Ratusan Pencari Kerja Desak Realisasi Janji Bupati Manokwari, Aksi Blokade Picu Kemacetan
Manokwari, Papua Barat – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh ratusan Pencari Kerja (Pencaker) Formasi 2021 Kabupaten Manokwari. Merasa janji pengangkatan pegawai yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari belum juga terealisasi, mereka menggelar aksi pemalangan jalan di kawasan strategis, tepat di bawah Kantor Bupati Manokwari, pada Selasa (2/6/2026). Aksi protes ini sontak menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup signifikan, mengganggu aktivitas masyarakat di Jalan Drs Esau Sesa atau yang akrab disapa Jalan Sogun.
Massa yang terdiri dari para pencari kerja tersebut menutup sebagian ruas jalan dengan menggunakan kayu dan memasang spanduk yang berisi tuntutan mereka. Hal ini menyebabkan antrean kendaraan yang memanjang dari kedua arah. Aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif, sembari berupaya mengatur lalu lintas yang terganggu.
Puncak Kekecewaan dan Tuntutan Kepastian
Koordinator Lapangan Pencaker Formasi 2021, Oktopilus Renggo, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan yang telah mereka rasakan. Ia mengutarakan bahwa aspirasi mereka telah disampaikan berkali-kali sejak tahun 2024 melalui aksi damai, mulai dari Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga Kantor Bupati. Namun, hingga kini, belum ada satu pun proses atau hasil konkret yang memberikan kepastian bagi nasib para pencari kerja tersebut.
“Sejak 2024 kami sudah beberapa kali melakukan aksi damai, mulai dari Kantor BKD hingga Kantor Bupati. Namun sampai hari ini belum ada proses maupun hasil yang memberikan kepastian bagi kami,” ujar Oktopilus dengan nada prihatin.
Oktopilus secara tegas mengingatkan kembali akan sebuah janji yang pernah diucapkan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada tanggal 22 Mei 2025. Saat itu, Bupati menjanjikan bahwa sekitar 120 orang dari Formasi 2021 akan diangkat secara bertahap. Namun, ironisnya, janji tersebut hingga kini belum juga terwujud.
“Kami merasa ditipu karena janji itu tidak diwujudkan. Karena itu kami turun ke jalan agar pemerintah dan masyarakat mengetahui persoalan yang kami hadapi,” tegas Oktopilus, menggambarkan rasa ketidakpercayaan yang mendalam.
Sorotan Terhadap Kuota PPPK dan Tuntutan Formasi Baru
Dalam orasinya, massa aksi juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru-baru ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Para pencaker Formasi 2021 menilai bahwa kuota PPPK seharusnya terpisah dan tidak boleh mengurangi hak-hak mereka sebagai peserta dari Formasi 2021. Mereka merasa bahwa pengangkatan PPPK ini berpotensi menggerus kesempatan mereka untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain menagih janji pengangkatan yang belum terpenuhi, para pencari kerja ini juga secara tegas mendesak pemerintah untuk membuka formasi baru. Tuntutan ini muncul sebagai alternatif apabila penambahan kuota untuk Formasi 2021 dinilai tidak lagi memungkinkan untuk dipenuhi.
“Kami berharap ada solusi. Jika tidak ada lagi penambahan kuota, maka bukalah formasi baru agar kami bisa bersaing secara terbuka dan adil,” pinta Oktopilus, menekankan keinginan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dan transparan.
Desakan kepada Instansi Pusat dan Janji Politik yang Belum Terealisasi
Para pencari kerja ini tidak hanya menuntut Pemkab Manokwari, tetapi juga meminta perhatian serius dari instansi pemerintah di tingkat pusat. Mereka secara khusus meminta penjelasan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), serta instansi terkait lainnya, mengenai keterlambatan penyelesaian Formasi 2021.
Massa juga menyinggung janji politik yang pernah disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manokwari terkait rencana pengangkatan 1.000 pegawai. Janji tersebut hingga kini juga belum terlihat tanda-tanda realisasinya, menambah daftar panjang kekecewaan para pencari kerja di Manokwari.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi pemalangan, sembari menunggu tanggapan resmi dan solusi konkret dari Pemerintah Kabupaten Manokwari. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Jalan Sogun secara berangsur-angsur mulai normal setelah aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan pengaturan kendaraan dan berkoordinasi dengan para peserta aksi. Situasi ini menunjukkan urgensi penyelesaian masalah yang dihadapi oleh para pencari kerja Formasi 2021 di Manokwari.




