Pandji Pragiwaksono: Mengupas Tuntas “Mens Rea”, Stand-Up Comedy yang Mengusik Nurani dan Menggugah Tawa
Dalam beberapa waktu terakhir, lini masa media sosial, mulai dari Instagram, X, hingga TikTok, dibanjiri oleh potongan-potongan klip dari pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk “Mens Rea” yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono. Materi-materi yang disajikan, yang kerap kali menyentuh batas keberanian dan mengundang perdebatan, telah membangkitkan rasa penasaran publik, mendorong banyak orang untuk mencari cara menyaksikan pertunjukan ini secara penuh.
“Mens Rea” bukanlah pertunjukan stand-up comedy biasa. Ini merupakan special show kesepuluh dalam karier Pandji Pragiwaksono, salah satu tokoh penting yang turut mendirikan gerakan Stand Up Indo. Pertunjukan ini diselenggarakan sepanjang tahun 2025, membentang dari bulan April hingga Agustus, dan menjadi panggung bagi Pandji untuk menyuarakan keresahannya terhadap berbagai isu hukum dan politik di Indonesia. Dengan gaya satir yang khas, Pandji mengolah tema-tema kompleks ini menjadi sajian yang menghibur sekaligus menggugah pikiran, menjadikannya salah satu special show yang sangat layak untuk ditonton.
Akses Menonton “Mens Rea” Secara Penuh dan Legal
Bagi Anda yang tidak berkesempatan menyaksikan “Mens Rea” secara langsung karena bentrok jadwal atau kehabisan tiket, kabar baik datang dari Pandji Pragiwaksono. Ia mengumumkan bahwa pertunjukan “Mens Rea” secara resmi telah tayang di platform streaming global, Netflix, sejak 27 Desember 2025.
Pandji sendiri menyampaikan kabar gembira ini melalui akun Threads miliknya, dengan menyatakan, “PaNdji, N-nya Netflix. #MensRea sudah tayang di Netflix seluruh dunia. Tanpa disensor. Tanpa dipotong. Dengan opener. Dengan subtitle bahasa Inggris & Indonesia.” Pengumuman ini menegaskan bahwa penonton dapat menikmati “Mens Rea” secara utuh, tanpa sensor, dan tanpa potongan, serta dilengkapi dengan opener dan pilihan subtitle dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
Untuk dapat menyaksikan “Mens Rea” secara legal dan penuh, Anda hanya perlu berlangganan Netflix. Biaya langganan dimulai dari Rp54.000 per bulan. Bagi pelanggan setia Netflix, Anda dapat langsung mengakses pertunjukan ini melalui tautan yang tersedia.
Makna di Balik “Mens Rea”: Konsep Hukum dan Ekspresi Artistik
Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, apa sebenarnya makna dari “Mens Rea” dan mengapa judul ini dipilih oleh Pandji Pragiwaksono untuk special show-nya?
Istilah “mens rea” berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti “guilty mind” atau “batin yang bersalah”. Dalam konteks hukum pidana, mens rea merujuk pada keadaan mental atau niat pelaku ketika melakukan suatu tindak pidana. Ini adalah elemen penting yang menentukan pertanggungjawaban pidana seseorang.
Di Indonesia, konsep mens rea tercermin dalam unsur keadaan batin pelaku, seperti kesengajaan atau kealpaan (culpa). Hal ini diatur dalam Pasal 36 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Pasal ini menegaskan bahwa seseorang hanya dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila tindakannya dilakukan dengan niat tertentu atau karena kelalaiannya.
Namun, dalam konteks pertunjukan stand-up comedy-nya, Pandji Pragiwaksono secara tegas menyatakan bahwa “Mens Rea” tidak memiliki niat jahat sama sekali. Tujuannya murni untuk menghibur dan melawak. Pemilihan judul ini lebih merujuk pada bagaimana masyarakat seringkali salah mengartikan atau terburu-buru menghakimi niat di balik suatu tindakan, terutama dalam ranah publik.
Materi yang dibawakan dalam “Mens Rea” dikatakan oleh Pandji merupakan ungkapan keresahan pribadinya terhadap cara pandang masyarakat Indonesia terhadap isu politik, khususnya yang terjadi menjelang dan selama Pemilu 2024. Ia menggunakan pengalaman dan observasinya untuk mengkritisi narasi publik yang seringkali terpolarisasi dan penuh prasangka.
Pandji mengemas keresahan ini dengan balutan humor satir yang cerdas, mengundang penonton untuk melihat isu-isu politik dari sudut pandang yang berbeda, yang lebih kritis namun tetap ringan. Dengan demikian, “Mens Rea” bukan hanya sekadar tawa, tetapi juga sebuah ajakan untuk merenungkan bagaimana kita membentuk opini dan memahami niat di balik tindakan orang lain, terutama dalam arena politik yang kerap penuh intrik.
Melalui “Mens Rea”, Pandji Pragiwaksono berhasil menciptakan sebuah karya stand-up comedy yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki kedalaman makna, relevansi sosial, dan keberanian dalam menyampaikan pandangan. Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa stand-up comedy dapat menjadi medium yang kuat untuk refleksi sosial dan kritik konstruktif.

















