No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mitos AI ancam stabilitas keuangan global, negara berkembang paling rentan

Hendra by Hendra
30 April 2026 - 06:19
in Ekonomi
0

Kecemasan Global terhadap Kemampuan AI Mythos

Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menjadi alarm bahwa model AI Anthropic terbaru, Claude Mythos bisa menjadi senjata siber yang mengguncang sistem keuangan dunia. Bank-bank di negara berkembang seperti Indonesia, dinilai paling tidak siap menghadapinya.

Seminggu sebelum pertemuan IMF dan Bank Dunia digelar di Washington pada 13 – 18 April, para pembuat kebijakan memperkirakan diskusi berfokus pada konflik Timur Tengah, ketegangan pasar kredit swasta, dan tingkat utang pemerintah yang tinggi. Namun kemampuan model AI Mythos justru mendominasi pembicaraan. Penyebabnya, model AI Mythos dianggap terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik. Dokumen teknis setebal 245 halaman yang dirilis Anthropic menguraikan bahwa Mythos beroperasi seperti seorang software engineer senior, mampu mendeteksi bug halus dan memperbaiki kesalahan sendiri.

Dalam pengujian, model AI Mythos menemukan kesalahan kritis di setiap sistem operasi (OS) dan peramban web yang banyak digunakan. Sebanyak 99% dari kerentanan yang ditemukan, belum ditambal. Ini membuat para pejabat AS meminta akses ke AI Mythos yang batal dirilis oleh Anthropic karena bahaya. Regulator Keuangan Asia juga waswas mengenai kemampuan AI Mythos yang disebut berbahaya bagi bank.

Keunggulan AI Mythos dalam Pengujian

Mythos menjadi model AI pertama yang berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah yang dibuat oleh AI Security Institute (AISI) Inggris. Dalam tiga dari 10 percobaan, akal imitasi ini memecahkan tantangan ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Temuan AISI tentang kemampuan Mythos dibandingkan model AI lainnya menunjukkan bahwa AI ini memiliki keunggulan signifikan.

Para pejabat keuangan global memperlakukan Claude Mythos sebagai isu stabilitas keuangan yang mendesak. Inti ketakutan yakni model AI seperti Mythos mampu mengidentifikasi dan merangkai kerentanan perangkat lunak dengan kecepatan dan skala yang melampaui kemampuan manusia. Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan bahwa ini tantangan yang sangat serius bagi kita semua. “Ini mengingatkan kita betapa cepatnya dunia AI bergerak.”

Baca Juga  Menko Airlangga: Stimulus Lebaran & Bansos Genjot Ekonomi Q1

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengakui secara terbuka bahwa tidak ada kerangka tata kelola yang tersedia untuk mengawasi risiko semacam ini. “Saya rasa belum ada kerangka tata kelola yang benar-benar memperhatikan hal-hal tersebut,” kata dia. “Jika jatuh ke tangan yang salah, Mythos bisa sangat buruk.”

Respons Negara-Negara Maju

Respons negara-negara maju bergerak cepat. Ketua bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggelar pertemuan khusus dengan para CEO bank-bank besar AS, termasuk Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Wells Fargo, untuk memastikan mereka sadar akan risiko Mythos dan mengambil langkah perlindungan sistem.

JPMorgan, Morgan Stanley dan Citigroup disebut telah memperoleh akses ke AI Mythos, setelah pejabat AS berdiskusi dengan Anthropic. Lembaga keuangan Inggris dikabarkan akan diberikan akses dalam beberapa minggu ke depan, setelah perwakilan Kementerian Keuangan Inggris, Otoritas Pengawasan Keuangan, dan Pusat Keamanan Siber Nasional bertemu dengan Anthropic.

Di sinilah ketimpangan mulai tampak. Bank-bank di negara maju tak hanya waspada, mereka bisa menguji coba Mythos dan mulai memperbaiki kerentanan apa pun yang ditemukan dalam sistem. Sementara negara berkembang, termasuk Indonesia, menanggung potensi ancamannya.

Indonesia di Titik Rentan

Sumber Reuters mengatakan para pejabat bank sentral India berkonsultasi dengan The Fed AS dan Bank of England mengenai AI Mythos. Otoritas pembayaran India, National Payments Corporation of India (NPCI) dan sejumlah bank juga berupaya untuk mendapatkan akses awal ke Mythos. Namun, akses semacam itu mungkin tidak akan terwujud karena sistem Mythos milik Anthropic di hosting di server yang dikontrol ketat di AS dan menjalankan pengujian pada data lokal di yurisdiksi asing bisa jadi sulit.

Baca Juga  Investasi UEA: Rp4 Triliun untuk IKN

Indonesia di Titik Rentan
India pun kesulitan, lalu bagaimana dengan Indonesia yang sempat menghadapi pembobolan infrastruktur penting Pusat Data Nasional Sementara pada Juni 2024. “Eksposur terhadap kerentanan semacam ini dapat diperbesar, karena AI mampu melakukan eksploitasi secara sistematis dan berulang tanpa kelelahan,” kata Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha kepada co.id, Senin (27/4), menyoroti rapuhnya sistem pertahanan digital Indonesia ketika berhadapan dengan aktor yang memiliki kapabilitas tinggi.

Di satu sisi, sistem perbankan modern telah bergantung pada arsitektur digital yang kompleks, termasuk core banking system, Application Programming Interface (API) terbuka, serta integrasi dengan layanan pihak ketiga. Dalam kondisi seperti ini, AI berkemampuan analisis pola skala besar, dapat digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan manusia.

Potensi Ancaman dan Langkah Pencegahan

Potensi ancaman terhadap sektor perbankan menjadi semakin kompleks karena adanya kemungkinan penggunaan AI untuk menggabungkan berbagai teknik serangan dalam satu kerangka operasi. Dalam tahap lanjutan, AI juga dapat digunakan untuk menghindari sistem deteksi fraud dengan mempelajari pola transaksi normal dan menyesuaikan perilaku serangan agar tidak mencurigakan. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman tidak lagi bersifat statis, melainkan dinamis dan terus berkembang mengikuti respons sistem pertahanan.

Meski begitu, menurut dia kehadiran AI Mythos menjadi katalis untuk memperkuat fondasi keamanan siber nasional agar mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah mengikuti perkembangan isu Claude Mythos dan menyadari bahwa kemajuan AI berkapabilitas tinggi dapat mempercepat penemuan dan eksploitasi kerentanan siber.

Sebagai respons, OJK meminta perbankan memperkuat ketahanan siber dengan mewajibkan penerapan manajemen risiko teknologi dan informasi yang efektif sesuai POJK Nomor 11 Tahun 2022. “Kewajiban ini mencakup identifikasi ancaman secara proaktif, manajemen kerentanan, penguatan layanan digital, hingga pengelolaan pihak ketiga, guna memastikan ketahanan siber perbankan nasional,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, kepada co.id, Jumat (24/4).

Baca Juga  Harga Emas Perhiasan 22 Des 2025: Tren Menguat, Cek Raja Emas di Sini

Namun regulasi yang ada dinilai belum cukup untuk menghadapi ancaman yang bergerak jauh lebih cepat. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyebut bahwa ancaman dari AI canggih seperti Mythos bersifat berlapis. “Ada banyak risiko. Yang utama meliputi eksploitasi celah sistem, fraud berbasis AI, dan kebocoran data,” ujar Heru kepada co.id, Jumat (24/4). Bank dinilai perlu memperkuat keamanan siber, menerapkan AI governance, meningkatkan deteksi anomali, serta meningkatkan kesiapan SDM dan regulasi internal.

“Indonesia sebaiknya proaktif seperti negara lain,” Heru menambahkan. Regulator seperti OJK, Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dinilai perlu mengkaji risiko dan manfaat AI canggih seperti Mythos. “Fokusnya bukan melarang, tetapi memastikan tata kelola, audit keamanan, dan standar penggunaan yang jelas.”

Dampak Jangka Panjang

Jika AI seperti Mythos digunakan untuk menyerang sistem pembayaran, settlement, atau infrastruktur perbankan utama secara serentak, dampaknya dapat menjalar ke likuiditas pasar, kepercayaan nasabah hingga stabilitas sistem keuangan lintas-negara. Kemunculan Mythos menunjukkan bahwa persaingan AI kini bukan lagi soal inovasi, tetapi juga soal ketahanan ekonomi dan keamanan nasional. Negara yang lebih cepat menguasai teknologi pertahanan berbasis AI berpotensi memiliki keunggulan strategis, sementara yang tertinggal menghadapi kerentanan yang semakin besar.

Tags: berkembangglobalkeuangannegarapalingrentanstabilitas
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Ekonomi

Ramalan Zodiak Besok: Sagitarius, Aquarius, Taurus, dan Cancer 3 Mei 2026

4 Mei 2026 - 12:50
Ekonomi

Ramalan Zodiak Besok: Aries, Gemini, Leo, dan Libra 3 Mei 2026

4 Mei 2026 - 12:18
KPK Periksa Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur
Ekonomi

PT PP umumkan progres pembangunan Bendungan Bagong

4 Mei 2026 - 09:21
6 Negara Paling Kreatif, Anggaran Risetnya Mengagumkan!
Ekonomi

Jerman Jadi Eksportir Limbah Plastik Terbesar Dunia ke Turki, Malaysia, dan Indonesia pada 2025

4 Mei 2026 - 09:02
BSU BPJS Kesehatan 2025 Cair Rp1 Juta, Cek Syarat dan Batasan Gaji Pekerja
Bisnis

Meta uji pembayaran stablecoin USDC di dua negara, bangkit lagi setelah kegagalan Libra

4 Mei 2026 - 08:42
BSU BPJS Kesehatan 2025 Cair Rp1 Juta, Cek Syarat dan Batasan Gaji Pekerja
Bisnis

Meta uji pembayaran stablecoin USDC di dua negara, bangkit lagi setelah kegagalan Libra

4 Mei 2026 - 08:42
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Inside Djokovic’s family: A tennis star’s heartfelt home life

Inside Djokovic’s family: A tennis star’s heartfelt home life

16 April 2026 - 02:53
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

4 Mei 2026 - 15:00

Prediksi Skor Persebaya vs PSBS Biak: Badai Pasifik Kebobolan 21 Gol dalam 5 Laga Terakhir

4 Mei 2026 - 12:57

Ramalan Zodiak Besok: Sagitarius, Aquarius, Taurus, dan Cancer 3 Mei 2026

4 Mei 2026 - 12:50

Dewan Pendidikan Surabaya Larang Siswa SMP Naik Motor

4 Mei 2026 - 12:44

Produk Akademi Persebaya, Konsistensi Toni Firmansyah Dapat Pujian Tavares

4 Mei 2026 - 12:37

Pilihan Redaksi

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

4 Mei 2026 - 15:00

Prediksi Skor Persebaya vs PSBS Biak: Badai Pasifik Kebobolan 21 Gol dalam 5 Laga Terakhir

4 Mei 2026 - 12:57

Ramalan Zodiak Besok: Sagitarius, Aquarius, Taurus, dan Cancer 3 Mei 2026

4 Mei 2026 - 12:50

Dewan Pendidikan Surabaya Larang Siswa SMP Naik Motor

4 Mei 2026 - 12:44
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.