Dugaan Narkoba di Lapas Jambi: Video Viral Picu Sorotan Publik dan Desakan Pengawasan Ketat
Sebuah video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini telah menggemparkan publik. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan seorang narapidana (napi) sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas), bahkan sambil melakukan panggilan video (video call). Kejadian ini sontak memicu kemarahan dan kekhawatiran masyarakat mengenai efektivitas pengawasan serta integritas di balik jeruji besi.
Video berdurasi kurang lebih 1 menit 49 detik itu menampilkan seorang pria yang tampak santai melakukan aktivitas terlarang tersebut. Ia terlihat menggenggam alat isap sabu, sementara kepulan asap putih pekat memenuhi ruangan di sekelilingnya. Sedotan pun masih menempel di bibirnya, seolah tanpa rasa takut akan adanya pengawasan. Pemandangan ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana fasilitas dan pengawasan di dalam lapas bisa sedemikian bobol.
Desakan Ombudsman: Pengawasan Ketat dan Tindakan Tegas
Menanggapi fenomena yang meresahkan ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, angkat bicara. Ia mendesak pihak lapas untuk lebih serius dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh warga binaan. Menurut Saiful, institusi pemasyarakatan seharusnya tidak boleh “kecolongan”, terutama dalam hal peredaran narkotika yang kerap melibatkan narapidana.
“Tindakan tegas terhadap pengedar narkoba dalam lapas mesti diambil tindakan hukum,” tegas Saiful pada Sabtu (28/3/2026).
Saiful menekankan bahwa transparansi dalam penanganan kasus ini sangat krusial. Ia memperingatkan bahwa jika kejadian serupa terus berulang tanpa adanya sanksi yang nyata dan tegas, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan akan semakin terkikis.
“Tanpa ada tindakan tegas, publik dapat menduga adanya permainan,” ujar Saiful, menekankan bahwa masyarakat berhak untuk curiga jika tidak ada respons yang memadai terhadap pelanggaran serius seperti ini.
Respons Kepala Lapas Kelas II A Jambi: Penelusuran dan Ancaman Sanksi Berat
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Lapas Kelas II A Jambi, Syahroni Ali, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan upaya penelusuran mendalam untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Syahroni mengakui bahwa informasi awal yang diterima masih bersifat “sumir” atau belum jelas lokasi pastinya.
“Ini informasinya masih sumir, kita enggak tahu ini di lapas mana. Di narasi yang viral cuma nyebut Lapas Jambi, kan lapas Jambi banyak, ada di Muara Sabak, Sarolangun, dan ini kita belum tahu,” jelas Syahroni saat dikonfirmasi pada Jumat (27/3/2026).
Meskipun demikian, Syahroni menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ia berjanji akan menjatuhkan sanksi yang sangat berat, bahkan hukuman berat, kepada narapidana yang terbukti bersalah jika peristiwa tersebut memang terjadi di Lapas Kelas II A Jambi.
“Kalau ini memang benar, saya pastikan ada hukuman berat terhadap napi yang bersangkutan,” tegas Syahroni.
Syahroni juga mengaku terkejut dengan munculnya video tersebut, terutama karena pihak lapas baru saja menggelar razia internal di lingkungan lapas. “Kami baru saja melakukan razia kemarin, tapi ini masih kita telusuri,” pungkasnya, menunjukkan bahwa pihaknya tengah berupaya keras untuk mengklarifikasi dan mengatasi situasi ini.
Implikasi dan Harapan ke Depan
Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas ini kembali membuka mata publik terhadap berbagai isu krusial yang dihadapi sistem pemasyarakatan di Indonesia. Beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian serius antara lain:
- Penguatan Pengawasan Internal: Perlunya sistem pengawasan yang lebih berlapis dan efektif untuk mencegah masuknya barang terlarang serta aktivitas ilegal di dalam lapas. Ini bisa mencakup peningkatan teknologi pengawasan, razia yang lebih intensif, dan pembatasan akses yang tidak perlu.
- Peningkatan Integritas Petugas: Kasus seperti ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan keterlibatan oknum petugas. Oleh karena itu, pembinaan karakter, penegakan disiplin, serta mekanisme pelaporan dan penindakan yang transparan bagi petugas menjadi sangat penting.
- Peran Teknologi dalam Pengawasan: Meskipun video call dilakukan oleh napi, hal ini menunjukkan adanya celah dalam pembatasan penggunaan teknologi di dalam lapas. Perlu ada kebijakan yang lebih tegas mengenai penggunaan gawai dan akses internet bagi narapidana.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Respons yang cepat, transparan, dan akuntabel dari pihak lapas sangat dibutuhkan untuk meredakan kekhawatiran publik dan membangun kembali kepercayaan. Penindakan yang tegas dan jelas akan menjadi bukti komitmen institusi.
Publik menanti langkah konkret dari pihak Lapas Kelas II A Jambi dan otoritas terkait untuk mengusut tuntas kasus ini. Tindakan tegas dan perbaikan sistem pengawasan yang berkelanjutan diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjaga integritas lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan dan rehabilitasi yang efektif.




















