Macan Akar, Bukan Harimau Sumatera, Tewas Tertabrak di Girsang

Diposting pada

Miskonsepsi Satwa Terlindas di Simalungun: Bukan Harimau Sumatera, Melainkan Macan Akar

Sebuah insiden yang menyebabkan kepanikan di media sosial baru-baru ini terungkap telah disalahpahami. Foto dan video seekor anak hewan yang terlindas mobil di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Simalungun, sempat viral dengan narasi bahwa satwa malang tersebut adalah Harimau Sumatera. Namun, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara telah memberikan klarifikasi resmi yang membantah dugaan tersebut.

Kronologi Awal dan Penyebaran Informasi yang Menyesatkan

Peristiwa ini bermula ketika sebuah foto dan video yang menunjukkan bangkai seekor anak hewan yang tampak remuk akibat terlindas mobil beredar luas di platform media sosial Facebook. Dari penampakan fisiknya yang sekilas, banyak warganet meyakini bahwa hewan tersebut adalah Harimau Sumatera, salah satu satwa langka dan dilindungi yang keberadaannya semakin terancam.

Narasi yang menyertainya semakin memperkuat dugaan tersebut. Disebutkan bahwa pengemudi mobil yang terlibat dalam insiden itu secara tidak sengaja menabrak salah satu dari dua anak harimau yang sedang berjalan keluar dari semak-semak bersama induknya. Pengemudi tersebut dilaporkan berhenti setelah melihat kondisi hewan yang mengenaskan dan segera melaporkan kejadian tersebut. Bersamaan dengan laporan itu, muncul pula imbauan kepada masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area tersebut.

Verifikasi dan Identifikasi oleh Tim Gabungan

Menindaklanjuti laporan yang beredar, pihak berwenang segera melakukan investigasi. Kepala Seksi Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pematangsiantar, Suyono, mengonfirmasi bahwa insiden ini memang terjadi di Jalinsum, tepatnya di dekat Jembatan Sisera-Sera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada hari Minggu, 25 Januari 2026.

Awalnya, laporan yang diterima oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah III Kisaran meminta konfirmasi apakah bangkai satwa yang ditemukan adalah Harimau Sumatera. Untuk itu, sebuah tim gabungan dibentuk dan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Tim ini terdiri dari personel dari ANECC (Aek Nauli Elephant Conservation Camp) dan CA Batu Gajah, yang didampingi oleh personel dari Polsek Parapat serta warga sekitar.

Suyono menjelaskan bahwa tim dari ANECC dan CA Batu Gajah merupakan pihak yang lebih dekat dengan lokasi penemuan, sehingga mereka tiba lebih awal sekitar pukul 11.00 siang pada hari Senin, 26 Januari 2026.

Hasil Identifikasi: Macan Akar, Bukan Harimau Sumatera

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan identifikasi terhadap bangkai satwa tersebut, tim gabungan akhirnya sampai pada kesimpulan yang tegas. “Setelah diidentifikasi, dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera melainkan satwa Macan Akar,” ujar Suyono saat dihubungi via telepon.

Macan Akar, yang secara ilmiah dikenal sebagai Pardofelis badia atau Catopuma badia, merupakan spesies kucing liar yang juga dilindungi, namun memiliki ciri fisik yang berbeda dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Perbedaan ini cukup signifikan jika diamati secara detail oleh para ahli.

Dengan adanya hasil identifikasi ini, Suyono mengharapkan agar masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Pihaknya memastikan bahwa penanganan terhadap bangkai satwa tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kemudian dilakukan penguburan bangkai satwa Macan Akar tersebut sesuai dengan prosedur penanganan satwa liar. Giat ini dilakukan bersama-sama pihak kepolisian, pemerintah setempat dan disaksikan warga,” tambah Suyono.

Pesan dari Pihak Berwenang

Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Saragih, turut membenarkan adanya laporan mengenai insiden hewan yang tertabrak mobil. Ia menegaskan bahwa tim BBKSDA telah melakukan penelitian terhadap bangkai satwa tersebut dan mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan untuk memastikan identitasnya.

Pihak berwenang secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Penting bagi setiap individu untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.

Meskipun satwa yang tertabrak adalah Macan Akar dan bukan Harimau Sumatera, masyarakat yang melintasi kawasan hutan, khususnya di Jalinsum Simalungun, tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendalian laju kendaraan menjadi sangat penting demi menjaga keselamatan diri sendiri, pengguna jalan lainnya, serta satwa liar yang mungkin melintas di habitatnya. Kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci utama untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan