Kisah Perjuangan Sang Lansia: Berjalan Kaki Dua Minggu Demi Pulang Kampung Setelah Menjadi Korban Pencopetan
Perjuangan hidup yang menyentuh hati datang dari Saeful Tony (63), seorang pemudik asal Cikarang, Kabupaten Bekasi. Lansia ini menunjukkan keteguhan luar biasa dengan nekat berjalan kaki selama dua pekan penuh untuk kembali ke kampung halamannya di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Keputusannya yang drastis ini diambil setelah ia menjadi korban pencopetan yang membuatnya kehilangan seluruh bekal dan alat komunikasinya.
Peristiwa nahas itu menimpa Saeful di sekitar area Terminal Pasar Cikarang. Di tengah keramaian, dompet yang berisi uang ongkos perjalanan dan telepon genggamnya berhasil digasak oleh pencopet. Ironisnya, uang hasil kerja kerasnya yang seharusnya menjadi modal kepulangannya, sudah lebih dulu ia transfer ke kampung halaman.
Perjalanan Tanpa Modal dan Komunikasi: Tekad Bulat Menemui Keluarga
Dalam kondisi tanpa sepeser pun uang dan kehilangan satu-satunya alat komunikasi, Saeful Tony tidak lantas menyerah pada keadaan. Keinginan kuat untuk dapat bertemu dengan bibinya, yang merupakan satu-satunya keluarga yang tersisa baginya setelah kehilangan istri dan anak tercinta, menjadi pendorong utama tekadnya. Hal ini membuatnya memilih untuk menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki, menyusuri jalur Pantura yang terkenal hingga akhirnya berbelok ke wilayah Selatan Jawa.
Selama empat belas hari yang melelahkan, Saeful berjuang untuk bertahan hidup. Ia mengandalkan sepenuhnya kebaikan hati warga yang ditemuinya di sepanjang jalan untuk mendapatkan makanan dan minuman. “Kalau malam, saya istirahat di masjid. Ya alhamdulillah, selalu ada saja yang memberi makan,” ungkap Saeful dengan nada haru saat ditemui di Terminal Tipe A Kota Banjar. Keuletan dan kepercayaan Saeful pada kemanusiaan menjadi saksi bisu perjuangannya.
Pertemuan yang Menyelamatkan: Aksi Heroik Anggota Propam Polres Ciamis
Perjalanan panjang yang penuh dengan pengorbanan dan kelelahan itu akhirnya menemukan titik terang di wilayah Karang Kamulyan, Ciamis. Kondisi Saeful yang tampak lunglai, kebingungan, dan kehausan menarik perhatian seorang petugas kepolisian yang sedang bertugas di pos pengamanan. Aipda Agus Narto, anggota Propam Polres Ciamis, segera menghampirinya.
Setelah mendengar cerita pilu yang dialami Saeful, Aipda Agus tidak hanya memberikan kata-kata penyemangat, tetapi juga mengambil tindakan nyata. Ia berinisiatif untuk menanggung seluruh biaya perjalanan Saeful hingga sampai ke kampung halamannya. “Beliau terlihat kebingungan menoleh kanan-kiri. Ternyata sudah jalan kaki dua minggu dari Cikarang. Sudah kewajiban kita saling membantu, apalagi momen mudik seperti ini,” ujar Aipda Agus, menunjukkan jiwa kemanusiaan yang tinggi.
Harapan Baru: Merayakan Idulfitri di Kampung Halaman
Berkat respons cepat dan kepedulian dari Aipda Agus Narto, perjalanan Saeful Tony yang nyaris tanpa harapan kini berubah menjadi cerita kelegaan. Aipda Agus mengantar Saeful ke Terminal Banjar, membelikannya tiket bus tujuan Kebumen, serta membekalinya dengan sejumlah uang tunai. Hal ini dilakukan agar Saeful tidak lagi terlantar di jalan dan dapat melanjutkan sisa perjalanannya dengan layak.
Kini, Saeful Tony dipastikan dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. Perjuangan luar biasanya, yang diwarnai dengan musibah dan kebaikan hati orang asing, berakhir dengan senyum kelegaan dan harapan untuk berkumpul kembali dengan orang-orang terkasih. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial, terutama di masa-masa penting seperti momen mudik.





