Mengoptimalkan Potensi Ekonomi NTB: Sinergi Perkebunan, Kerajinan, dan Pariwisata Internasional
Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa, mulai dari sektor perkebunan yang menjanjikan hingga kekayaan kerajinan tangan yang memukau. Keindahan alamnya yang khas, memadukan pesona laut dan kemegahan pegunungan, ternyata sangat selaras dengan preferensi wisatawan yang berasal dari Timur Tengah. Sinergi antara potensi lokal ini dengan kebutuhan pasar internasional, khususnya dalam ekosistem haji dan pariwisata global, menjadi fokus utama dalam diskusi strategis yang diselenggarakan di Mataram.
Pertemuan antara Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, pada Jumat, 16 Januari 2026, menandai langkah penting dalam upaya mengoptimalkan kekayaan daerah. Gus Irfan menekankan pentingnya mengintegrasikan potensi ekonomi NTB dengan ekosistem haji dan pariwisata internasional, membuka peluang baru yang signifikan.
“NTB memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Kami melihat ada peluang besar untuk mengomunikasikan kerja sama terkait produk kerajinan tangan hingga hasil perkebunan seperti kurma di Lombok Utara agar bisa bersinergi dengan kebutuhan di Tanah Suci,” ujar Gus Irfan. Pernyataan ini menyoroti bagaimana produk lokal NTB, seperti kurma dari petani di Lombok Utara, dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya meningkatkan perekonomian petani tetapi juga memenuhi permintaan di pasar internasional, khususnya bagi jamaah haji dan umrah.
Lombok: Destinasi Idaman Wisatawan Timur Tengah
Lebih lanjut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi yang intensif dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB. Tujuannya adalah untuk mengarahkan aliran wisatawan mancanegara, terutama dari Arab Saudi, agar menjadikan NTB sebagai destinasi pilihan. Kombinasi unik antara keindahan pantai yang menawan dan lanskap pegunungan yang dramatis di Lombok dinilai sangat sesuai dengan selera dan preferensi wisatawan dari Timur Tengah.
“Kami ingin memastikan turis mancanegara, khususnya dari Arab Saudi, bisa langsung diarahkan ke NTB. Keindahan laut dan pegunungan di sini adalah ciri khas yang sangat disukai oleh mereka,” jelas Iqbal. Keberadaan destinasi seperti Gili Trawangan, Pantai Kuta Mandalika, dan Gunung Rinjani menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari relaksasi di tepi laut hingga petualangan mendaki gunung, yang secara keseluruhan sangat menarik bagi pasar Timur Tengah yang mencari pengalaman unik dan eksotis.
Memanfaatkan “Empty Flight” untuk Meningkatkan Konektivitas
Selain fokus pada pengembangan sektor komoditas dan promosi pariwisata, pertemuan ini juga membahas strategi konkret untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Arab Saudi. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah optimalisasi pemanfaatan “Empty Flight” atau penerbangan kosong. Konsep ini merujuk pada upaya untuk mengisi kursi pesawat yang kosong pada rute-rute tertentu, baik untuk penerbangan internasional maupun domestik, guna menekan biaya operasional dan meningkatkan frekuensi penerbangan ke NTB.
“Kami juga mendiskusikan teknis empty flight ini bersama Kementerian Pariwisata agar lebih efisien,” tambah Gus Irfan. Pemanfaatan empty flight dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan konektivitas udara yang seringkali menjadi kendala dalam mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Dengan rute penerbangan yang lebih efisien dan terjangkau, NTB diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh wisatawan dari berbagai negara.
Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor
Kementerian Haji dan Umrah serta Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan komitmen yang kuat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya bersama ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah di wilayah NTB, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Sektor pariwisata yang semakin berkembang dan peningkatan ekspor produk-produk lokal akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Rangkaian diskusi ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, antara lain:
- Anggota Komisi VIII DPR RI, Lale Syifa
- Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi
- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji NTB, Lalu Muhamad Amin
- Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB, Lalu M. Faozal
- Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia
Kehadiran para pejabat ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi NTB secara optimal, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Melalui sinergi yang kuat dan strategi yang terencana, NTB berpotensi menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya memukau wisatawan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di kancah internasional.



















