AC Milan Terpuruk: Ambisi Scudetto Pupus, Harmoni Duet Pulisic-Leao Retak
Kekalahan tipis 0-1 dari Lazio di Stadion Olimpico pada pekan ke-29 Liga Italia, Minggu (15/3/2026), tampaknya menjadi pukulan telak bagi AC Milan. Mimpi untuk meraih gelar juara Serie A, yang sempat membumbung tinggi di awal musim, kini terpaksa harus dikubur dalam-dalam. Alih-alih memanfaatkan hasil imbang Inter Milan sehari sebelumnya, I Rossoneri justru semakin tertinggal, kini berjarak 8 poin dari puncak klasemen.
Pada awal kompetisi, AC Milan sempat menjadi sorotan sebagai salah satu kandidat kuat peraih Scudetto. Mereka bahkan sempat menduduki posisi teratas klasemen dalam beberapa pekan dan menjadi satu-satunya tim yang mampu menyaingi laju Inter Milan. Kemenangan dramatis atas Inter dalam Derby della Madonnina pada pekan sebelumnya sempat membangkitkan kembali asa para penggemar akan persaingan gelar yang sengit. Namun, konsistensi yang buruk dan kegagalan memanfaatkan poin-poin krusial membuat Scudetto kini hanya menjadi sebuah utopia.
Menyikapi situasi yang meredup ini, pelatih Massimiliano Allegri mengalihkan fokus timnya. Ia menekankan pentingnya untuk kembali bersaing memperebutkan tiket Liga Champions. Posisi empat besar klasemen Serie A musim ini memang sangat ketat. Milan kini hanya unggul tipis atas Napoli, Como, dan Juventus yang terus merangsek di papan tengah ke bawah.
“Setelah Inter ditahan imbang oleh Atalanta, semua orang mulai membicarakan Scudetto,” ujar Allegri, mengomentari euforia yang sempat melanda timnya. “Namun, kita harus realistis melihat situasi yang ada. Saya pikir Milan telah menunjukkan performa yang baik musim ini, dan yang terpenting saat ini adalah tetap fokus pada target Liga Champions. Jika tidak, kita berisiko merusak semua yang telah kita bangun selama enam bulan terakhir.”
Lebih dari sekadar memupus harapan gelar, kekalahan dari Lazio juga secara terang-terangan mengekspos keretakan di dalam internal tim. Duet andalan di lini serang, Christian Pulisic dan Rafael Leao, yang diharapkan menjadi motor serangan Milan, justru menunjukkan performa yang jauh dari memuaskan belakangan ini.
- Performa Menurun Pasca Pergantian Tahun:
- Christian Pulisic mengalami paceklik gol dan assist sejak awal tahun 2026.
- Rafael Leao, meskipun masih mencetak gol, hanya mampu menghasilkan 4 gol dan 1 assist dalam 12 penampilan di periode yang sama.
Dalam pertandingan melawan Lazio, kedua pemain ini kembali tampil mengecewakan. Leao menjadi korban pertama dari situasi ini, ia ditarik keluar pada menit ke-68. Keputusan pergantian pemain ini memicu reaksi keras dari winger asal Portugal tersebut. Ia berjalan sangat lambat meninggalkan lapangan, bahkan harus didorong oleh kiper Mike Maignan yang khawatir akan waktu yang terus berjalan.
Leao menunjukkan ketidakpuasannya dengan menolak pelukan Allegri, melemparkan jaketnya, serta menendang kotak es dan botol air. Kemarahan Leao diduga dipicu oleh rasa frustrasinya terhadap Pulisic yang dinilainya tidak memberikan umpan-umpan matang. Laporan dari DAZN bahkan menyebutkan bahwa Leao sempat melontarkan makian kasar kepada Pulisic karena tidak diberi bola ketika ia berlari membuka ruang di lini pertahanan lawan.
Saat keluar lapangan, Leao sempat terlibat adu argumen dengan Allegri. “Dia tidak memberiku bola, dia tidak memberiku bola,” ujarnya berulang kali merujuk pada Pulisic.
Menanggapi insiden tersebut, Allegri mengakui bahwa ia mungkin membuat keputusan yang kurang tepat dengan menarik keluar Rafael Leao. “Leao keluar dengan marah karena dia tidak ingin diganti,” kata Allegri kepada Sky Sport. “Saya membuat keputusan itu karena Pulisic terlihat tampil bagus di sisi kiri. Namun, setelah melihat kembali, mungkin saya salah.”
Allegri kembali menegaskan pentingnya realisme dalam melihat target tim. “Saya memahami ada mimpi Scudetto, tetapi kita harus realistis,” tuturnya. “Kita berusaha keras untuk membangun sesuatu, namun hanya butuh sedikit upaya untuk merusaknya. Mari kita lupakan pertandingan ini dan fokus pada Torino, yang merupakan laga krusial bagi kami untuk mengamankan posisi kedua dalam perebutan tiket ke Liga Champions.”
Situasi yang terjadi di internal tim ini menjadi tantangan tersendiri bagi Allegri. Ia harus segera menemukan solusi untuk mengembalikan harmoni dan performa terbaik dari kedua pemain bintangnya, serta seluruh tim, agar ambisi untuk setidaknya mengamankan tiket Liga Champions musim depan dapat tercapai. Kegagalan dalam hal ini bisa berakibat pada musim yang mengecewakan bagi AC Milan.



















