Madura United Siapkan Taktik Khusus Hadapi Tren Positif Arema FC
Menghadapi pekan ke-22 Liga Super 2025/2026, Madura United tengah berupaya keras untuk bangkit dari rentetan hasil minor. Tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab ini akan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu malam (21/2/2026). Pelatih Madura United, Carlos Parreira, telah merancang strategi khusus untuk meredam kekuatan tim tamu yang tengah dalam performa menanjak.
Arema FC diketahui sedang dalam tren positif dengan berhasil meraih tiga kemenangan beruntun dalam beberapa pertandingan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi tim pelatih Madura United. Carlos Parreira menekankan bahwa pertandingan ini diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi timnya.
“Kami sudah melakukan diskusi mendalam dengan para pemain mengenai kekuatan Arema FC,” ujar Carlos Parreira dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (20/2/2026) malam. “Kami juga telah melakukan latihan spesifik untuk mengantisipasi setiap serangan yang mungkin dilancarkan oleh Arema.”
Pelatih asal Brasil ini menilai bahwa Arema FC tidak hanya mengandalkan kecepatan para pemain lini depannya, tetapi juga ketajaman dalam penyelesaian akhir. Terbukti, lini serang Arema FC mampu mencetak total enam gol dalam tiga pertandingan terakhir.
“Mereka memiliki pemain lini tengah yang sangat baik dalam mendistribusikan bola dan menciptakan peluang matang. Secara keseluruhan, mereka adalah tim yang solid dan berbahaya,” tambah Carlos Parreira.
Meskipun menyadari tantangan yang dihadapi, Carlos Parreira tetap memiliki keyakinan pada kemampuan timnya. Ia percaya bahwa persiapan matang yang telah dilakukan akan memberikan dampak positif pada performa tim di lapangan dan berujung pada hasil yang memuaskan.
Ambisi Putus Tren Buruk dan Jauhi Zona Degradasi
Madura United sendiri memiliki ambisi besar untuk meraih poin penuh di kandang sendiri. Tiga poin sangat krusial untuk menghentikan tren enam pertandingan tanpa kemenangan, yang terdiri dari dua hasil imbang dan empat kekalahan. Selain itu, kemenangan juga diharapkan dapat menjauhkan Madura United dari ancaman zona degradasi.
Saat ini, Madura United menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan mengumpulkan 19 poin. Posisi ini hanya terpaut empat angka dari dua tim yang berada di zona degradasi, yaitu Semen Padang dan Persijap. Jika kembali gagal meraih kemenangan dalam laga pekan ke-22 ini, Madura United berisiko tergelincir ke zona merah.
Sebagai modal penting, Madura United memiliki catatan positif ketika bertemu Arema FC di putaran pertama. Kala itu, kedua tim bermain imbang 2-2 di kandang Arema. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Laskar Sapeh Kerrab mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim berjuluk Singo Edan.
“Kami telah melakukan persiapan yang sangat baik. Kami siap untuk menghadapi mereka dan memberikan yang terbaik,” tegas Carlos Parreira.
Optimisme Pemain Sambut Pertandingan
Keyakinan serupa juga diungkapkan oleh salah satu pemain Madura United, Ferian. Pemain berusia 23 tahun ini merasa percaya diri untuk menghadapi Arema FC berkat persiapan yang telah dijalani tim.
“Saya sepenuhnya sependapat dengan pelatih. Kami telah mempersiapkan diri dengan matang. Kami sudah memahami pola permainan dan strategi yang akan digunakan oleh Arema,” ujar Ferian.
“Harapan kami adalah seluruh pemain siap tempur dan kami bisa membawa pulang tiga poin untuk para pendukung kami di rumah,” tambahnya.
Kemenangan tidak hanya akan menjadi obat penawar tren buruk tim, tetapi juga sangat dibutuhkan untuk mengamankan posisi Madura United di klasemen liga. Tambahan tiga poin akan memberikan kelegaan dan membuka peluang lebih besar untuk bersaing di papan tengah, serta menjauh dari bayang-bayang degradasi yang semakin mengintai. Seluruh elemen tim berharap laga kandang kali ini menjadi titik balik kebangkitan Madura United di sisa kompetisi Liga Super 2025/2026.




















