Tragedi Penderes Kelapa di Purbalingga: Jatuh dari Ketinggian 16 Meter, Nyawa Tak Tertolong
Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang penderes nira kelapa di Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, pada Selasa, 3 Maret 2026. Korban, yang diketahui bernama Suparno (50 tahun), dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa yang memiliki ketinggian diperkirakan mencapai 16 meter.
Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh istri korban. Mengetahui suaminya terjatuh, sang istri segera meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban.
Menurut keterangan Kapolsek Bobotsari, AKP Sarno Ujianto, korban saat itu sedang melakukan aktivitas memanjat pohon kelapa. “Korban Suparno (50) warga Desa Palumbungan,” ujar AKP Sarno Ujianto. Ia menambahkan bahwa korban terjatuh dari ketinggian sekitar 16 meter.
Usai dievakuasi oleh warga, korban dibawa ke rumahnya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian. Sesampainya di rumah, petugas medis segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban. Sayangnya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban sudah tidak memberikan respons dan dinyatakan telah meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban meninggal karena terjatuh,” tegas Kapolsek Bobotsari. Hal ini mengindikasikan bahwa murni kecelakaan akibat insiden terjatuh dari ketinggian yang fatal.
Imbauan Keselamatan untuk Para Penderes dan Pekerja Ketinggian
Menyikapi kejadian tragis ini, pihak kepolisian melalui Kapolsek Bobotsari memberikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para penderes pohon kelapa yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Bobotsari.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di ketinggian,” pinta Kapolsek. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan risiko yang dihadapi saat bekerja di tempat yang tinggi, terutama bagi mereka yang profesinya menuntut hal tersebut.
Lebih lanjut, Kapolsek menginstruksikan agar para penderes dan pekerja ketinggian lainnya untuk selalu mengutamakan keselamatan.
- Gunakan Peralatan Keselamatan: Wajib hukumnya menggunakan peralatan keselamatan yang memadai saat memanjat pohon kelapa atau melakukan pekerjaan lain di ketinggian. Hal ini mencakup penggunaan tali pengaman, sabuk pengaman, helm, dan perlengkapan pelindung diri lainnya.
- Periksa Kondisi Pohon dan Alat: Sebelum memanjat, pastikan kondisi pohon kelapa dalam keadaan kokoh dan tidak lapuk. Periksa juga kondisi tali atau alat panjat yang digunakan untuk memastikan keamanannya.
- Hindari Bekerja Saat Kondisi Cuaca Buruk: Jangan memaksakan diri bekerja saat kondisi cuaca tidak mendukung, seperti hujan deras, angin kencang, atau petir. Kondisi cuaca buruk dapat meningkatkan risiko terpeleset atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
- Istirahat yang Cukup: Pastikan kondisi fisik prima sebelum melakukan aktivitas berat. Bekerja dalam keadaan lelah dapat menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan, yang berakibat fatal.
Pihak kepolisian berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Keselamatan kerja, terutama saat beraktivitas di ketinggian, harus selalu menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya kembali insiden serupa di masa mendatang. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja perlu terus digalakkan agar setiap aktivitas dapat berjalan dengan aman dan lancar.




















