Performa Bayern Munich yang Konsisten di Musim 2025/2026
Bayern Munich terlihat lebih konsisten dan menyeramkan dibandingkan Real Madrid pada musim 2025/2026. Peluang mereka sebagai satu-satunya tim yang masih menjaga asa memenangkan semua gelar musim ini menjadi bukti dari performa yang luar biasa.
Namun, meskipun Bayern Munich tampil sangat kuat, mereka tetap perlu waspada ketika menghadapi Real Madrid di perempat final Liga Champions. Fakta bahwa Bayern Munich sering kali tersungkur di tangan Real Madrid menjadi alarm bagi Die Roten.
Laga Leg Pertama Perempat Final Liga Champions
Laga leg pertama babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026 akan langsung menyajikan duel kelas atas antara Real Madrid vs Bayern Munich. Real Madrid berkesempatan menjadi tuan rumah terlebih dahulu dengan menjamu Bayern Munich di Santiago Bernabeu.
Keseruan laga Real Madrid vs Bayern Munich akan berlangsung pada Rabu (8/4/2026) jam 02.00 WIB, dinihari nanti. Jika menilik hasil hingga konsistensi performa kedua tim musim ini, Bayern Munich jelas lebih stabil. Di bawah komando pelatih Vincent Kompany, performa Bayern Munich kian gila.
Performa Bayern Munich yang Mengesankan
Kegilaan performa Bayern Munich bisa dilihat dari posisi, jumlah kemenangan, dan gol yang telah dicetak tim ini sepanjang musim ini. Setelah berhasil memenangkan gelar Piala Super Jerman pada awal musim ini, Bayern Munich tampil konsisten di tiga kompetisi berbeda lainnya.
Di Liga Jerman, Bayern Munich masih menjadi pemuncak klasemen, dengan keunggulan 9 poin dari 28 laga yang telah dimainkan. Fakta bahwa kompetisi Liga Jerman hanya menyisakan 6 laga lagi, membuat kans Bayern Munich mempertahankan gelar sangat terbuka.
Beralih ke DFB Pokal, Bayern Munich sudah memastikan tiket semifinal dan akan menantang Bayer Leverkusen. Sementara di Liga Champions, Bayern Munich mampu lolos dari fase grup dengan status runner-up setelah memenangkan 7 dari 8 laga.
Di babak 16 besar, Bayern Munich juga mampu menyingkirkan Atalanta dengan agregat skor yang sangat telak yakni 10-2. Dalam urusan gol, Bayern Munich juga menjadi yang paling produktif se-Eropa, dengan koleksi 146 gol dari 43 laga saja.

Berkaca dari hal itu, fakta bahwa Bayern Munich masih menyimpan asa meraih treble winner menjadi bukti konsistensi performa mereka.
Kondisi Real Madrid yang Terpojok
Berbeda jauh dengan Bayern Munich, Real Madrid juga berada dalam situasi terpojok. Pemecatan Xabi Alonso dari jabatannya sebagai pelatih nyatanya tidak langsung memberi jaminan Real Madrid tampil ganas. Di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa, performa Real Madrid terkadang masih cukup labil.
Kekalahan terbaru melawan Mallorca dengan skor 2-1 tak hanya menjadi bukti inkonsistensinya performa Real Madrid ketika lawan tim lemah. Melainkan, kekalahan itu juga berpotensi membuat Real Madrid kehilangan kesempatan memenangkan gelar Liga Spanyol musim ini.

Sekarang, jarak Real Madrid dengan Barcelona di jalur juara Liga Spanyol kian terpaut jauh, yakni tujuh poin. Sulit bersaing di Liga Spanyol, Real Madrid juga sudah gagal memenangkan gelar Piala Super Spanyol, sekaligus tersingkir tragis di Copa Del Rey.
Alhasil, satu-satunya harapan Real Madrid tersisa untuk memenangkan trofi musim ini hanya di Liga Champions. Apes bagi mereka, setelah menyingkirkan Manchester City, Real Madrid harus bertemu Bayern Munich yang tampil gila musim ini.

Jika menilik performa kedua tim musim ini, Bayern Munich lebih patut untuk diunggulkan ketimbang Real Madrid. Hanya saja, Real Madrid tetaplah Real Madrid. Apalagi di ajang Liga Champions, status Real Madrid sebagai raja turnamen seakan membuat mereka tampil mengejutkan, sekalipun diremehkan.
Termasuk pada laga dinihari nanti. Jika Bayern Munich tidak waspada, Real Madrid berpeluang besar bisa menyakiti mereka di momen kritis. Situasi dejavu barangkali bisa saja dirasakan Bayern Munich yang sudah sering disakiti Real Madrid di turnamen ini.
Dilansir laman resmi UEFA, dari total 28 laga pertemuan kedua tim, Real Madrid diketahui mendominasi kemenangan dengan jumlah 13 kali. Sementara, Bayern Munich telah meraih kemenangan sebanyak 11 kali. Empat laga sisa lainnya berakhir dengan raihan hasil imbang.
Yang jadi sorotan ialah Bayern Munich kerapkali tersingkir di momen kritis kompetisi, di tangan Real Madrid. Sebagaimana pada musim 2023/2024 tepatnya di semifinal, Bayern Munich kalah dramatis dengan agregat skor 4-3, gegara dua gol telat Joselu.
Hal sama juga terjadi di babak semifinal Liga Champions musim 2017/2018. Bayern Munich lagi-lagi harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan agregat skor tipis yakni 4-3. Di babak perempat final musim 2016/2017, Bayern Munich juga tersingkir dengan agregat skor 6-3 di tangan Real Madrid.
Lalu pada musim 2013/2014, Real Madrid lagi-lagi jadi obat penawar ampuh Bayern Munich di Liga Champions. Bayern Munich gagal ke final, usai kalah dengan agregat skor 5-0 melawan Real Madrid.
Kemenangan terakhir yang diraih Bayern Munich saat menyingkirkan Real Madrid di fase gugur Liga Champions, terjadi di musim 2011/2012. Pada musim tersebut, Bayern Munich menyingkirkan Real Madrid di babak semifinal, usai memenangkan drama adu penalti.
Kegagalan Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka hingga Sergio Ramos mengeksekusi penalti menjadi momen tak terlupakan dalam laga tersebut. Melihat sejarah dan rekam jejak yang telah ditorehkan kedua tim saat bertemu di Real Madrid, tak salah jika menyebut obat penawar kegilaan Bayern Munich ialah Real Madrid.
Tak peduli seberapa kuat Bayern Munich, Real Madrid seakan punya daya magis untuk melemahkan kekuatan tim asal Jerman tersebut. Layak dinanti tim mana yang bakal mencuri kemenangan pada leg pertama nanti, Bayern Munich ataukah Real Madrid?



















