Misteri Hadiah Mobil Jalan Sehat HUT ke-80 RI Banyumas: Pemenang Belum Terima, EO Ungkap Pemasukan Rp 420 Juta
Acara jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Banyumas menyisakan cerita kurang mengenakkan. Meskipun diselenggarakan dengan meriah dan menarik ribuan peserta, hadiah utama berupa mobil Honda Brio yang dijanjikan kepada salah satu pemenang undian hingga kini belum diterima. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan, terutama bagi sang pemenang.
Penyelenggara acara, melalui Direktur Boss Event Organizer (EO), Najmudin, akhirnya angkat bicara mengenai berbagai aspek pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk perihal pemasukan yang berhasil diraih. Pengakuan ini muncul di tengah lamanya penantian sang pemenang untuk membawa pulang hadiah impiannya.
Pemasukan Acara yang Signifikan: Rp 420 Juta dari Tiket dan Sewa Tenda
Najmudin mengungkapkan bahwa acara jalan sehat yang diselenggarakan pada Minggu, 24 Februari 2026, berhasil meraup pemasukan yang cukup besar, diperkirakan mencapai Rp 420 juta. Sumber utama pemasukan ini berasal dari dua pos utama: penjualan tiket jalan sehat dan sewa tenda bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Menurut Najmudin, tiket jalan sehat yang terjual mencapai angka fantastis, yaitu 180.000 lembar. Dengan harga tiket Rp 2.500 per lembar, potensi pemasukan dari penjualan tiket saja sudah sangat menggiurkan.
“180.000 tiket dikalikan Rp 2.000 saja, yang Rp 500 katakan untuk fee penjualan, totalnya sudah Rp380 juta,” jelas Najmudin. Perhitungan ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari harga tiket dialokasikan untuk pemasukan acara, dengan selisih kecil yang mungkin diperuntukkan bagi agen penjualan tiket.
Selain dari tiket, pemasukan juga didapat dari pemanfaatan lahan di lokasi acara, yaitu di Menara Teratai, Purwokerto. Para pedagang UMKM yang ingin berjualan di area tersebut harus menyewa tenda. Najmudin memperkirakan ada sekitar 50 tenda yang disewa.
“Sewa tenda UMKM Rp 1 juta, waktu itu mungkin ada sekitar 50 tenda, Rp40 juta ya dapet,” tuturnya. Dengan demikian, total pemasukan kotor yang berhasil dikumpulkan oleh panitia dari kedua sumber tersebut mencapai minimal Rp 420 juta.
Laporan Keuangan yang Bermasalah dan Hilangnya Kepercayaan
Namun, di balik angka pemasukan yang besar tersebut, terungkap adanya masalah serius terkait laporan keuangan acara. Najmudin mengaku bahwa pelaksana acara yang “meminjam bendera” perusahaannya tidak mampu mempertanggungjawabkan laporan keuangan secara transparan.
“Laporan keuangannya tidak jelas,” tegas Najmudin. Ia memberikan contoh spesifik mengenai anggaran pencetakan tiket yang dilaporkan mencapai Rp 70 juta.
“Saya rasa tidak sampai segitu,” kata Najmudin, menyiratkan adanya potensi pembengkakan biaya yang tidak wajar.
Najmudin juga menegaskan bahwa penyelenggaraan acara jalan sehat ini murni menggunakan dana dari pihak EO dan tidak sedikit pun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas, meskipun acara tersebut merupakan bagian dari kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.
“Anggaran murni dari EO, tidak ada anggaran serupiah pun dari APBD,” imbuhnya. Pernyataan ini penting untuk mengklarifikasi bahwa tanggung jawab finansial sepenuhnya berada di tangan EO.
Nasib Pemenang Undian: Hadiah Mobil yang Tak Kunjung Tiba
Kekecewaan terbesar tentu dirasakan oleh Yulia Nurul, warga Kabupaten Cilacap yang berdomisili di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas. Ia adalah pemenang undian hadiah utama berupa mobil Honda Brio dalam acara jalan sehat tersebut. Namun, setelah hampir enam bulan berlalu sejak acara dilaksanakan, hadiah yang dijanjikan tak kunjung diterimanya.
Muskinul Fuad, suami Yulia, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku telah dihubungi oleh pihak EO sekitar awal September, dengan janji penyerahan hadiah pada tanggal tertentu. Namun, hingga tanggal yang dijanjikan tiba, penyerahan hadiah tak kunjung terealisasi.
“Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September. Nanti hadiah akan diserahkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan,” keluh Fuad.
Fuad juga menceritakan bahwa saat acara jalan sehat, ia telah membeli 100 lembar tiket undian dengan total biaya Rp 250.000. Setelah namanya diumumkan sebagai pemenang, ia telah memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh panitia, termasuk melampirkan KTP untuk keperluan pendataan.
Dalam ketidakpastian ini, Fuad mengancam akan menempuh jalur hukum apabila persoalan keterlambatan penyerahan hadiah ini tidak segera mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Respons Pemkab Banyumas: Tanggung Jawab Penuh Ada di Pihak EO
Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh Yulia Nurul dan suaminya, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, memberikan penegasan. Ia menyatakan bahwa keterlambatan penyerahan hadiah mobil Honda Brio kepada pemenang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Event Organizer (EO).
Pernyataan ini disampaikan Agus pada Selasa, 10 Februari 2026, sebagai respons atas belum diterimanya hadiah utama oleh pemenang, hampir enam bulan setelah acara jalan sehat HUT ke-80 RI yang digelar pada 24 Agustus 2025.
“Kami mendorong agar pihak EO bertanggung jawab. Dalam perjanjian dengan Pemda, pihak EO sudah berkewajiban mencukupi segala kebutuhan, jadi tanggung jawab sekarang ada di EO,” tegas Agus.
Agus menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun kegiatan jalan sehat ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Banyumas dengan EO, tanggung jawab teknis pelaksanaan acara berada sepenuhnya di tangan EO. Pemkab hanya memfasilitasi.
Menurut informasi yang diterima oleh Pemkab, akar permasalahan keterlambatan ini disebabkan oleh adanya kendala dalam pembayaran unit mobil ke pihak diler. Diduga, uang yang seharusnya digunakan untuk melunasi pembayaran mobil tersebut justru dibawa oleh salah satu pegawai EO.
“Informasinya pada saat akan digunakan untuk membayar mobil, uangnya dibawa oleh salah satu pegawainya. Ini lagi dicari orangnya, EO-nya tetap bertanggung jawab,” ujar Agus. Ia menekankan bahwa meskipun ada masalah internal di dalam EO, tanggung jawab kepada pemenang tetap menjadi kewajiban mereka.
Pemkab Banyumas sendiri telah berupaya memfasilitasi penyelesaian masalah ini dengan mendorong pertemuan antara pihak pemenang dan EO.
“Sudah ada pertemuan antara pemenang dengan EO,” kata Agus, menunjukkan bahwa Pemkab tidak tinggal diam dan berusaha menjembatani komunikasi demi tercapainya solusi. Namun, hingga kini, nasib hadiah mobil tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi sang pemenang.



















