Situasi terkini mengenai rumah tangga selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah terus menjadi sorotan publik. Setelah kabar perceraian yang mengejutkan, kini muncul isu mengenai pembiayaan anak yang ditanggung sepenuhnya oleh Sarwendah, sementara Ruben Onsu dikabarkan menghentikan pemberian nafkah. Menanggapi hal ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan pandangannya.
Tanggapan Kuasa Hukum: Pembiayaan Anak oleh Ibu adalah Hal Normal
Minola Sebayang menyatakan bahwa pembiayaan kedua putri mereka oleh Sarwendah, terutama ketika Ruben Onsu sedang tidak memberikan nafkah, adalah sesuatu yang wajar dan normal. Menurutnya, peran seorang ayah dalam menafkahi anak selama bertahun-tahun jauh lebih besar dibandingkan hanya beberapa bulan.
“Beberapa bulan ini Ruben mungkin ada sedikit perasaan tidak enak, ngambek, atau situasi-situasi yang yang mungkin hanya Ruben yang memahaminya, kemudian biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan anak itu harus ditanggulangi oleh ibunya,” ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Senin (1/6/2026).
Ia menambahkan, “Itu kan saya rasa suatu hal yang normal. Gimana enggak normalnya di sini? Itu bukan membuat kita harus menjadi pahlawan, tidak.”
Pernyataan ini menyoroti bahwa dalam konteks rumah tangga dan pengasuhan anak, peran ibu dalam memastikan kesejahteraan anak, termasuk biaya pemeliharaan dan pendidikan, seringkali menjadi garda terdepan, terutama dalam situasi tertentu.
Latar Belakang Permasalahan: Kesulitan Bertemu Anak
Minola Sebayang menjelaskan bahwa beberapa bulan terakhir, Ruben Onsu merasa tertekan karena kesulitan untuk bertemu dengan kedua buah hatinya. Perasaan tidak nyaman atau “ngambek” yang dialami Ruben Onsu inilah yang diduga menjadi alasan di balik penghentian pemberian nafkah. Selama periode ini, Sarwendah mengambil alih seluruh tanggung jawab finansial untuk kedua putri mereka.
“Jadi artinya marilah kita bersikap bijak. Ya, konteksnya bukan di situ,” tutup Minola Sebayang, mengindikasikan bahwa ada nuansa emosional dan personal yang mendasari keputusan Ruben Onsu.
Riwayat Pernikahan dan Hak Asuh Anak
Ruben Onsu dan Sarwendah diketahui telah membangun rumah tangga selama 11 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk bercerai. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang putri yang kini berada dalam pengasuhan Sarwendah.
Pasca perceraian, kedua anak mereka tinggal bersama Sarwendah. Namun, Ruben Onsu belakangan ini mengeluhkan betapa sulitnya ia untuk dapat bertemu dengan anak-anaknya yang diasuh oleh mantan istrinya tersebut. Keluhan ini menjadi salah satu poin penting dalam dinamika hubungan pasca-perceraian mereka.
Ruben Onsu sendiri telah membenarkan bahwa ia menghentikan pemberian nafkah untuk kedua buah hatinya sejak beberapa bulan lalu. Keputusan ini diambilnya sebagai respons atas frustrasinya karena kesulitan bertemu dengan anak-anaknya. Situasi ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi dan perhatian dari publik mengenai bagaimana hak dan kewajiban orang tua akan dijalankan ke depannya, terutama demi kepentingan terbaik anak-anak.
Pentingnya Bijak dalam Menyikapi Situasi
Pernyataan Minola Sebayang menggarisbawahi pentingnya untuk melihat situasi ini secara bijak dan objektif. Ia mengingatkan agar tidak serta-merta menilai satu pihak sebagai pahlawan hanya karena menafkahi anak selama beberapa bulan, sementara mengabaikan peran orang tua lain yang telah menafkahi anak selama bertahun-tahun. Hal ini bertujuan untuk menghindari penilaian yang dangkal dan mendorong pemahaman yang lebih mendalam mengenai kompleksitas hubungan keluarga, terutama setelah perceraian.
Fokus utama dalam setiap permasalahan yang melibatkan anak-anak pasca-perceraian adalah kesejahteraan dan kebahagiaan mereka. Diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi terbaik demi masa depan kedua putri mereka, terlepas dari dinamika pribadi yang sedang mereka hadapi. Komunikasi yang baik dan kompromi yang sehat akan sangat krusial dalam menavigasi tantangan ini.













