Dua Pelaku Pembunuhan Sadis di Bekasi Ditangkap, Jasad Korban Ditemukan Tanpa Anggota Tubuh di Freezer
Kepolisian berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap Abdul Hamid, pria yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengerikan di dalam freezer sebuah kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
AKBP Abdul Rahim, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi penangkapan kedua pelaku yang berinisial DS alias A dan S. “Sudah, dua orang pelakunya sudah kami tangkap,” ujar AKBP Abdul Rahim pada Senin, 1 April 2026.
Penemuan jasad Abdul Hamid sendiri memicu kengerian. Korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, terpotong tanpa tangan dan kaki, lalu dimasukkan ke dalam freezer. “Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” ungkap AKBP Abdul Rahim.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik pembunuhan keji ini. “Sedang dilakukan pengembangan,” tambahnya.
Kronologi Penemuan Jasad yang Mengejutkan
Peristiwa mengerikan ini berawal dari kecurigaan pemilik kios ayam geprek yang berinisial AL. AL saat itu sedang menjalankan ibadah mudik Lebaran dan mempercayakan penjagaan kios kepada Abdul Hamid, yang bekerja sebagai petugas freelance. Dua karyawan lainnya juga turut pulang kampung, sehingga Abdul Hamid menjadi satu-satunya yang bertugas menjaga kios.
Pada Jumat, 27 Maret 2026, AL mencoba menghubungi karyawannya untuk memastikan kesiapan operasional kios yang dijadwalkan buka kembali pada Sabtu, 28 Maret 2026. Namun, setelah menerima balasan singkat, komunikasi mendadak terputus, menimbulkan rasa was-was di hati AL.
Kecurigaan semakin memuncak ketika AL memutuskan untuk segera kembali ke Bekasi. Setibanya di kios pada Sabtu dini hari, AL mendapati rolling door dalam keadaan sedikit terbuka dan suasana kios tampak sepi. Kekhawatiran semakin bertambah ketika ia tidak menemukan para pekerjanya maupun motor operasional kios.
Saat hendak mengambil stok ayam dari dalam freezer, AL dikejutkan oleh penampakan gulungan selimut yang mencurigakan. Dengan rasa penasaran bercampur ketakutan, AL mengambil pisau dan mengiris selimut tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika melihat bagian yang menyerupai kulit manusia di dalamnya. Tanpa pikir panjang, AL segera melaporkan penemuan mengerikan ini kepada pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa jasad yang ditemukan di dalam freezer tersebut adalah Abdul Hamid. Jenazah korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi guna penyelidikan lebih lanjut.
Perkembangan Kasus dan Penyelidikan Lanjutan
Penangkapan kedua terduga pelaku, DS alias A dan S, merupakan langkah signifikan dalam mengungkap misteri di balik pembunuhan Abdul Hamid. Identifikasi dan penangkapan pelaku ini menunjukkan kerja keras dan dedikasi tim Jatanras Polda Metro Jaya dalam menangani kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Meskipun kedua pelaku telah diamankan, penyelidikan masih terus berlanjut. Polisi berupaya untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup dan memahami secara mendalam motif di balik tindakan brutal tersebut. Hubungan antara korban dan para pelaku, serta kronologi pasti kejadian, menjadi fokus utama dalam pengembangan kasus ini.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan pelaporan segera jika menemukan aktivitas yang mencurigakan. Penemuan jasad di dalam freezer, apalagi dalam kondisi yang sangat mengenaskan, menunjukkan tingkat kekejaman yang sulit dibayangkan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap seluruh tabir misteri ini. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini akan terus disampaikan seiring dengan berjalannya proses penyelidikan.
Autopsi yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait penyebab kematian korban dan detail kekerasan yang dialaminya. Data dari hasil autopsi akan menjadi salah satu kunci utama dalam melengkapi berkas perkara dan membawa para pelaku pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.
Keberhasilan penangkapan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga korban dan masyarakat luas, serta menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukumnya.



















