Firasat Shireen Sungkar Sebelum Kepergian Vidi Aldiano: Kisah Persahabatan dan Pengingat Akan Waktu
Kepergian Vidi Aldiano, seorang sosok yang dikenal luas dan dicintai banyak orang, meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan. Salah satunya adalah aktris Shireen Sungkar, yang merasakan kegelisahan tak biasa sesaat sebelum kabar duka itu datang. Pengalaman ini tidak hanya menyoroti eratnya ikatan persahabatan mereka, tetapi juga menjadi pengingat yang kuat tentang betapa cepatnya waktu berjalan dan betapa berharganya setiap momen bersama orang terkasih.
Shireen Sungkar menceritakan momen yang ia rasakan melalui unggahannya di media sosial. Ia mengaku kepada sang suami, Teuku Wisnu, bahwa ia tiba-tiba diliputi rasa gelisah dan kekhawatiran yang mendalam mengenai keadaan Vidi Aldiano. Kegelisahan ini muncul tanpa sebab yang jelas, namun terasa begitu kuat.
Melalui tangkapan layar percakapan di aplikasi pesan singkat, Shireen menunjukkan upayanya untuk menghubungi Vidi. Ia telah mengirimkan pesan kepada sahabatnya tersebut, namun sayangnya, pesan itu tidak terkirim dan tidak mendapatkan balasan. Pesan tersebut dikirim pada pagi hari, sekitar pukul 11.00 WIB, pada hari yang sama ketika Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.33 WIB. Mengetahui Shireen yang terus merasa gelisah, Teuku Wisnu sempat menyarankan agar Shireen mencoba menanyakan kondisi Vidi secara langsung kepada sang istri, Sheila Dara.
Namun, tak lama setelah itu, takdir berkata lain. Shireen justru menerima kabar duka yang paling ia takutkan: sahabat lamanya telah berpulang. Dalam kesedihannya, Shireen mengunggah serangkaian foto kenangan kebersamaannya dengan Vidi, sembari memanjatkan doa untuk almarhum.
“Vid… Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu. Jujur tadi pagi kepikiran, tapi WA gak dibales,” tulis Shireen dalam unggahannya, mengungkapkan rasa kecewa dan firasat yang ternyata terbukti.
Aktris yang dikenal melalui perannya dalam sinetron “Cinta Fitri” ini mendoakan Vidi Aldiano yang berjuang melawan penyakit kanker ginjal. Bagi Shireen, Vidi adalah sosok yang luar biasa baik hati dan memiliki kesabaran yang patut diteladani.
“Dear sobat lamaku, bismillah Allah sayang sama Vidi, diterima di sisi terindahNya, digugurin segala dosanya. Si anak baik dan sabar masyaAllah, temen semua orang,” lanjut Shireen dengan penuh haru.
Lebih jauh, Shireen Sungkar mengungkapkan bahwa kepergian Vidi Aldiano menjadi sebuah pengingat yang sangat kuat baginya. Ia menyadari betapa cepatnya waktu berlalu dan bagaimana orang-orang yang kita cintai bisa datang dan pergi dari kehidupan kita. Pernyataan Shireen yang sendu, “Dan menjadi sebaik-baiknya pengingat untuk aku. Waktu berjalan cepat. Orang yang kita sayang datang dan pergi dan aku hanya nunggu gilirannya,” mencerminkan refleksi mendalam tentang kefanaan hidup dan pentingnya menghargai setiap detik yang diberikan.
Perjuangan Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia yang relatif muda, 35 tahun, setelah berjuang selama tujuh tahun melawan kanker ginjal. Perjalanan penyakitnya dimulai secara tidak terduga.
Deteksi Awal Kanker
Kanker ginjal Vidi pertama kali terdeteksi ketika ia memeriksakan diri ke dokter karena mengalami hilangnya suara. Awalnya, ia didiagnosis menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, sebuah kondisi yang cukup mengejutkan mengingat tidak ada riwayat penyakit serupa dalam keluarganya. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih pasti, Vidi kemudian memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Singapura.
Diagnosis Kanker Ginjal Stadium 3
Hasil pemeriksaan di Singapura membawa kabar yang menggemparkan. Pada akhir tahun 2019, Vidi didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 3. Menghadapi kenyataan ini, Vidi menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjalnya di Singapura.
Kembalinya Kanker dan Perjuangan Berkelanjutan
Setelah menjalani operasi, Vidi sempat merasa lega dan optimis bahwa kankernya telah teratasi. Ia menjalani hidup dengan satu ginjal. Namun, pada tahun 2021, kanker tersebut kembali muncul. Meskipun sempat mengalami remisi pada akhir tahun 2021, sel kanker kembali aktif.
Pada tahun 2022, kondisi kanker ginjal Vidi menunjukkan perkembangan yang lebih serius, yaitu telah menyebar. Ia pun harus menjalani serangkaian pengobatan yang intensif, termasuk kemoterapi berulang kali. Perjuangannya tidak berhenti di situ. Vidi juga mencoba berbagai alternatif pengobatan, mulai dari pengobatan tradisional di Thailand hingga berobat di Penang, Malaysia, demi melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik Vidi semakin terlihat menurun. Pada tahun 2025, tubuhnya tampak semakin kurus. Ia sempat mengambil jeda dari aktivitasnya dan mengakui bahwa ia sempat memiliki keinginan untuk berhenti menjalani kemoterapi, sebuah tanda betapa beratnya perjuangan yang ia hadapi.
Akhir Perjuangan dan Pemakaman
Pada tanggal 7 Maret 2026, Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya. Momen terakhirnya ditemani oleh seluruh anggota keluarga yang setia mendampinginya. Keesokan harinya, pada 8 Maret 2026, jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Prosesi pemakaman diiringi oleh rintik hujan dan tangis haru dari keluarga serta sahabat yang turut mengantarkan kepergiannya.
Kepergian Vidi Aldiano menjadi sebuah pengingat yang pilu namun penting bagi kita semua untuk lebih menghargai kehidupan, menjaga kesehatan, dan mempererat hubungan dengan orang-orang terkasih.




















