Skandal Dugaan Kecurangan Ujian Daring di Universitas Ternama Korea Selatan, Seoul National University (SNU) Ambil Langkah Tegas
Sebuah dugaan praktik kecurangan yang mengemuka dalam ujian akhir semester mata kuliah umum di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Seoul National University (SNU), Korea Selatan, telah memicu perhatian serius dari pihak universitas. Kasus ini melibatkan mahasiswa laki-laki yang mengambil kelas jarak jauh secara daring sembari menjalani wajib militer. Meskipun pembelajaran dan ujian dilakukan secara virtual, SNU telah menerapkan langkah antisipasi untuk mencegah kecurangan, termasuk kewajiban bagi mahasiswa untuk terus menampilkan layar soal ujian mereka.
Kronologi dan Temuan Asisten Pengajar
Menurut laporan yang beredar, pihak universitas telah mengharuskan setiap mahasiswa untuk tetap menampilkan layar ujian mereka selama proses pengerjaan. Setiap kali seorang mahasiswa membuka tab atau jendela lain di komputer mereka, asisten pengajar akan mencatat aktivitas tersebut. Namun, temuan mengejutkan datang dari para asisten pengajar. Mereka melaporkan bahwa hampir separuh dari total 36 mahasiswa yang mengikuti ujian tersebut terdeteksi telah membuka jendela lain di luar layar ujian utama.
Meskipun catatan tersebut tidak secara spesifik mengungkapkan konten yang dilihat oleh mahasiswa, temuan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi pelanggaran akademik. Ketidakmampuan untuk secara pasti membuktikan kecurangan konten membuat profesor mata kuliah tersebut mengambil tindakan yang lebih komprehensif. Alih-alih memberikan sanksi individual, sang profesor memutuskan untuk membatalkan seluruh hasil ujian. Sebagai gantinya, seluruh mahasiswa diwajibkan untuk menyerahkan tugas pengganti sebagai bentuk evaluasi ulang.
Respons Serius SNU dan Antisipasi Masa Depan
Menanggapi insiden ini dan serangkaian skandal serupa yang melibatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di universitas-universitas terkemuka Korea, SNU kini tengah merumuskan strategi yang lebih matang untuk mengatasi pelanggaran akademik. Salah satu upaya signifikan adalah penyusunan pedoman yang jelas mengenai sejauh mana mahasiswa diperbolehkan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam pengerjaan tugas kuliah.
Pedoman ini juga akan mencakup kewajiban bagi para profesor untuk secara eksplisit menyatakan kebijakan terkait penggunaan AI dalam silabus masing-masing kelas. Dengan demikian, mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh mengenai batasan dan aturan yang berlaku.
Selain itu, SNU berencana untuk mengeksplorasi alternatif metode evaluasi, terutama untuk mata kuliah yang membutuhkan ujian daring. Opsi-opsi seperti ujian buku terbuka (open book exam) atau penilaian berbasis tugas (assignment-based assessment) sedang dipertimbangkan secara serius.
“Mengurangi kelas daring itu sendiri tidak sejalan dengan perkembangan zaman. Universitas sedang menjajaki metode evaluasi baru,” ujar seorang juru bicara SNU. Pernyataan ini menegaskan komitmen universitas untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi sambil tetap menjaga integritas akademik.
Gelombang Skandal Kecurangan AI di Universitas Korea
Kasus di SNU bukanlah insiden terisolasi. Universitas-universitas ternama lainnya di Korea Selatan, seperti Universitas Korea dan Universitas Yonsei, juga pernah dihadapkan pada skandal serupa terkait penyalahgunaan AI oleh mahasiswa. Fenomena ini telah mendorong banyak institusi pendidikan tinggi di Korea untuk melakukan evaluasi ulang terhadap metode ujian dan kebijakan akademik mereka.
Beberapa kelas di universitas-universitas tersebut terpaksa membatalkan nilai ujian atau beralih kembali ke format ujian tatap muka setelah terungkapnya praktik kecurangan yang melibatkan teknologi AI. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dalam menyeimbangkan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih dengan upaya menjaga kejujuran dan keadilan dalam proses akademik. SNU, dengan langkah-langkah yang diambilnya, menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan ini dan berupaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih berintegritas di era digital.

















