Masjid Raya Sheikh Zayed Solo: Surga Berbuka Puasa dengan Ribuan Porsi Nikmat
Pada akhir pekan Minggu, 8 Maret 2026, Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo menjadi saksi bisu keramaian luar biasa. Ribuan jemaah memadati setiap sudut masjid, mulai dari selasar, pelataran, halaman, hingga tenda-tenda yang didirikan khusus untuk menampung antusiasme umat yang hendak menunaikan ibadah buka puasa. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terasa begitu kental, menandai pentingnya masjid hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) ini sebagai pusat kegiatan keagamaan di kota tersebut.
Salah satu jemaah yang turut merasakan atmosfer istimewa ini adalah Hari Pranoto. Ia mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman berbuka puasa di Masjid Raya Sheikh Zayed. Perjalanannya yang ditempuh dari Magetan sengaja dilakukan demi bisa menikmati momen spiritual ini. “Ya ramai. Pertama kali. Dari Magetan,” ujarnya dengan senyum, saat ditemui di lokasi pada Minggu sore.
Hari Pranoto telah tiba di masjid sejak pukul 16.00 WIB, jauh sebelum waktu berbuka puasa tiba. Kesabarannya terbayar ketika ia mendapatkan giliran untuk mencicipi hidangan buka puasa yang telah disiapkan. Kebetulan, menu yang ia dapatkan adalah nasi kebuli yang lezat.
Meskipun dalam kondisi yang sangat ramai, Hari Pranoto memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan oleh panitia di masjid tersebut. “Ya berwisata religi. Dari jam 4. Nasi kebuli sama kurma. Ya cukup baik. Panitianya ramah,” tuturnya, menunjukkan kepuasan atas pengalaman pertamanya ini.
Komitmen Katering Ramadhan: 14 Ribu Porsi Setiap Hari
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tidak main-main dalam menjalankan komitmennya untuk menyediakan hidangan berbuka puasa bagi para jemaah. Selama bulan suci Ramadan tahun ini, masjid megah ini secara konsisten menyiapkan sebanyak 14 ribu porsi hidangan buka puasa setiap harinya.
Menurut keterangan Munajat, Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, persiapan ini mencakup setidaknya 15 jenis menu makanan berat. Keberagaman lauk utama, seperti daging atau telur, dipadukan dengan lauk pendamping yang tak kalah menggugah selera, mulai dari tempe, tahu, kerupuk, hingga berbagai pilihan sayuran segar.
“Menu takjil ada makan berat sama sama takjil. makan berat itu ada sekitar 15 jenis lauk, setiap menu ada lauk utama, lauk pendamping, sayur, buah, nasi, itu menu utama,” jelas Munajat. Hal ini menunjukkan adanya perhatian mendalam terhadap kualitas dan variasi hidangan yang disajikan, memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman berbuka puasa yang memuaskan.
Fleksibilitas dalam Penambahan Stok
Lebih lanjut, Munajat menjelaskan bahwa jumlah menu buka puasa yang disiapkan bersifat fleksibel dan dapat ditingkatkan apabila jumlah jemaah yang hadir ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mengalami peningkatan. Kesiapan ini menjadi bukti nyata komitmen pengelola masjid untuk melayani umat dengan sebaik-baiknya.
Untuk mengantisipasi lonjakan jemaah, terutama pada akhir pekan, pengelola masjid telah menyiapkan stok cadangan. Masing-masing menu, baik takjil maupun makanan berat, disiapkan sebanyak 3 ribu paket sebagai cadangan.
“Kalau weekend nanti kita lihat, Solo cuacanya bagus (atau tidak), ada potensi peningkatan (jemaah atau tidak) nanti akan kita tambah maksimal 10 ribu,” ungkap Munajat. Dengan strategi penambahan stok yang matang ini, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memastikan bahwa tidak ada jemaah yang pulang dengan tangan hampa, bahkan di hari-hari dengan kunjungan paling padat sekalipun. Kesiapan ini menjadikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sebagai destinasi spiritual yang nyaman dan penuh berkah bagi seluruh umat Muslim di Solo dan sekitarnya selama bulan Ramadan.



















