara IKN. Salah satu imbauan penting adalah mengenai penggunaan tas pakai ulang (reusable bag) untuk menyimpan alas kaki seperti sepatu atau sandal sebelum memasuki ruang utama masjid.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan area ibadah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kawasan Nusantara,” jelas Troy Pantouw. Imbauan ini juga merupakan bagian dari antisipasi lonjakan pengunjung yang datang untuk beribadah maupun sekadar menikmati keindahan Masjid Negara IKN.

Troy Pantouw menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti membawa tas pakai ulang untuk alas kaki memiliki dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan kenyamanan bersama. “Penggunaan tas pakai ulang untuk menyimpan alas kaki adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan mendukung prinsip keberlanjutan yang diterapkan di IKN,” pungkasnya.

Gerakan sadar lingkungan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dan memperkuat komitmen IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari para pengunjung, IKN dapat terus berkembang menjadi destinasi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga nyaman dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alamnya.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan