No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Opini

Opini: Grooming Bukan Cinta: Pelajaran Pahit dari “Broken Strings”

Hendra by Hendra
19 Januari 2026 - 00:03
in Opini
0

Kekerasan Sunyi: Mengurai Jaring Grooming yang Merusak Kehidupan

Tidak semua bentuk kekerasan meninggalkan jejak fisik yang kasat mata. Sebagian justru hadir dalam selubung perhatian yang terasa menyelamatkan, pujian yang menenangkan, dan janji perlindungan yang menyerupai kasih sayang. Kekerasan semacam ini tidak memaksa atau berteriak, melainkan menunggu, mendekat perlahan, dan menanamkan keyakinan pada korban bahwa kebingungan adalah cinta, diam adalah kesetiaan, dan rasa sakit adalah harga yang pantas untuk “diperhatikan”. Inilah esensi dari grooming, sebuah kejahatan yang merusak dari dalam, menukar kendali dengan rasa aman semu, dan meninggalkan luka yang baru terasa bertahun-tahun kemudian.

Grooming beroperasi di ranah emosional anak dan remaja, sebuah ruang sunyi tempat mereka belajar tentang kasih sayang, kepercayaan, dan harga diri. Memoar Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah karya Aurélie Moeremans dengan jujur dan tanpa romantisasi membuka ruang sunyi ini. Buku ini bukanlah kisah sensasional tentang kekerasan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana kekerasan dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari sebagai sebuah kekerasan.

Aurélie menulis bukan dari posisi penyintas yang telah sepenuhnya pulih, melainkan dari seseorang yang harus menunggu hingga dewasa, hingga mencapai usia yang dulu dirampas dari dirinya, untuk akhirnya menyadari bahwa apa yang ia alami bukanlah cinta, melainkan kekejaman yang menyamar sebagai kasih sayang. Dalam titik inilah Broken Strings bertransformasi menjadi lebih dari sekadar memoar personal; ia menjadi cermin bagi masyarakat yang kerap gagal mengenali grooming, gagal melindungi anak-anak, dan gagal mendengarkan mereka yang terdiam dalam luka.

Buku ini secara implisit menantang kita untuk merenung: berapa banyak anak lain yang masih terjebak dalam kebingungan yang sama, sementara kita dengan mudah melabelinya sebagai “hubungan”, “kedekatan”, atau bahkan “urusan pribadi”?

Memahami Mekanisme Grooming

Berbagai kajian, termasuk yang dilakukan oleh International Centre for Missing and Exploited Children, menegaskan bahwa grooming adalah proses manipulasi psikologis yang disengaja oleh orang dewasa terhadap anak di bawah usia 18 tahun. Tujuannya adalah membangun kedekatan emosional untuk memfasilitasi eksploitasi seksual. Proses ini jarang diawali dengan kekerasan terbuka. Sebaliknya, ia sering kali dimulai dengan bentuk perhatian yang berlebihan, teguran yang dibungkus kepedulian, atau sikap “melindungi”. Tahapan selanjutnya melibatkan isolasi korban dari lingkungan sosialnya, pengaburan batas-batas pribadi, dan penguatan kontrol melalui rasa takut atau rasa bersalah.

Baca Juga  Penanganan Kasus TNI yang Jadi Sorotan Nasional: Analisis dan Perkembangan Terkini

Mekanisme grooming ini dapat terlihat jelas dalam kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 13 tahun di Pantai Tedis, Kota Kupang, pada 14 Januari 2026. Peristiwa ini, yang sering kali hanya dipandang sebagai pemerkosaan brutal, jika ditelaah melalui lensa Broken Strings, justru menyingkap bagaimana mekanisme grooming beroperasi bahkan di ruang publik.

Kekerasan diawali dengan pendekatan yang tampak wajar: teguran dari dua pria dewasa dengan dalih memberikan keamanan. Namun, sejak awal, teguran ini sudah memuat relasi kuasa yang timpang, berbasis usia dan otoritas. Salah satu pelaku kemudian secara sengaja mengisolasi korban dari teman-temannya, secara efektif melemahkan batas-batas pribadi dan ruang aman yang seharusnya dimiliki korban untuk menolak. Penolakan korban justru berujung pada kekerasan seksual yang disertai ancaman pembunuhan. Insiden ini menegaskan bahwa grooming sering kali menjadi pintu gerbang menuju kekerasan seksual yang lebih terbuka, sementara publik baru bereaksi ketika segalanya telah terlambat bagi korban.

Tantangan Grooming di Indonesia

Di Indonesia, grooming masih sering disalahpahami. Relasi usia yang timpang dalam sebuah hubungan kerap dinormalisasi sebagai “pacaran tua-muda”. Manipulasi emosional digambarkan sebagai bentuk “kedekatan”. Lebih parah lagi, korban terkadang diminta untuk ikut bertanggung jawab atas hubungan yang sejak awal dibangun di atas ketidaksetaraan. Dalam konteks ini, perilaku yang seharusnya menjadi red flag besar sering kali disalahartikan sebagai green flag.

Secara hukum, Indonesia telah mengakui adanya kekerasan seksual non-fisik melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU No. 12 Tahun 2022), yang mengakui relasi kuasa dan manipulasi sebagai bentuk kekerasan. Undang-Undang Perlindungan Anak juga menegaskan bahwa anak tidak dapat memberikan persetujuan dalam relasi yang bersifat eksploitatif. Namun, dalam praktiknya, aparat penegak hukum masih kerap berfokus pada bukti fisik dan kronologi yang linear, sementara trauma yang dialami korban sering kali diperlakukan sebagai inkonsistensi.

Baca Juga  8 Batasan Privasi Media Sosial Orang Berwibawa: Perspektif Psikologi

Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kota Kupang, isu ini diperparah oleh budaya sungkan, relasi hierarkis yang kuat, dan kecenderungan untuk lebih cepat mempertanyakan perilaku korban daripada menyelidiki penyalahgunaan kuasa oleh orang dewasa. Anak-anak diajarkan untuk patuh daripada kritis, untuk diam daripada bersuara. Ketika kekerasan tidak secara langsung meninggalkan luka fisik, ia kerap dianggap tidak berbahaya hingga dampak buruknya baru disadari ketika sudah terlambat. Padahal, seperti yang diilustrasikan dalam Broken Strings, luka akibat grooming sering kali bertahan jauh lebih lama daripada luka fisik, memengaruhi cara korban memandang diri sendiri, cinta, dan kepercayaan. Banyak korban baru memahami apa yang sebenarnya terjadi pada mereka bertahun-tahun kemudian, ketika mereka cukup dewasa untuk akhirnya menamai kekerasan yang dulu tak memiliki bahasa.

Dari Bertahan Menuju Tanggung Jawab Kolektif

Broken Strings ditulis untuk siapa pun yang pernah hidup dalam kebisuan, untuk mereka yang memikul beban yang seharusnya tidak pernah menjadi milik mereka, dan untuk mereka yang bertahan bukan karena kekuatan, melainkan karena ketiadaan pilihan. Aurélie tidak menawarkan penyelesaian yang mulus atau keadilan yang sempurna. Ia justru secara jujur menyatakan bahwa tidak ada harga yang cukup adil untuk menebus apa yang telah dirampas. Namun, di tengah ketidakadilan itu, ia menegaskan satu hal penting: bertahan saja sudah merupakan bukti kekuatan yang luar biasa.

Buku ini mengingatkan kita bahwa kebingungan korban bukanlah tanda kelemahan, melainkan dampak dari manipulasi yang sistematis. Perasaan bersalah, merasa “ikut bertanggung jawab”, bahkan membela pelaku, adalah bagian dari luka yang diciptakan oleh grooming itu sendiri. Penyembuhan tidak selalu berarti melupakan, tetapi sering kali dimulai dari tindakan memaafkan diri sendiri atas apa pun yang dilakukan demi bertahan hidup.

Baca Juga  Shio Kuda 2026: Energi Baru, Hoki Melimpah, Hidup Lebih Jelas

Namun, buku ini juga mengajukan tuntutan moral kepada kita semua. Jika kisah Aurélie ditulis agar setidaknya satu gadis saja tidak melangkah ke badai yang sama, maka pertanyaan krusial yang harus kita ajukan bukanlah “mengapa korban tidak melapor?”, melainkan: “Apa yang sedang dan sudah kita lakukan agar anak-anak tidak perlu melewati badai itu sendirian?”

Kasus di Kupang menunjukkan bahwa grooming bukanlah sekadar cerita masa lalu atau tragedi yang terjadi jauh di luar sana. Ia terjadi di ruang publik, di kota kita, menimpa anak-anak yang seharusnya kita lindungi. Grooming tidak akan berhenti hanya karena keberanian para penyintas untuk bersuara. Ia hanya dapat dihentikan jika masyarakat bersedia percaya, negara bersedia memberikan perlindungan tanpa syarat, dan sistem hukum berhenti mencurigai luka yang tidak berdarah.

Seperti yang ditulis Aurélie dalam surat untuk dirinya yang lebih muda, gadis kecil yang dulu menangis dalam diam itulah yang sesungguhnya telah menyelamatkan hidupnya. Dan mungkin, dengan membaca dan berani membicarakan kisah ini, kita sedang membantu menyelamatkan gadis-gadis lain yang hari ini masih hidup dalam kebingungan, yang masih menunggu seseorang untuk mengatakan: “Kamu terlihat, kamu tidak rusak, dan kamu pantas hidup tanpa rasa takut.” Buku ini untuk mereka. Dan refleksi ini, seharusnya, juga.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Orang Baik Punya 8 Kebiasaan Ini, Ternyata Ini Penjelasannya Menurut Psikologi
Opini

Orang Baik Punya 8 Kebiasaan Ini, Ternyata Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

28 April 2026 - 08:53
8 Ucapan Menyakitkan yang Sering Didengar Wanita yang Selalu Minta Maaf, Menurut Psikologi
Opini

8 Ucapan Menyakitkan yang Sering Didengar Wanita yang Selalu Minta Maaf, Menurut Psikologi

28 April 2026 - 08:26
7 Kebiasaan Kecil Orang Kuat yang Bantu Bangkit Lebih Cepat
Opini

7 Kebiasaan Kecil Orang Kuat yang Bantu Bangkit Lebih Cepat

28 April 2026 - 06:39
Pria yang Kehilangan Kebahagiaan Sering Tunjukkan 7 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi
Opini

Pria yang Kehilangan Kebahagiaan Sering Tunjukkan 7 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi

28 April 2026 - 04:53
11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya
Opini

11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya

28 April 2026 - 04:26
8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya
Opini

8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya

28 April 2026 - 02:39
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Amanda Manopo Akui Kurang Percaya Diri Saat Hamil Anak Pertama

Amanda Manopo Akui Kurang Percaya Diri Saat Hamil Anak Pertama

28 April 2026 - 10:08
Hasil Liga Inggris Malam Ini: Man City Ikuti Nasib United dan Liverpool, Arsenal Khawatir di Puncak Klasemen

Hasil Liga Inggris Malam Ini: Man City Ikuti Nasib United dan Liverpool, Arsenal Khawatir di Puncak Klasemen

28 April 2026 - 09:48
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan di Timur Indonesia dengan Buka Service Center di Kolaka

Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan di Timur Indonesia dengan Buka Service Center di Kolaka

28 April 2026 - 09:46
Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan April 2026

Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan April 2026

28 April 2026 - 09:29
Satu Orang Ditangkap Usai Penembakan di Acara Makan Malam Trump

Satu Orang Ditangkap Usai Penembakan di Acara Makan Malam Trump

28 April 2026 - 09:19

Pilihan Redaksi

Amanda Manopo Akui Kurang Percaya Diri Saat Hamil Anak Pertama

Amanda Manopo Akui Kurang Percaya Diri Saat Hamil Anak Pertama

28 April 2026 - 10:08
Hasil Liga Inggris Malam Ini: Man City Ikuti Nasib United dan Liverpool, Arsenal Khawatir di Puncak Klasemen

Hasil Liga Inggris Malam Ini: Man City Ikuti Nasib United dan Liverpool, Arsenal Khawatir di Puncak Klasemen

28 April 2026 - 09:48
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan di Timur Indonesia dengan Buka Service Center di Kolaka

Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan di Timur Indonesia dengan Buka Service Center di Kolaka

28 April 2026 - 09:46
Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan April 2026

Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan April 2026

28 April 2026 - 09:29
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.