Perubahan Kepemimpinan Partai Politik di Sulawesi Selatan: Azhar Arsyad Kembali Pimpin PKB, Nasdem Tunjuk Syaharuddin Alrif
MAKASSAR – Dinamika politik di tingkat provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan pergerakan signifikan dengan penetapan ketua-ketua baru di beberapa partai politik besar. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem menjadi sorotan utama dengan keputusan terbaru mereka. Azhar Arsyad kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan untuk periode ketiganya, sementara Partai Nasdem menunjuk Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW yang baru, menggantikan Rusdi Masse.
Penetapan ini menandai kelanjutan kepemimpinan Azhar Arsyad di PKB Sulsel, sebuah posisi yang telah diembannya sejak tahun 2013. Periode kepemimpinannya yang ketiga ini diharapkan dapat mengkonsolidasikan kekuatan partai dan mempersiapkan PKB menghadapi agenda politik di masa mendatang, termasuk Pemilihan Umum 2029. Keberhasilan Azhar Arsyad dalam membawa PKB menembus lima besar perolehan suara di Sulawesi Selatan pada Pemilu 2024 menjadi bukti kapabilitasnya dalam memimpin partai. Salah satu kader PKB, Fauzi Andi Wawo, kini juga dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua IV di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan.
Sementara itu, di Partai Nasdem, Ketua Umum Surya Paloh secara resmi menunjuk Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Syaharuddin Alrif, yang juga menjabat sebagai Bupati Sidrap, mengambil alih estafet kepemimpinan dari Rusdi Masse yang mengundurkan diri. Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Nasdem, Saan Mustopa, yang mewakili Surya Paloh. Posisi Sekretaris DPW Nasdem Sulsel kini diisi oleh Andi Rachmatika Dewi, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Makassar. Penunjukan ini diharapkan dapat membawa keberkahan dan melanjutkan kesuksesan Partai Nasdem sebagai partai pemenang Pemilu di Sulawesi Selatan.
Azhar Arsyad Memimpin PKB Sulsel untuk Periode Ketiga
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi menetapkan Azhar Arsyad sebagai Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan untuk masa jabatan 2026-2031. Keputusan ini diambil setelah Azhar Arsyad berhasil menyelesaikan seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang diselenggarakan langsung oleh DPP PKB di Jakarta.
Proses UKK yang dilalui Azhar Arsyad kali ini dilaporkan jauh lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya. Tahapan seleksi meliputi tes psikologi dan berbagai penilaian lainnya, yang mencerminkan keseriusan DPP PKB dalam menata organisasi dan mempersiapkan kepemimpinan yang berkualitas. Menariknya, uji kelayakan ini tidak hanya diikuti oleh calon ketua DPW, tetapi juga oleh sejumlah pengurus pusat, termasuk tokoh penting seperti Gus Abdul Halim. Hal ini menunjukkan komitmen PKB terhadap prinsip meritokrasi dan profesionalisme dalam penentuan kepemimpinan.
“Tesnya lebih berat. Mulai dari tes psikologi hingga berbagai tahapan penilaian lainnya. Intinya, seleksi kali ini sangat ketat,” ungkap Azhar Arsyad. Ia menambahkan bahwa dalam proses UKK di tingkat pusat, hanya dirinya yang berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya, menjadikan Sulsel sebagai salah satu wilayah dengan calon tunggal untuk posisi ketua DPW.
Seluruh ketua DPW yang dinyatakan lolos UKK telah menerima Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP PKB. Rencananya, pelantikan serentak para ketua DPW akan dilaksanakan oleh DPP PKB di Jakarta pada tanggal 1 hingga 3 Februari 2026. Momentum pelantikan ini juga akan dirangkaikan dengan penyerahan SK dan penandatanganan Pakta Integritas, sebagai bentuk komitmen kepemimpinan dan loyalitas terhadap garis perjuangan partai.
“Penyerahan SK dan Pakta Integritas oleh DPP, Insya Allah akan dilaksanakan pada 1 Februari di Jakarta,” ujar Azhar Arsyad usai mengikuti sosialisasi kepengurusan DPW PKB melalui Zoom bersama jajaran DPP PKB.
Nasdem Tunjuk Syaharuddin Alrif, Gantikan Rusdi Masse
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah menunjuk Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan. Penunjukan ini dilakukan pada Jumat, 23 Januari 2026, dan menggantikan posisi Rusdi Masse yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Penyerahan SK dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Saan Mustopa, di Jakarta.
Syaharuddin Alrif, yang juga dikenal sebagai Bupati Sidrap, diharapkan dapat memimpin Partai Nasdem di Sulawesi Selatan dengan lebih baik lagi. Partai Nasdem sendiri merupakan salah satu partai pemenang dalam Pemilihan Umum di Sulawesi Selatan.
“Bismillah hari ini DPP menyerahkan SK pergantian DPW Sulsel Kak SYaharuddin Alrif jadi ketua Nasdem, dan Kakak Cicu jadi Sekretaris DPW,” kata Saan Mustopa. Ia menambahkan, “Mudah-mudahan membawa keberkahan dan dapat ridho dari Allah.”
Syaharuddin Alrif menyatakan rasa terima kasihnya atas amanah yang diberikan. “Terima kasih kakak waketum dan kaka sekjen atas amanah ketua umum, amanah kami jaga bersama seluruh jajaran nasdem, saya diamanahkan bersama anggota DPRD provinsi Insyaallah menjaga amanah ini,” ujar Syahar.
Daftar Ketua Partai Politik Level Provinsi di Sulawesi Selatan
Pergantian dan penetapan ketua partai politik di Sulawesi Selatan menunjukkan peta persaingan yang dinamis. Berikut adalah daftar ketua partai politik level provinsi di Sulawesi Selatan berdasarkan informasi terbaru:
- Partai Nasdem: Syaharuddin Alrif
- Partai Golkar: Muhidin M Said (Pelaksana Tugas Ketua)
- Partai Gerindra: Andi Iwan Darmawan Aras
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP): Posisi ketua DPW masih dalam proses pembahasan di DPP.
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): Azhar Arsyad
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS): Anwar Farouk
- Partai Demokrat: Ni’matullah Rahim Bone
- Partai Amanat Nasional (PAN): Sitti Husniah Dg Talenrang
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan): Ridwan Andi Wittiri
- Partai Persatuan Indonesia (Perindo): Abdul Hayat Gani
- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): Mayjen Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI): Gandi Rusdi Masse
Tokoh-tokoh Politik yang Memimpin Partai dalam Jangka Panjang
Sejumlah nama telah lama memimpin partai politik di Sulawesi Selatan, menunjukkan stabilitas kepemimpinan mereka.
- Azhar Arsyad (PKB): Memimpin PKB Sulsel sejak tahun 2013.
- Ridwan Andi Wittiri (PDI Perjuangan): Memimpin DPD PDI Perjuangan Sulsel sejak tahun 2014.
- Ni’matullah Rahim Bone (Demokrat): Memimpin DPD Demokrat Sulsel sejak tahun 2014.
- Rusdi Masse Mappasessu (Nasdem): Memimpin Partai Nasdem Sulsel sejak tahun 2016.
- Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra): Memimpin DPD Gerindra Sulsel sejak tahun 2019.
Keberadaan para ketua partai yang telah memimpin dalam jangka waktu lama ini memberikan gambaran tentang kekuatan dan konsistensi partai-partai tersebut di kancah politik Sulawesi Selatan.
Muhidin M Said Ditunjuk Sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menunjuk Muhidin M Said sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi ketua pasca berakhirnya masa jabatan Taufan Pawe.
Muhidin M Said, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar, diberikan tugas untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) dan melahirkan kepengurusan baru yang definitif. Partai Golkar, yang merupakan partai pemenang kedua di Sulawesi Selatan dengan perolehan 14 kursi, diharapkan dapat terus memperkuat posisinya di bawah kepemimpinan sementara ini.
Peran Partai Politik dalam Pembangunan Daerah
Kepemimpinan partai politik di tingkat provinsi memiliki peran krusial dalam mewujudkan pembangunan daerah. Ketua-ketua partai tidak hanya bertanggung jawab terhadap konsolidasi internal partai, tetapi juga berkontribusi dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
Penunjukan ketua-ketua baru dan pengukuhan kembali kepemimpinan yang sudah ada menunjukkan adanya upaya partai politik untuk beradaptasi dengan dinamika politik yang terus berkembang. Dengan struktur kepengurusan yang solid, diharapkan partai-partai politik di Sulawesi Selatan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.




