Dugaan Praktik “Akun Tembak” Marak, Puluhan Calon Driver Online di Batam Merasa Tertipu
Batam – Kasus dugaan praktik ilegal pembuatan akun driver transportasi online atau yang dikenal dengan istilah “akun tembak” kembali mencuat di Batam. Puluhan calon driver yang tergabung dalam Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (Komando) Batam mendatangi salah satu kantor aplikator transportasi online pada Senin (2/3) malam. Aksi ini dipicu oleh laporan sejumlah calon driver yang merasa telah menjadi korban penipuan.
Para calon driver ini mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum tertentu dengan janji dapat mempercepat proses pembuatan akun melalui “jalur belakang”, terutama saat pendaftaran resmi sedang ditutup. Praktik ini tentu merugikan banyak pihak dan menimbulkan keresahan di kalangan komunitas driver online.
Modus Operandi “Akun Tembak” dan Kerugian yang Dialami
Menurut Okka, Wakil Ketua Satgas Komando Batam, kasus ini mulai terungkap setelah salah satu anggota komunitas melaporkan pengalaman pahitnya. “Awalnya ada anggota kami yang melapor karena merasa tertipu saat pendaftaran pembuatan akun,” ujar Okka. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, terbukti bahwa memang ada oknum yang menawarkan jasa pembuatan akun dengan imbalan finansial.
Para calon driver ini diminta untuk membayar biaya yang bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta per akun. Okka menekankan bahwa biaya ini sangat tidak wajar, mengingat pendaftaran resmi untuk kendaraan roda empat seharusnya tidak dipungut biaya sama sekali.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan oleh Komando Batam, jumlah korban dugaan penipuan ini diperkirakan mencapai lebih dari 30 orang. Namun, ironisnya, tidak semua akun yang dijanjikan dapat digunakan. Sebagian akun tersebut ternyata berasal dari luar wilayah Batam, sehingga tidak memenuhi syarat operasional.
“Dari jumlah tersebut, ada yang berhasil mendapatkan akun, mungkin sekitar 15 orang. Namun, hingga kini prosesnya belum selesai sepenuhnya meskipun para korban sudah membayar,” tambah Okka. Hal ini menunjukkan bahwa praktik “akun tembak” ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga membuang-buang waktu dan harapan para calon driver.
Kronologi dan Upaya Penanganan Kasus
Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, membenarkan adanya dugaan penipuan ini setelah pihaknya melakukan pendalaman terhadap para terduga pelaku. Awalnya, total kerugian dari para korban diperkirakan mencapai Rp20 juta. Namun, seiring dengan bertambahnya laporan dan pendataan yang dilakukan, jumlah kerugian tersebut terus meningkat.
“Setelah kami lakukan interogasi dan pendataan, ternyata korbannya cukup banyak. Kami juga sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak aplikator terkait masalah ini,” kata Feryandi. Setelah data terus dikumpulkan, kerugian sementara yang dialami anggota Komando saja kini diperkirakan mencapai lebih kurang Rp50 juta. Angka ini belum termasuk kerugian dari anggota komunitas lain yang mungkin belum terdata.
Kasus dugaan penipuan “akun tembak” ini telah dilaporkan secara resmi ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang pada akhir Februari 2026 lalu. Feryandi berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Tuntutan Komunitas Driver Online
Komunitas driver online tidak hanya menuntut agar para pelaku lapangan diproses secara hukum, tetapi juga mendesak agar oknum karyawan internal perusahaan aplikator transportasi online yang diduga terlibat juga turut diusut dan diproses secara hukum.
“Kami berharap agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Termasuk memproses hukum oknum karyawan internal aplikasi driver online, bukan hanya kaki tangannya saja,” tegas Feryandi.
Praktik “akun tembak” ini menimbulkan beberapa permasalahan serius:
- Merugikan Calon Driver: Para calon driver harus kehilangan uang yang tidak sedikit dengan janji yang tidak pasti.
- Menciptakan Persaingan Tidak Sehat: Akun yang didapat melalui jalur ilegal dapat mengganggu keseimbangan jumlah driver yang terdaftar secara resmi.
- Merusak Reputasi Aplikator: Dugaan keterlibatan oknum internal dapat mencoreng nama baik perusahaan aplikator transportasi online.
- Potensi Keamanan: Akun yang didapat secara ilegal mungkin tidak melalui verifikasi yang ketat, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keamanan di kemudian hari.
Komunitas Komando Batam berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan. Mereka juga mengimbau calon driver online lainnya untuk selalu waspada terhadap praktik penipuan serupa dan hanya mendaftar melalui jalur resmi yang disediakan oleh pihak aplikator.




















