Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, akan melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Lelang ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
Target dan Seri Sukuk yang Ditawarkan
Dalam lelang sukuk kali ini, pemerintah menargetkan perolehan dana hingga mencapai Rp11 triliun. Target tersebut akan diupayakan melalui penawaran delapan seri sukuk yang berbeda. Seri-seri sukuk tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS).
Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS): Terdapat tiga seri SPNS yang akan ditawarkan dalam lelang ini. Ketiga seri tersebut adalah:
- SPNS09032026 (reopening)
- SPNS10082026 (reopening)
SPNS12102026 (reopening)
Ketiga seri SPNS ini memiliki jangka waktu jatuh tempo yang relatif pendek, berkisar antara 9 Maret 2026 hingga 12 Oktober 2026.
* Project Based Sukuk (PBS): Selain SPNS, pemerintah juga akan menawarkan lima seri Project Based Sukuk (PBS). Kelima seri PBS tersebut adalah:PBS030 (reopening)
- PBS040 (reopening)
- PBS034 (reopening)
- PBS005 (reopening)
- PBS038 (reopening)
Detail Imbal Hasil dan Jatuh Tempo
Setiap seri PBS menawarkan tingkat imbal hasil dan jangka waktu jatuh tempo yang berbeda-beda, memberikan variasi pilihan investasi bagi para investor. Berikut adalah rincian lebih lanjut mengenai imbal hasil dan jatuh tempo masing-masing seri PBS:
- PBS038: Seri ini menawarkan imbal hasil tertinggi, yaitu sebesar 6,87%. PBS038 memiliki jangka waktu jatuh tempo terpanjang di antara seri PBS lainnya, yaitu pada tanggal 15 Desember 2049.
- PBS040: Seri ini menawarkan imbal hasil terendah, yaitu sebesar 5,00%.
- PBS030: Seri ini memiliki jangka waktu jatuh tempo tersingkat di antara seri PBS lainnya, yaitu pada tanggal 15 Juli 2028.
- Seri PBS lainnya (PBS034 dan PBS005): Menawarkan tingkat imbal hasil dan jatuh tempo yang berada di antara kedua ekstrem tersebut, memberikan opsi investasi yang lebih beragam.
Mekanisme Lelang
Lelang sukuk ini akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), yang bertindak sebagai agen lelang SBSN. Proses lelang bersifat terbuka, yang berarti dapat diikuti oleh berbagai kalangan investor, baik individu maupun institusi. Metode penentuan harga yang digunakan dalam lelang ini adalah metode harga beragam.
Partisipasi Investor
Investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam lelang sukuk ini harus menyampaikan penawaran pembelian melalui dealer utama yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan. Dealer utama ini akan bertindak sebagai perantara antara investor dan pemerintah dalam proses lelang.
Daftar Dealer Utama
Beberapa bank dan perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia telah ditunjuk sebagai dealer utama dalam lelang sukuk ini. Beberapa di antaranya adalah:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
- PT Bank Permata Tbk. (BNLI)
- Sejumlah perbankan lainnya di Indonesia
- Sejumlah perusahaan sekuritas
Rincian Seri Sukuk yang Dilelang
Berikut adalah tabel yang merangkum rincian lengkap mengenai seri sukuk yang akan dilelang, termasuk tanggal jatuh tempo dan tingkat imbalan yang ditawarkan:
| Seri Surat Berharga Syariah Negara | Jatuh Tempo | Imbalan |
|---|---|---|
| SPNS09032026 (reopening) | 9 Maret 2026 | Diskonto |
| SPNS10082026 (reopening) | 10 Agustus 2026 | Diskonto |
| SPNS12102026 (reopening) | 12 Oktober 2026 | Diskonto |
| PBS030 (reopening) | 15 Juli 2028 | 5,87500% |
| PBS040 (reopening) | 15 November 2030 | 5,00% |
| PBS034 (reopening) | 15 Juni 2039 | 6,50000% |
| PBS005 (reopening) | 15 April 2043 | 6,75000% |
| PBS038 (reopening) | 15 Desember 2049 | 6,87500% |
Potensi Keuntungan dan Risiko
Investasi pada sukuk menawarkan potensi keuntungan berupa imbal hasil yang kompetitif. Selain itu, sukuk juga dianggap sebagai investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga dapat menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengutamakan aspek keberkahan dalam berinvestasi. Namun, seperti halnya investasi lainnya, investasi pada sukuk juga mengandung risiko, seperti risiko pasar dan risiko likuiditas. Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan riset dan analisis yang cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada sukuk.
Imbauan Partisipasi
Pemerintah mengimbau kepada seluruh investor, baik individu maupun institusi, untuk berpartisipasi aktif dalam lelang sukuk ini. Partisipasi investor akan membantu pemerintah dalam memenuhi target pembiayaan APBN dan mendukung pembangunan infrastruktur serta proyek-proyek strategis lainnya di Indonesia. Dengan berinvestasi pada sukuk, investor tidak hanya mendapatkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.












